Wall Street memasuki pekan baru dari posisi yang cukup kuat. S&P 500 kembali mendekati wilayah rekor setelah ditutup naik 0,6% pada Jumat, sementara kekhawatiran terhadap besarnya pengeluaran artificial intelligence mulai mereda setelah beberapa laporan keuangan terakhir memberi gambaran yang lebih positif mengenai permintaan AI.
Namun, reli tersebut akan langsung menghadapi dua ujian.
Dari sisi ekonomi, investor menunggu data inflasi AS terbaru melalui Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI). Angka tersebut akan menjadi bahan penting bagi Federal Reserve setelah laporan tenaga kerja pekan lalu kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga.
Pada saat yang sama, fokus earnings bergeser dari raksasa teknologi menuju perusahaan yang membangun infrastruktur di belakang booming AI. CoreWeave, Nebius, Cerebras, dan Applied Materials akan memberikan gambaran apakah permintaan komputasi, pusat data, dan chip masih cukup kuat untuk menopang investasi besar di sektor tersebut.
Dengan pasar kembali mendekati rekor, pekan ini akan menjadi ujian apakah optimisme investor memiliki fondasi yang cukup kuat untuk berlanjut.
CPI dan PPI Bisa Mengubah Perhitungan The Fed
Agenda terpenting minggu ini datang pada Rabu, ketika AS merilis data CPI Juli. Ekonom memperkirakan CPI naik 0,2% secara bulanan, setelah turun 0,4% pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi utama diperkirakan sedikit melambat menjadi 3,4% dari 3,5%.
CPI inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, juga diperkirakan naik 0,2% secara bulanan dan melambat menjadi 2,5% secara tahunan dari 2,6%.
Sehari setelahnya, pasar akan mendapatkan gambaran tekanan harga di tingkat produsen. PPI diperkirakan naik 0,2% secara bulanan, setelah sebelumnya turun 0,3%. Secara tahunan, angka tersebut diperkirakan melambat menjadi 4,9% dari 5,5%.
Kombinasi kedua laporan tersebut menjadi semakin penting setelah data tenaga kerja pekan lalu memberikan gambaran ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan.
Kondisi tersebut sempat mengurangi urgensi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga. Namun, inflasi yang kembali menguat dapat membuat perdebatan mengenai kenaikan suku bunga kembali terbuka, terlebih para pejabat bank sentral sebelumnya sudah terpecah mengenai arah kebijakan berikutnya.
Bank of America menilai penurunan inflasi bulan sebelumnya kemungkinan tidak membentuk tren baru. Jika CPI kali ini kembali naik sesuai perkiraan, alasan untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada September dapat menguat. Artinya, pasar tidak hanya akan memperhatikan apakah inflasi naik atau turun, tetapi juga seberapa jauh hasil aktual menyimpang dari ekspektasi.
Setelah CPI dan PPI, investor masih akan mendapatkan data penjualan ritel serta survei sentimen konsumen University of Michigan pada Jumat. Data tersebut dapat membantu menjawab pertanyaan lain: apakah konsumen AS masih cukup kuat menghadapi harga dan biaya pinjaman yang tetap tinggi.
Setelah Big Tech, Infrastruktur AI Masuk Ujian
Selain inflasi, pekan ini menjadi giliran perusahaan infrastruktur AI menunjukkan apakah booming teknologi tersebut masih menghasilkan pertumbuhan yang nyata. Perhatian akan tertuju pada CoreWeave pada Selasa, dilanjutkan Nebius Group (NBIS) dan Cerebras Systems pada Rabu. Pada Kamis, Applied Materials (AMAT) akan memberikan perspektif dari sisi peralatan semikonduktor.
Kelompok ini penting karena berada lebih dekat dengan pembangunan fisik AI: pusat data, kapasitas cloud, komputasi, chip, hingga mesin yang digunakan untuk memproduksi semikonduktor.
Nebius telah naik sekitar 122% sejak awal tahun, sementara CoreWeave mencatat kenaikan sekitar 25%. Sebaliknya, Cerebras turun sekitar 35% setelah IPO. Perbedaan itu memperlihatkan perubahan cara investor melihat tema AI.
