Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah berbulan-bulan berada dalam tekanan. Aset kripto terbesar kedua tersebut menembus resistance US$1.900 dan sempat menguji area US$1.950 pada perdagangan Selasa (21/7), level tertingginya dalam sekitar tujuh minggu.
Kenaikan tersebut membawa ETH sekitar 29% di atas titik terendah US$1.500 yang tercatat pada 26 Juni. Pergerakan itu juga memicu likuidasi sekitar US$62 juta dari posisi bearish berleverage, ketika trader yang bertaruh pada penurunan harga terpaksa menutup posisinya.
Momentum Ether muncul bersamaan dengan membaiknya sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Bitcoin bergerak di atas US$66.500, sementara penguatan saham Amerika Serikat membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap valuasi sektor teknologi dan artificial intelligence.
Namun, perjalanan ETH menuju US$2.100 belum sepenuhnya terbuka. Di balik kenaikan harga, aktivitas jaringan Ethereum dan pasar derivatif masih menunjukkan bahwa trader belum sepenuhnya yakin terhadap reli yang berkelanjutan.
Sentimen Pasar Global Kembali Mendukung Aset Berisiko
Kenaikan Ether tidak terjadi secara terpisah. Pasar kripto secara keseluruhan memasuki fase yang lebih positif sepanjang Juli, didukung oleh meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.
Saham AS bergerak menguat setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan membantu meredakan kekhawatiran terhadap reli saham AI yang dinilai terlalu cepat. Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada laporan Alphabet (GOOG), induk Google, yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan kuat dari bisnis cloud dan investasi AI.
Hasil serta proyeksi Alphabet menjadi penting karena dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap sektor teknologi. Laporan yang solid berpotensi memperkuat sentimen risk-on dan membantu kapitalisasi pasar kripto kembali menembus US$2 triliun.
Dalam kondisi tersebut, Ether berpeluang mendapat dorongan tambahan menuju US$2.000 hingga US$2.100. Sebaliknya, laporan yang mengecewakan dapat kembali meningkatkan kehati-hatian dan mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Hubungan ini menunjukkan bahwa ETH masih diperdagangkan sebagai aset makro yang sensitif terhadap arah saham teknologi, likuiditas, dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi.
Staking Ethereum Cetak Rekor Baru
Salah satu faktor yang mendukung prospek Ether adalah meningkatnya jumlah ETH yang terkunci dalam mekanisme staking.
Data Staking Rewards menunjukkan sekitar 34% dari seluruh pasokan ETH kini digunakan untuk staking, naik dari 33% sebulan sebelumnya dan menjadi level tertinggi sepanjang masa.
Staking memungkinkan pemilik ETH mengunci asetnya untuk membantu mengamankan jaringan Ethereum sekaligus memperoleh imbalan. Semakin banyak ETH yang terkunci, semakin sedikit pasokan yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka.
Kondisi tersebut dapat mengurangi tekanan jual, terutama jika permintaan terhadap Ether kembali meningkat. Akumulasi oleh pemegang jangka panjang dan investor institusional juga memperkuat narasi tersebut.
BitMine Immersion, perusahaan yang dipimpin Ketua Fundstrat Tom Lee, dilaporkan menambah sekitar 156.719 ETH dalam sebulan terakhir. Secara keseluruhan, perusahaan tersebut menguasai sekitar 5,77 juta ETH atau 4,8% dari total pasokan.
Selain BitMine, sejumlah investor besar juga kembali mengakumulasi Ether. Aktivitas tersebut mencerminkan keyakinan bahwa penggunaan Ethereum dalam tokenisasi aset, infrastruktur keuangan, dan aplikasi institusional dapat meningkat dalam jangka panjang.
Aktivitas On-Chain Belum Mengikuti Kenaikan Harga
Meski harga menguat dan staking meningkat, kondisi fundamental jaringan Ethereum masih belum sepenuhnya pulih.
