Bitcoin (BTC) masih bergerak di sekitar level US$60.000 meski sentimen pasar global mulai membaik. Optimisme terhadap peluang kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran berhasil mendorong penguatan pasar saham AS, tetapi belum cukup kuat untuk mengangkat harga Bitcoin keluar dari area konsolidasinya.
Sejumlah analis menilai investor kripto masih mengambil sikap hati-hati. Meski tekanan jual mulai berkurang, pasar dinilai belum menunjukkan keyakinan yang cukup untuk mendorong pemulihan yang berkelanjutan.
Harapan Perdamaian Angkat Sentimen Pasar
Optimisme muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Iran telah meminta pertemuan lanjutan guna membahas proses perdamaian. Kabar tersebut mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite dibuka menguat pada awal pekan karena investor kembali meningkatkan eksposur ke aset berisiko.
Di sisi lain, harga minyak relatif stabil di kisaran US$70 per barel setelah sempat turun ke bawah US$68 pada akhir pekan lalu. Stabilnya harga minyak dinilai menjadi sinyal bahwa pasar mulai memperkirakan gangguan pasokan energi tidak akan berlangsung selama yang sebelumnya dikhawatirkan.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa situasi geopolitik masih dapat berubah sewaktu-waktu. Jika proses pemulihan pasokan minyak berjalan lebih lambat dari perkiraan, harga energi berpotensi kembali naik dan meningkatkan volatilitas pasar.
Bitcoin Masih Kehilangan Momentum
Berbeda dengan pasar saham, Bitcoin masih kesulitan mengubah level US$60.000 menjadi area support yang kuat. Selama beberapa hari terakhir, harga terus bergerak dalam kisaran sempit tanpa mampu menembus area resistensi di sekitar US$61.000.
Data on-chain dari Glassnode menunjukkan bahwa aktivitas pembelian spot masih belum cukup kuat untuk membentuk tren kenaikan baru. Likuiditas yang masuk ke pasar lebih banyak digunakan untuk distribusi dibandingkan akumulasi, sehingga menunjukkan pelaku pasar masih cenderung defensif.
Glassnode juga mencatat bahwa permintaan institusional dan posisi di pasar derivatif belum menunjukkan perubahan signifikan. Menurut mereka, pemulihan yang lebih kuat baru akan terjadi jika minat beli kembali meningkat secara konsisten.
Juli Bisa Jadi Penentu Arah Bitcoin
Meski kondisi jangka pendek masih penuh kehati-hatian, sejumlah indikator teknikal mulai memberikan sinyal yang menarik. Relative Strength Index (RSI) membentuk divergensi bullish di beberapa time frame, pola yang pada siklus sebelumnya kerap muncul menjelang pembalikan tren.
Di sisi lain, beberapa analis membandingkan posisi US$60.000 saat ini dengan level US$30.000 pada pasar bearish 2022, yaitu area yang sempat bertahan selama beberapa bulan sebelum akhirnya menentukan arah pergerakan berikutnya.
Secara historis, Juli juga menjadi bulan yang cenderung lebih positif bagi Bitcoin setelah performa Juni yang lemah. Namun, analis mengingatkan bahwa volatilitas masih berpotensi tinggi karena pasar tetap menunggu perkembangan negosiasi AS-Iran, data ekonomi Amerika Serikat, serta arah kebijakan Federal Reserve dalam beberapa pekan mendatang.
Ikuti terus perkembangan Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui News & Artikel Tips Nanovest, serta mulai investasi kripto dan saham Amerika dengan mudah di aplikasi Nanovest.
Referensi +
- CoinTelegraph: Bitcoin balances $60K tightrope as US stocks rebound on fresh Iran peace deal hopes
- CoinTelegraph: BTC price RSI prints key 2026 signal: Five things to know in Bitcoin this week






