Dalam dunia investasi, terutama pada instrumen berbasis komoditas, derivatif, dan aset kripto, pergerakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi pasar saat ini, tetapi juga ekspektasi masa depan. Salah satu konsep penting yang sering muncul namun kerap disalahpahami adalah Backwardation. Memahami backwardation bukan hanya soal istilah teknis, tetapi juga soal membaca sinyal pasar dan mengelola risiko secara lebih cerdas.
Artikel ini akan membahas apa itu backwardation, bagaimana cara kerjanya, penyebabnya, perbedaannya dengan contango, serta implikasinya bagi investor ritel maupun trader aktif.
Apa Itu Backwardation?
Backwardation adalah kondisi pasar ketika harga kontrak berjangka (futures price) lebih rendah dibandingkan harga spot (spot price) dari suatu aset atau komoditas.
Secara sederhana:
Harga hari ini lebih mahal daripada harga yang disepakati untuk masa depan.
Kondisi ini sering ditemukan pada pasar komoditas seperti minyak, emas, gas alam, serta mulai banyak diamati pada pasar kripto dan derivatif kripto, khususnya Bitcoin futures.
Bagaimana Backwardation Terjadi?
Backwardation umumnya terjadi ketika pasar mengalami kelangkaan pasokan jangka pendek atau lonjakan permintaan saat ini. Investor dan pelaku pasar bersedia membayar lebih mahal untuk mendapatkan aset sekarang dibanding menunggu di masa depan.
Beberapa pemicu utama backwardation antara lain:
- Gangguan pasokan
Contohnya konflik geopolitik, bencana alam, atau gangguan logistik yang membuat pasokan menjadi terbatas. - Permintaan mendesak (urgent demand)
Ketika konsumen atau industri membutuhkan aset segera, harga spot melonjak. - Ekspektasi harga turun di masa depan
Pasar memperkirakan bahwa kondisi pasokan akan membaik, sehingga harga ke depan dianggap lebih murah. - Biaya penyimpanan rendah atau tidak relevan
Pada aset digital seperti kripto, biaya penyimpanan hampir nol, membuat dinamika backwardation lebih dipengaruhi sentimen dan likuiditas.
Contoh Sederhana Backwardation
Misalkan:
- Harga spot minyak hari ini: USD 80 per barel
- Harga kontrak futures 3 bulan ke depan: USD 75 per barel
Kondisi ini menunjukkan backwardation karena harga spot lebih tinggi daripada harga futures. Artinya, pasar saat ini “haus” akan minyak, namun memperkirakan bahwa pasokan akan membaik dalam beberapa bulan ke depan.
Backwardation vs Contango, Apa Bedanya?
Backwardation sering dibandingkan dengan contango, karena keduanya menggambarkan struktur harga futures.
| Aspek | Backwardation | Contango |
| Harga spot vs futures | Spot > Futures | Futures > Spot |
| Kondisi pasar | Kekurangan pasokan | Pasokan berlimpah |
| Sentimen | Ketegangan jangka pendek | Stabil atau surplus |
| Dampak bagi trader | Potensi roll yield positif | Risiko roll yield negatif |
Bagi investor derivatif, memahami perbedaan ini sangat penting karena dapat memengaruhi kinerja portofolio, terutama jika berinvestasi jangka menengah hingga panjang.
Dampak Backwardation bagi Investor
Backwardation bukan sekadar istilah teori, tetapi memiliki konsekuensi nyata dalam strategi investasi.
- Sinyal Kuat Kondisi Pasar
Backwardation sering dianggap sebagai sinyal bahwa pasar sedang mengalami tekanan pasokan atau ketidakpastian tinggi. Investor dapat menggunakannya sebagai indikator sentimen.
- Potensi Keuntungan bagi Trader Futures
Dalam kondisi backwardation, investor yang memegang kontrak futures dan melakukan rolling kontrak berpotensi memperoleh roll yield positif.
- Risiko Volatilitas Tinggi
Harga spot yang tinggi biasanya disertai volatilitas, sehingga manajemen risiko menjadi krusial.
- Relevan untuk Pasar Kripto
Pada pasar kripto, backwardation kerap muncul saat sentimen bearish ekstrem atau tekanan likuiditas tinggi, menjadi sinyal penting bagi trader berpengalaman.
Apakah Backwardation Selalu Buruk?
Tidak selalu. Backwardation justru bisa menjadi peluang bagi investor yang memahami konteks pasar. Namun, bagi investor pemula, kondisi ini juga bisa menjadi jebakan jika tidak disertai analisis fundamental dan manajemen risiko yang matang.
Backwardation sebaiknya tidak dilihat secara terpisah, melainkan dikombinasikan dengan:
- Analisis supply-demand
- Kondisi makroekonomi
- Kebijakan suku bunga
- Sentimen global dan geopolitik
Backwardation adalah salah satu konsep kunci dalam kamus investasi yang membantu investor membaca struktur pasar dan ekspektasi harga ke depan. Kondisi ini mencerminkan ketegangan jangka pendek dan dapat menjadi sinyal peluang maupun risiko, tergantung pada strategi yang digunakan.
Memahami backwardation bukan berarti harus langsung terjun ke instrumen derivatif, tetapi setidaknya membuat investor lebih aware, lebih kritis, dan tidak hanya bergantung pada pergerakan harga semata.
Saatnya Berinvestasi dengan Pemahaman yang Lebih Dalam bersama Nanovest
Di tengah dinamika pasar global yang semakin kompleks, literasi investasi menjadi senjata utama. Dengan memahami konsep seperti backwardation, kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan terukur.
Melalui Nanovest, kamu dapat mulai berinvestasi pada berbagai aset pilihan dengan proses yang mudah, transparan, dan didukung oleh riset yang relevan. Jangan hanya ikut arus pasar pahami strukturnya, kelola risikonya, dan bangun strategi investasimu bersama Nanovest.
Download Nanovest dan mulai perjalanan investasimu hari ini.




