Token kripto Worldcoin kembali menjadi sorotan pasar setelah harganya melonjak tajam menyusul munculnya kabar terbaru terkait OpenAI. Kenaikan ini dipicu oleh laporan yang menyebutkan bahwa perusahaan kecerdasan buatan tersebut tengah mengembangkan platform media sosial baru yang dirancang khusus untuk manusia, tanpa kehadiran bot atau akun otomatis.
Platform ini disebut akan mengusung konsep “proof of personhood”, yakni mekanisme verifikasi yang memastikan setiap pengguna merupakan individu nyata. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya OpenAI untuk menjawab persoalan klasik media sosial modern, di mana aktivitas bot dan akun palsu semakin mendominasi percakapan digital. Dalam laporan yang beredar, OpenAI disebut ingin menciptakan pengalaman media sosial yang lebih autentik, transparan, dan relevan bagi pengguna manusia.
Meski masih berada pada tahap awal pengembangan, proyek ini dilaporkan telah digarap sejak awal 2025 oleh tim kecil beranggotakan sekitar 10 orang. Platform tersebut diproyeksikan menjadi pesaing langsung bagi media sosial besar yang ada saat ini, dengan diferensiasi utama pada sistem verifikasi identitas penggunanya.
Salah satu aspek yang paling menarik perhatian adalah metode verifikasi yang akan digunakan. Sistem “proof of personhood” disebut berpotensi memanfaatkan teknologi Face ID dari Apple atau perangkat pemindai iris mata World Orb. Teknologi World Orb sebelumnya telah digunakan dalam ekosistem World, proyek blockchain dan kripto yang juga melahirkan token Worldcoin dan turut didirikan oleh CEO OpenAI, Sam Altman. Melalui pemindaian wajah dan iris mata, sistem ini bertujuan memastikan bahwa setiap akun mewakili satu manusia unik.
Kabar pengembangan platform ini langsung berdampak pada pergerakan harga Worldcoin. Token WLD sempat melonjak hingga sekitar 40% dalam waktu singkat, mencerminkan antusiasme pasar terhadap potensi integrasi antara OpenAI, identitas digital, dan ekosistem kripto. Meski demikian, reli tersebut tidak bertahan lama dan harga kembali terkoreksi. Secara jangka panjang, kinerja Worldcoin masih berada dalam tekanan, seiring kondisi pasar kripto yang cenderung melemah sepanjang 2025.
Di sisi lain, penggunaan teknologi pemindaian biometrik seperti World Orb juga menuai perhatian dan kritik, khususnya terkait isu privasi dan keamanan data pribadi. Meski diklaim bertujuan meningkatkan keaslian identitas digital, penerapannya tetap memunculkan perdebatan mengenai perlindungan data pengguna.
Hingga saat ini, detail mengenai integrasi platform media sosial tersebut dengan produk OpenAI lainnya masih terbatas. Namun, terdapat indikasi bahwa ChatGPT akan menjadi bagian dari ekosistem ini, membantu pengguna dalam membuat konten seperti teks, gambar, maupun video. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi membuka babak baru dalam evolusi media sosial, identitas digital, dan pemanfaatan kecerdasan buatan di dunia kripto.






