Lebih dari 200 perusahaan dan organisasi kripto mendesak Senat Amerika Serikat untuk segera melanjutkan pembahasan dan pemungutan suara RUU CLARITY, sebuah rancangan undang-undang yang dinilai dapat menjadi fondasi regulasi aset digital di negara tersebut.
Dorongan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa waktu untuk mengesahkan regulasi kripto semakin sempit menjelang pemilu paruh waktu AS pada November mendatang. Jika pembahasan terus tertunda, peluang RUU tersebut untuk lolos tahun ini dinilai bisa semakin mengecil.
Industri Kripto Ingin Kepastian Regulasi
Melalui surat yang dipimpin oleh kelompok advokasi Stand With Crypto dan didukung berbagai organisasi besar seperti Blockchain Association, The Digital Chamber, serta Crypto Council for Innovation, para pelaku industri meminta Senat segera membawa RUU CLARITY ke tahap pembahasan penuh.
RUU tersebut bertujuan memberikan kejelasan mengenai pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dalam mengawasi industri kripto.
Selama beberapa tahun terakhir, ketidakjelasan regulasi menjadi salah satu hambatan terbesar bagi perkembangan industri aset digital di AS. Banyak perusahaan mengeluhkan tumpang tindih aturan dan ketidakpastian mengenai apakah suatu aset kripto dikategorikan sebagai sekuritas atau komoditas.
Para pendukung RUU menilai kepastian hukum akan membantu mempertahankan investasi, lapangan kerja, dan inovasi kripto di dalam negeri, sekaligus memperkuat posisi AS dalam persaingan global aset digital.
Negosiasi Masih Terhambat Sejumlah Isu
Meski telah memperoleh dukungan bipartisan di tingkat komite, perjalanan RUU CLARITY masih menghadapi sejumlah tantangan politik.
Salah satu perdebatan utama datang dari sektor perbankan yang mendorong pembatasan terhadap platform yang menawarkan imbal hasil stablecoin. Di sisi lain, pelaku industri kripto menginginkan perlindungan yang lebih jelas bagi pengembang platform terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi).
Selain itu, sejumlah anggota parlemen juga menginginkan tambahan ketentuan terkait standar etika dan upaya pencegahan aktivitas keuangan ilegal agar rancangan undang-undang tersebut dapat memperoleh dukungan yang cukup di Senat.
Saat ini, Komite Perbankan dan Komite Pertanian Senat telah menyetujui versi masing-masing dari rancangan regulasi tersebut. Namun kedua versi masih harus diselaraskan sebelum dapat diajukan ke sidang Senat secara penuh.
Waktu Semakin Sempit Jelang Pemilu
Tekanan terhadap Senat semakin meningkat setelah sejumlah analis mulai menurunkan peluang pengesahan RUU CLARITY tahun ini.
Galaxy Digital baru-baru ini memangkas estimasi peluang lolosnya RUU tersebut pada 2026 menjadi 60%, turun dari sebelumnya 75%. Menurut mereka, RUU perlu melewati Senat sebelum masa reses Agustus dimulai pada akhir Juli. Setelah itu, fokus politik diperkirakan akan beralih ke pemilu paruh waktu sehingga ruang pembahasan legislasi menjadi jauh lebih terbatas.
Perkembangan ini menjadi salah satu momen penting bagi industri kripto global. Jika berhasil disahkan, CLARITY berpotensi menjadi kerangka regulasi aset digital paling komprehensif yang pernah diterapkan di Amerika Serikat dan dapat menjadi acuan bagi negara-negara lain dalam mengatur industri kripto.
Ingin mengikuti perkembangan regulasi kripto global, pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan aset digital lainnya? Pantau terus News & Artikel Tips Nanovest untuk mendapatkan insight terbaru seputar pasar kripto, saham AS, dan tren investasi global. Kamu juga bisa mulai berinvestasi aset kripto langsung dari aplikasi Nanovest.






