Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati level US$65.000 setelah muncul sinyal kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meredanya ketegangan geopolitik membantu meningkatkan minat terhadap aset berisiko, sementara sejumlah indikator pasar menunjukkan tekanan jual Bitcoin mulai berkurang.
Pada perdagangan akhir pekan, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi lokal di sekitar US$64.750 sebelum bergerak stabil di kisaran US$64.000. Penguatan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah diselesaikan dan Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk aktivitas perdagangan global.
Bagi pasar keuangan, perkembangan tersebut menjadi katalis penting karena Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman sekitar 20% pasokan minyak dunia. Prospek normalisasi arus energi global langsung mendorong harga minyak turun dan meningkatkan sentimen positif di pasar saham maupun aset kripto.
Meredanya Risiko Geopolitik Picu Kenaikan Aset Berisiko
Kesepakatan damai antara AS dan Iran disambut positif oleh investor global. Kontrak berjangka saham AS menguat, indeks saham Asia melonjak, sementara harga minyak mentah turun lebih dari 4% karena kekhawatiran gangguan pasokan mulai mereda.
Perubahan sentimen tersebut turut mengalir ke pasar kripto. Setelah sempat tertekan akibat konflik Timur Tengah dan ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin berhasil mempertahankan momentum pemulihannya dari level terendah tahunan di sekitar US$59.000.
Selain faktor geopolitik, pasar juga melihat peluang bahwa turunnya harga energi dapat membantu meredakan tekanan inflasi global. Kondisi ini berpotensi memberikan ruang lebih besar bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan yang mendukung likuiditas pasar dalam beberapa bulan mendatang.
Data Pasar Mulai Mendukung Pemulihan BitcoinÂ
Di luar sentimen makro, sejumlah indikator pasar menunjukkan kondisi yang semakin konstruktif bagi Bitcoin.
Data order book dan likuiditas memperlihatkan meningkatnya aktivitas pembelian sejak Bitcoin memantul dari area US$59.000. Rasio bid-ask tetap berada di wilayah positif, mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai lebih dominan dibandingkan tekanan jual.
Pada saat yang sama, open interest di pasar derivatif terus meningkat sementara funding rate justru menurun. Kombinasi ini sering dianggap sebagai sinyal bahwa banyak trader masih memasang posisi bearish meskipun harga mulai bergerak naik.
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya short squeeze, yaitu situasi ketika trader yang bertaruh pada penurunan harga terpaksa menutup posisi mereka sehingga mendorong kenaikan harga lebih lanjut.
Data CoinGlass juga menunjukkan konsentrasi likuidasi posisi short yang besar di area US$65.000 hingga US$67.000, menjadikan zona tersebut sebagai level penting yang sedang diperhatikan pasar.
Level US$65.000 Jadi Ujian Berikutnya
Meski momentum pemulihan terus berlanjut, sejumlah analis menilai Bitcoin masih menghadapi tantangan penting dalam jangka pendek.
Area US$65.000 hingga US$67.000 dianggap sebagai zona resistensi utama karena bertepatan dengan volume perdagangan historis yang tinggi dan konsentrasi likuiditas pasar. Jika Bitcoin mampu menembus area tersebut, peluang menuju kisaran US$68.000 hingga US$70.000 akan semakin terbuka.
Di sisi lain, sebagian analis tetap berhati-hati karena rata-rata pergerakan 200 minggu yang saat ini menjadi area support historis belum sepenuhnya terbukti mampu menahan tekanan jual dalam siklus pasar bearish sebelumnya.
Untuk saat ini, kombinasi meredanya risiko geopolitik, turunnya harga minyak, dan membaiknya struktur pasar membuat sentimen terhadap Bitcoin kembali mengarah positif. Fokus investor kini tertuju pada apakah aset kripto terbesar di dunia tersebut mampu mempertahankan momentumnya dan menembus level resistensi berikutnya.
Ingin mengikuti perkembangan Bitcoin, kripto, saham AS, dan berbagai sentimen global yang memengaruhi pasar? Pantau terus News & Artikel Tips Nanovest untuk mendapatkan insight pasar terbaru. Kamu juga bisa mulai berinvestasi aset kripto, saham AS, dan emas digital langsung melalui aplikasi Nanovest.






