Alphabet (GOOGL) melakukan salah satu perubahan kepemimpinan terbesarnya di divisi artificial intelligence ketika persaingan dengan OpenAI, Anthropic, Microsoft (MSFT), Meta (META), dan sejumlah laboratorium AI China semakin ketat.
Demis Hassabis akan meninggalkan tanggung jawab operasional sehari-hari sebagai pemimpin Google DeepMind dan beralih menjadi ketua divisi tersebut sekaligus kepala ilmuwan Alphabet. Sementara itu, Koray Kavukcuoglu, yang sebelumnya menjabat sebagai chief technology officer dan kepala arsitek AI Google, akan mengambil peran operasional yang lebih besar sebagai senior vice president DeepMind.
Perombakan ini membagi strategi AI Google ke dalam dua fokus. Hassabis akan lebih banyak menangani visi jangka panjang, penelitian ilmiah, dan pengembangan artificial general intelligence. Kavukcuoglu akan mengawasi eksekusi sehari-hari, termasuk pengembangan model serta produk unggulan Gemini.
Namun, perubahan tersebut datang pada saat yang sensitif. Google sedang menghadapi penundaan model Gemini terbaru, keluarnya beberapa talenta senior, dan meningkatnya tekanan investor terhadap belanja modal AI yang terus membesar.
Hassabis Beralih dari Operasional ke Strategi Jangka Panjang
Dalam struktur baru Alphabet, Demis Hassabis akan menjabat sebagai ketua Google DeepMind dan kepala ilmuwan untuk seluruh perusahaan.
Perubahan tersebut memberi Hassabis lebih banyak ruang untuk berfokus pada strategi jangka panjang, penelitian AGI, dan terobosan ilmiah. Salah satu prioritasnya adalah memperluas penggunaan AI dalam penemuan obat melalui Isomorphic Labs.
Isomorphic Labs merupakan perusahaan penemuan obat berbasis AI yang dipisahkan dari DeepMind pada 2021. Hassabis ingin menghubungkan lebih banyak riset DeepMind dengan upaya menemukan terapi baru dan membantu menangani penyakit.
Langkah ini sejalan dengan latar belakang Hassabis sebagai ilmuwan dan peneliti. Ia ikut mendirikan DeepMind pada 2010 sebelum Google mengakuisisi laboratorium tersebut pada 2014 dengan nilai yang dilaporkan sekitar US$650 juta.
Hassabis juga menjadi salah satu penerima Hadiah Nobel Kimia pada 2024 atas kontribusinya terhadap penelitian struktur protein berbasis AI.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin sering menekankan bahwa perkembangan menuju artificial general intelligence mulai mendekati titik penting. AGI merujuk pada sistem AI yang mampu menjalankan berbagai tugas intelektual pada tingkat setara atau melampaui manusia.
Dengan melepaskan tanggung jawab operasional, Hassabis kini dapat lebih banyak menentukan arah penelitian jangka panjang Alphabet tanpa harus terlibat langsung dalam pengelolaan produk dan organisasi sehari-hari.
Koray Kavukcuoglu Ambil Kendali Operasional Gemini
Tanggung jawab operasional DeepMind akan beralih kepada Koray Kavukcuoglu. Beliau akan menjabat sebagai senior vice president DeepMind dan melapor langsung kepada CEO Alphabet Sundar Pichai. Kavukcuoglu akan mengawasi pengembangan model, produk, dan operasi utama organisasi tersebut, termasuk keluarga model Gemini.
Pembagian tugas ini menunjukkan bahwa Alphabet ingin memisahkan penelitian jangka panjang dari eksekusi produk.
Hassabis dapat berkonsentrasi pada AGI serta riset ilmiah, sementara Kavukcuoglu bertanggung jawab memastikan teknologi tersebut dapat diluncurkan, digunakan pelanggan, dan dikembangkan menjadi produk komersial.
Kebutuhan untuk mempercepat eksekusi terlihat dari perjalanan Gemini 3.5 Pro. Model tersebut sebelumnya diperkirakan meluncur pada Juni, tetapi mengalami penundaan ketika Google mencoba meningkatkan kemampuannya, terutama dalam tugas pemrograman.
