Selama ribuan tahun, emas dikenal sebagai aset penyimpan nilai. Kini, Tether ingin mengubah cara orang menggunakan logam mulia tersebut.
Penerbit stablecoin terbesar di dunia itu resmi meluncurkan kartu Visa baru yang memungkinkan pengguna membelanjakan emas tokenisasi mereka secara langsung di jaringan pembayaran global. Langkah ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk membawa aset digital ke aktivitas ekonomi sehari-hari, bukan hanya sebagai instrumen investasi atau penyimpanan kekayaan.
Melalui kemitraan dengan perusahaan perbankan digital Fasset, kartu tersebut menggunakan Tether Gold (XAUT), stablecoin berbasis emas milik Tether, sebagai sumber dana utama untuk transaksi.
Emas Tokenisasi Kini Bisa Dipakai untuk Belanja
Berbeda dari kartu pembayaran kripto tradisional yang biasanya menggunakan Bitcoin atau stablecoin dolar, kartu baru ini memanfaatkan saldo XAUT pengguna.
Saat transaksi dilakukan, sistem akan secara otomatis mengonversi XAUT menjadi USDT dan kemudian menjadi mata uang fiat yang digunakan pedagang. Proses tersebut berlangsung di belakang layar sehingga pengguna dapat bertransaksi layaknya menggunakan kartu pembayaran biasa di seluruh jaringan Visa.
Tether menilai pendekatan ini dapat memperluas fungsi emas digital dari sekadar aset investasi menjadi alat pembayaran yang lebih praktis.
Selain itu, pengguna juga akan memperoleh cashback hingga 6% yang dibayarkan langsung dalam bentuk XAUT. Program tersebut secara efektif memungkinkan pengguna mengumpulkan lebih banyak emas tokenisasi setiap kali melakukan pembelian yang memenuhi syarat.
Perusahaan juga menambahkan fitur pembulatan transaksi, di mana sisa uang kembalian dari pembelanjaan dapat secara otomatis dialokasikan untuk membeli tambahan XAUT.
Stablecoin dan Aset Riil Semakin Mendekat ke Dunia Pembayaran
Peluncuran kartu ini mencerminkan tren yang semakin terlihat di industri aset digital sepanjang 2026.
Jika beberapa tahun lalu stablecoin terutama digunakan untuk aktivitas perdagangan kripto, kini banyak perusahaan mulai menggunakannya sebagai infrastruktur pembayaran. Stablecoin berbasis dolar semakin banyak dipakai untuk transfer lintas negara, pembayaran bisnis, hingga transaksi konsumen.
Tether kini mencoba membawa konsep yang sama ke aset berbasis emas.
Langkah tersebut berpotensi memperluas pasar tokenisasi aset riil atau real-world assets (RWA), salah satu segmen yang berkembang pesat dalam industri blockchain. Dengan model ini, aset fisik seperti emas dapat digunakan secara lebih fleksibel tanpa harus dipindahkan secara fisik.
Bagi industri pembayaran, perkembangan ini menunjukkan bagaimana aset digital mulai berintegrasi dengan jaringan keuangan tradisional alih-alih menggantikannya.
XAUT Semakin Besar Seiring Popularitas Emas
Peluncuran kartu baru ini juga terjadi ketika harga emas masih berada di level historis yang tinggi.
Setiap token XAUT didukung oleh satu troy ounce emas fisik yang disimpan di brankas Swiss dan diaudit secara independen. Saat ini kapitalisasi pasar XAUT telah mencapai sekitar US$2,7 miliar.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan tensi geopolitik yang masih berlangsung.
Pada saat yang sama, Tether terus memperluas distribusi XAUT ke berbagai jaringan blockchain. Setelah sebelumnya hadir di Ethereum, aset tersebut kini juga tersedia di sejumlah ekosistem lain, termasuk BNB Chain.
Semakin luasnya akses ini membuka peluang bagi penggunaan emas digital yang lebih praktis dalam aktivitas keuangan sehari-hari.
Emas Digital Masuk Babak Baru
Peluncuran kartu Visa berbasis XAUT menunjukkan bagaimana batas antara investasi, tabungan, dan pembayaran semakin kabur.
Jika selama ini emas lebih banyak dipandang sebagai aset yang disimpan untuk jangka panjang, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa aset tersebut mulai diuji sebagai alat transaksi yang dapat digunakan secara langsung di ekonomi riil.
Meski masih berada pada tahap awal, langkah Tether menjadi salah satu sinyal bahwa masa depan pembayaran digital mungkin tidak hanya didominasi stablecoin berbasis dolar, tetapi juga aset tokenisasi yang didukung komoditas dunia nyata.
Untuk mengikuti perkembangan stablecoin, aset digital, dan berbagai inovasi terbaru di dunia kripto, kamu bisa membaca News & Artikel Tips Nanovest. Jika ingin mulai berinvestasi di aset kripto, saham Amerika Serikat, maupun emas digital, kamu juga dapat melakukannya dengan mudah melalui aplikasi Nanovest.






