Setelah sempat dianggap tertinggal dalam perlombaan AI, Meta kini mencoba membalikkan narasi. Perusahaan resmi meluncurkan model AI terbaru bernama Muse Spark, yang disebut sebagai model paling kuat yang pernah mereka kembangkan.
Peluncuran ini langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham Meta melonjak lebih dari 9% dalam satu sesi, mencerminkan optimisme investor terhadap arah baru perusahaan di sektor AI.
Upaya “Reset” AI dan Lahirnya Muse Spark
Muse Spark bukan sekadar model baru, tetapi bagian dari strategi yang lebih besar.
Model ini merupakan produk pertama dari Meta Superintelligence Lab (MSL) – unit AI yang dibentuk oleh CEO Mark Zuckerberg setelah adanya kritik bahwa pengembangan AI Meta sebelumnya mampu bersaing di level teratas.
Untuk mempercepat langkah, Meta merekrut sejumlah talenta kunci, termasuk Alexandr Wang. Langkah ini menunjukkan bahwa Meta tidak hanya melakukan iterasi, tetapi mencoba melakukan “rebuild” dari sisi tim dan arah teknologi.
Kemampuan Baru: Dari Asisten ke Multi-Agent AI
Salah satu pembeda utama Muse Spark adalah kemampuannya menjalankan beberapa tugas sekaligus melalui sistem multi-agent.
Alih-alih hanya menjawab satu perintah, AI ini dapat:
- Merencanakan perjalanan
- Membandingkan berbagai opsi
- Menyusun itinerary
- Mencari aktivitas yang relevan
Semua dilakukan dalam satu proses yang terintegrasi.
Selain itu, Muse Spark juga memiliki kemampuan visual reasoning. Misalnya, pengguna dapat memotret produk di toko, dan AI akan memberikan informasi terkait, termasuk kandungan nutrisi atau perbandingan produk.
Zuckerberg menyebut model ini sebagai asisten “kelas dunia” yang dirancang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari produktivitas hingga aktivitas sehari-hari.
Bersaing Ketat, Strategi Mulai Berubah
Dalam evaluasi internal, Meta mengklaim Muse Spark mampu bersaing dengan model AI terdepan seperti:
- Gemini
- GPT
- Serta model dari Anthropic dan xAI
Meski belum unggul di semua aspek, Muse Spark disebut sudah kompetitif di beberapa kategori penting.
Menariknya, berbeda dengan pendekatan, Meta tidak merilis model ini sebagai open-source. Ini menandakan perubahan strategi dari distribusi luas menuju kontrol yang lebih ketat, seiring meningkatnya persaingan dan potensi monetisasi AI.
Investasi Besar Mulai Terlihat Arahnya
Langkah agresif Meta di AI juga tercermin dari belanja modalnya.
Perusahaan memperkirakan investasi AI mencapai US$115-135 miliar pada 2026, naik signifikan dari sekitar US$72 miliar pada 2025.
Sejauh ini, hasilnya mulai terlihat:
- Pendapatan 2025 mencapai US$198,8 miliar (naik 22%)
- Proyeksi 2026 diperkirakan mencapai US$247,7 miliar
Ini menunjukkan bahwa AI mulai berperan sebagai mesin pertumbuhan, bukan sekadar biaya eksperimen.
AI Masuk Fase Baru, Meta Kembali Ambil Posisi
Peluncuran Muse Spark menjadi sinyal bahwa Meta kembali serius dalam kompetisi AI.
Jika sebelumnya perusahaan terlihat tertinggal, kini mereka mulai mempercepat pengembangan, memperkuat tim, dan mengubah strategi produk.
Namun, seperti banyak proyek AI lainnya, hasil akhirnya masih akan sangat bergantung pada eksekusi.
Yang jelas, industri AI kini telah masuk fase baru di mana bukan hanya inovasi yang penting, tetapi juga kemampuan untuk membawa teknologi tersebut ke skala besar.
Dan lewat Muse Spark, Meta mencoba memastikan mereka tetap menjadi bagian dari perlombaan tersebut.
Kalau kamu ingin mengikuti peluang dari tren ini, kamu bisa mulai investasi saham AS< kripto, dan emas digital dengan mudah lewat Nanovest, semua dalam satu aplikasi.
Temukan juga berbagai update pasar dan panduan investasi lainnya di halaman News dan Artikel Tips Nanovest.