Penundaan tersebut menjadi perhatian karena para pesaing terus memperkenalkan model dan agen baru dengan ritme yang semakin cepat. Anthropic memperkuat posisinya melalui Claude, OpenAI memperluas keluarga GPT dan Codex, sedangkan Meta mulai menekan harga penggunaan model AI melalui Muse.
Dengan struktur baru, Alphabet tampaknya ingin membuat pengambilan keputusan produk lebih langsung. Kavukcuoglu memiliki latar belakang teknis yang kuat dan telah lama terlibat dalam pembangunan arsitektur AI Google.
Pasar kini akan menilai apakah perubahan tersebut dapat membantu Gemini bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas dan keamanan.
Eksodus Talenta Menambah Tekanan
Perombakan DeepMind juga dibarengi keluarnya sejumlah tokoh penting dari Google. Jeff Dean, salah satu insinyur paling berpengaruh dalam sejarah perusahaan, akan meninggalkan Google setelah hampir tiga dekade. Dean dikenal sebagai figur utama di balik banyak sistem komputasi, machine learning, dan infrastruktur AI Google.
Ia bersama peneliti senior Sanjay Ghemawat akan mendirikan organisasi nirlaba independen bernama Discovery Loop. Organisasi tersebut akan berfokus pada otomatisasi machine learning, sains, dan teknik untuk mempercepat penemuan.
Kepergian mereka menambah daftar talenta AI yang meninggalkan Alphabet. Pada Juni, eksekutif AI dan teknik Noam Shazeer pindah ke OpenAI. Peneliti senior John Jumper, yang berbagi Nobel Kimia 2024 dengan Hassabis, juga bergabung dengan Anthropic.
Perpindahan talenta menjadi risiko penting karena persaingan AI tidak hanya ditentukan oleh kapasitas komputasi, tetapi juga kemampuan menarik serta mempertahankan peneliti dan insinyur terbaik.
Google masih memiliki salah satu organisasi riset AI terbesar di dunia. Namun, keluarnya beberapa tokoh penting dalam waktu berdekatan dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kesinambungan penelitian, budaya organisasi, dan kemampuan perusahaan mempertahankan keunggulan teknisnya. Di sisi lain, perombakan ini dapat menjadi upaya Alphabet memperjelas struktur tanggung jawab setelah organisasi AI perusahaan berkembang semakin besar dan kompleks.
Pertumbuhan AI Kuat, Capex Terus Membesar
Perubahan kepemimpinan terjadi ketika bisnis AI Alphabet menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Google mencatat penjualan sebesar US$24,77 miliar pada salah satu bisnis utamanya yang terkait cloud dan AI, meningkat 82% dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui ekspektasi analis sebesar US$24,56 miliar dan jauh di atas pendapatan US$13,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut membantu saham Alphabet naik sekitar 86% dalam 12 bulan terakhir dan 15% sejak awal tahun. Namun, investor juga semakin memperhatikan biaya di balik ekspansi tersebut.
Alphabet meningkatkan proyeksi belanja modal 2026 menjadi US$195 miliar-US$205 miliar, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar US$180 miliar-US$190 miliar. Angka tersebut juga berada jauh di atas ekspektasi pasar sekitar US$186,4 miliar.
Belanja itu digunakan untuk membangun pusat data, membeli chip, memperluas kapasitas cloud, serta mengembangkan model AI. Pasar kini tidak hanya menilai seberapa cepat bisnis AI tumbuh, tetapi juga apakah pertumbuhan tersebut mampu menghasilkan return yang sebanding dengan investasi.
Perombakan DeepMind menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut. Alphabet ingin menjaga riset jangka panjang tetap ambisius, sekaligus membuat pengembangan produk lebih fokus dan bertanggung jawab secara operasional.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Google di halaman ini.
Pantau Google dan Pergerakan Saham Teknologi
Ikuti pergerakan Alphabet dan saham teknologi Amerika lainnya melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga update terbaru mengenai Gemini, persaingan AI, dan Wall Street lewat News serta Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- AFP: Google-parent Alphabet shakes up AI division
- Yahoo Finance: Google stock drops amid DeepMind leadership shake-up