Pendapatan mingguan aplikasi terdesentralisasi atau DApps di Ethereum turun menjadi sekitar US$9,8 juta, level terendah sejak September 2024. Volume perdagangan mingguan pada decentralized exchange atau DEX juga hanya sekitar US$7,2 miliar.
Rendahnya aktivitas tersebut menunjukkan bahwa permintaan untuk menggunakan jaringan Ethereum belum kembali ke level enam bulan lalu. Minat trader terhadap memecoin, token utilitas, dan aplikasi terdesentralisasi masih relatif lemah.
Sejumlah token besar dalam ekosistem Ethereum juga mengalami penurunan lebih dari 50% sejak awal tahun, termasuk Ethena (ENA), Mantle (MNT), dan Arbitrum (ARB). Kondisi ini memperlihatkan bahwa pemulihan ETH belum menyebar secara merata ke seluruh ekosistem.
Pasar derivatif juga masih berhati-hati. Tingkat pendanaan kontrak perpetual ETH belum konsisten bertahan dalam kisaran netral 6% hingga 12%, menandakan permintaan terhadap posisi long berleverage belum terlalu kuat.
Meski demikian, sentimen telah membaik dibandingkan akhir Juni, ketika tingkat pendanaan sempat negatif. Perubahan tersebut menunjukkan tekanan bearish mulai berkurang, walaupun belum berubah menjadi optimisme penuh.
Rotasi Dana AI Mulai Mengarah ke Ethereum?
Di tengah reli ETH, muncul pula narasi bahwa sebagian modal dari perdagangan saham AI mulai bergerak ke aset digital berbasis Ethereum.
Tom Lee menyoroti kinerja relatif Ether terhadap Roundhill Memory ETF, dana yang berinvestasi pada produsen chip memori. Sejak 25 Juni, ETH disebut naik sekitar 24%, sementara ETF tersebut turun 38%.
Perbedaan kinerja itu membuat rasio antara ETF Ethereum milik BlackRock dan dana saham memori meningkat sekitar 72%. Lee menilai pergerakan tersebut dapat menjadi tanda bahwa investor mulai beralih dari lapisan perangkat keras AI menuju peluang investasi yang lebih hilir.
Ethereum dipandang memiliki posisi dalam narasi tersebut karena semakin banyak institusi membangun infrastruktur keuangan di atas jaringannya. Contohnya mencakup dana tokenisasi BUIDL milik BlackRock serta berbagai platform yang menggunakan ETH untuk membayar biaya transaksi.
Namun, kesimpulan bahwa dana AI benar-benar beralih ke Ethereum masih terlalu dini. Pelemahan ETF saham memori bisa saja merupakan koreksi setelah reli tajam, bukan rotasi modal struktural menuju ETH.
Terlebih lagi, Tom Lee dan BitMine memiliki kepemilikan Ether dalam jumlah besar, sehingga pandangan bullish tersebut juga perlu dilihat bersama kepentingan investasinya.
Untuk mengonfirmasi tren ini, investor perlu mencermati arus dana ETF Ethereum, laporan keuangan perusahaan chip memori, dan perkembangan penggunaan Ethereum oleh institusi dalam beberapa pekan mendatang.
Secara teknikal, keberhasilan Ether mempertahankan area US$1.900 dapat membuka peluang menuju US$2.000 dan US$2.100. Namun, kenaikan yang lebih berkelanjutan tetap membutuhkan dukungan volume, pemulihan aktivitas jaringan, dan sentimen pasar global yang kondusif.
Baca berita lainnya terkait aset Ethereum di halaman ini.Â
Mau memantau peluang dari Ethereum, Bitcoin, dan aset kripto lainnya? Temukan beragam pilihan investasi di aplikasi investasi Nanovest, lalu ikuti perkembangan terbaru melalui News dan Artikel Tips Nanovest agar setiap keputusan tetap mengikuti arah pasar.Â
Referensi +
- CoinTelegraph: Ether breaks the $1.9K resistance; is $2.1K the next target for ETH bulls?
- BeInCrypto: Is AI Money Rotating Into Ethereum? Tom Lee Cites 72% Outperformance






