Saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) mencuri perhatian pasar setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dari kalangan perusahaan, yang terus mempercepat transformasi digital mereka.
Perusahaan teknologi yang dikenal sebagai penyedia solusi server dan jaringan tersebut mencatat pendapatan sebesar US$10,7 miliar pada kuartal terbaru, meningkat sekitar 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba per saham yang telah disesuaikan mencapai US$0,79 atau tumbuh lebih dari 100%, jauh melampaui proyeksi perusahaan sebelumnya.
Melihat tren permintaan yang masih kuat, manajemen HPE juga menaikkan proyeksi kinerja untuk tahun penuh. Bahkan, perusahaan mempercepat target keuangan jangka panjangnya selama dua tahun lebih cepat dari rencana awal. HPE optimistis permintaan terhadap produk server dan jaringan akan tetap tinggi setidaknya hingga tahun 2027.
CEO HPE, Antonio Neri, menjelaskan bahwa pesanan untuk server tradisional mengalami pertumbuhan signifikan seiring banyaknya perusahaan yang melakukan modernisasi infrastruktur komputasi dan mulai mengadopsi teknologi AI. Menurutnya, jumlah pesanan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dan tumbuh lebih cepat dibandingkan pendapatan yang dihasilkan. Kondisi tersebut membuat backlog atau pesanan yang belum terealisasi mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Berbeda dengan masa pandemi ketika banyak pelanggan melakukan pemesanan ganda untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan, HPE menyebut saat ini hampir tidak ada pembatalan pesanan yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan yang muncul berasal dari kebutuhan riil perusahaan dalam membangun infrastruktur AI.
Menariknya, pertumbuhan bisnis HPE tidak hanya didorong oleh server berbasis GPU yang umum digunakan untuk melatih model AI. Banyak perusahaan justru memilih server berbasis CPU tradisional untuk menjalankan proses AI inferencing, yaitu tahap penggunaan model AI dalam aktivitas operasional sehari-hari. Pendekatan ini dianggap lebih aman karena data dapat diproses secara lokal tanpa harus bergantung pada layanan cloud eksternal.
Optimisme terhadap bisnis AI juga tercermin pada pergerakan saham HPE yang telah melonjak lebih dari 90% sejak awal tahun. Sentimen positif semakin menguat setelah sejumlah perusahaan teknologi lain melaporkan lonjakan permintaan server AI dari sektor korporasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa investasi infrastruktur AI kini menjadi salah satu fokus utama perusahaan di berbagai industri dan berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan sektor teknologi dalam beberapa tahun ke depan.