Pada fase awal booming, peningkatan belanja Big Tech sering kali cukup untuk mendorong hampir seluruh perusahaan yang memiliki eksposur terhadap AI. Sekarang, pasar mulai memisahkan perusahaan berdasarkan pertumbuhan pendapatan, kemampuan memenuhi permintaan, profitabilitas, dan kebutuhan modal.
Earnings pekan ini akan memberi gambaran apakah investasi hyperscaler benar-benar mengalir ke perusahaan-perusahaan di lapisan infrastruktur.
CoreWeave dan Nebius dapat menunjukkan kondisi permintaan cloud dan pusat data AI. Cerebras akan menjadi indikator alternatif terhadap dominasi GPU tradisional, sementara Applied Materials dapat memberikan petunjuk mengenai kekuatan belanja modal industri chip.
Jika pertumbuhan tetap kuat, pasar mendapat bukti tambahan bahwa belanja AI belum berhenti pada perusahaan seperti Microsoft (MSFT), Amazon (AMZN), Alphabet (GOOGL), dan Meta (META). Namun, laporan yang mengecewakan dapat kembali menghidupkan pertanyaan lama: apakah kapasitas AI dibangun terlalu cepat dibanding kemampuan industri menghasilkan return?
Independensi The Fed Kembali Masuk Radar
Selain data ekonomi, pasar obligasi juga akan mencermati perkembangan politik di sekitar Federal Reserve. Gedung Putih kembali mempertimbangkan upaya untuk mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook, setelah sebelumnya terjadi proses hukum mengenai kewenangan presiden terhadap posisi tersebut.
Pada saat bersamaan, perhatian kembali tertuju pada hubungan antara Ketua The Fed Kevin Warsh dan Presiden Donald Trump. Komentar dari Direktur National Economic Council Kevin Hassett mengenai kedekatan keduanya menambah perhatian terhadap independensi bank sentral.
Isu ini relevan bagi pasar karena kredibilitas The Fed berhubungan langsung dengan ekspektasi inflasi dan imbal hasil obligasi. Yield Treasury telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Sebagian pelaku pasar mulai melihat kenaikan tersebut bukan hanya sebagai respons terhadap inflasi, tetapi juga sebagai premi risiko apabila investor menilai independensi kebijakan moneter semakin dipertanyakan.
Karena itu, CPI dan PPI pekan ini tidak akan berdiri sendiri. Jika inflasi lebih panas dari perkiraan sekaligus muncul kekhawatiran bahwa The Fed tidak cukup agresif untuk meresponsnya, tekanan terhadap pasar obligasi dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut pada akhirnya juga dapat memengaruhi valuasi saham, terutama perusahaan teknologi dengan ekspektasi pertumbuhan jangka panjang yang tinggi.
Pasar Dekati Rekor Meski Ujian Belum Selesai
Wall Street memasuki pekan ini dengan sentimen yang jauh lebih baik dibanding beberapa minggu sebelumnya. S&P 500 kembali berada di sekitar rekor, earnings kuartal kedua secara umum memberikan dukungan, dan kekhawatiran mengenai pengeluaran AI mulai bergeser menuju pertanyaan yang lebih spesifik tentang siapa yang benar-benar menghasilkan pertumbuhan dari investasi tersebut.
Namun, dua faktor dapat kembali mengubah arah pasar dengan cepat. CPI dan PPI yang lebih tinggi dapat kembali meningkatkan kemungkinan pengetatan kebijakan The Fed. Setelah Big Tech menunjukkan permintaan yang masih besar terhadap kapasitas komputasi, kini perusahaan yang memasok ekosistem tersebut harus membuktikan bahwa permintaan itu juga tercermin dalam bisnis mereka. Menjelang akhir pekan, data penjualan ritel dan sentimen konsumen akan melengkapi gambaran mengenai kondisi ekonomi AS.
Dengan indeks saham kembali mendekati rekor, perhatian pasar pekan ini kemungkinan akan memastikan bahwa reli tersebut masih memiliki dukungan dari inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang cukup sehat, dan investasi AI yang mulai memberikan hasil nyata.
Pantau Katalis Utama Wall Street Pekan Ini
Ikuti pergerakan saham Amerika menjelang rilis inflasi dan earnings perusahaan AI melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga update pasar, kebijakan The Fed, dan sentimen Wall Street lewat News serta Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: 2 key checks on AI infrastructure and inflation: What to watch this week






