Ethereum (ETH) kembali memicu perdebatan besar di komunitasnya setelah sekelompok peneliti dan pengembang mengajukan proposal yang berpotensi mengubah mekanisme staking di jaringan tersebut.
Draft proposal bernama EIP-8363 mengusulkan pengurangan imbalan validator secara bertahap ketika proporsi ETH yang di-staking terus meningkat. Tujuannya adalah membatasi pertumbuhan pasokan Ether, menjaga kelangkaan aset, sekaligus mencegah terlalu banyak ETH terkunci dalam staking.
Namun, usulan tersebut langsung memunculkan perbedaan pandangan. Sebagian pihak menilai perubahan ini dapat memperkuat nilai jangka panjang ETH, sementara yang lain khawatir justru akan melemahkan desentralisasi serta mengurangi daya tarik Ethereum bagi investor institusi.
Proposal Ingin Menekan Inflasi ETH
EIP-8363 diperkenalkan oleh enam peneliti dan pengembang Ethereum, termasuk Justin Drake dari Ethereum Foundation.
Proposal tersebut memperkenalkan mekanisme Tapered Issuance Burn, yaitu pembakaran sebagian reward validator ketika jumlah ETH yang di-staking terus meningkat. Semakin tinggi rasio staking, semakin kecil reward yang diterima validator.
Jika jumlah ETH yang dipertaruhkan mencapai sekitar 60,25 juta ETH, atau hampir 50% dari total pasokan saat ini, reward lapisan konsensus akan dipangkas sepenuhnya. Proses pengurangan itu dirancang berlangsung bertahap selama sekitar 18 bulan.
Selain memangkas reward, proposal ini juga bertujuan mempercepat penurunan tingkat inflasi Ethereum. Menurut para pengusulnya, tanpa perubahan kebijakan, lebih dari 55% pasokan ETH berpotensi terkunci dalam staking pada 2028.
Mereka menilai kondisi tersebut dapat membuat Ether kehilangan karakteristiknya sebagai aset yang netral karena semakin banyak aktivitas ekonomi bergantung pada produk liquid staking maupun derivatif staking.
Dengan mengurangi penerbitan ETH baru, pertumbuhan pasokan diperkirakan menjadi lebih rendah dan lebih mudah diprediksi. Jika dikombinasikan dengan mekanisme pembakaran biaya transaksi melalui EIP-1559, pasokan ETH bahkan dinilai berpotensi lebih sering mengalami deflasi.
Pendukung Nilai Tokenomics Akan Semakin Kuat
Kelompok pendukung proposal berpendapat bahwa Ethereum perlu mengendalikan inflasi sebelum staking tumbuh terlalu besar.
Menurut mereka, reward staking yang relatif stabil membuat hampir seluruh pemilik ETH selalu memiliki insentif untuk melakukan staking. Akibatnya, semakin banyak pasokan yang terkunci sehingga konsentrasi kepemilikan berpotensi meningkat pada penyedia staking besar maupun kustodian institusional.
Membatasi reward dinilai dapat mengurangi tekanan dilusi terhadap pemegang ETH yang tidak ikut staking sekaligus memperkuat posisi Ether sebagai aset penyimpan nilai. Pandangan serupa juga pernah disampaikan oleh Head of Research Grayscale, Zach Pandl, yang menilai pembatasan insentif staking berpotensi memberikan dampak positif terhadap harga ETH dalam jangka panjang.
Kritikus Khawatir Justru Merugikan Ethereum
Di sisi lain, proposal tersebut menuai kritik dari sejumlah pelaku industri. Pendiri Aave, Stani Kulechov, menilai pengurangan reward staking justru dapat melemahkan permintaan institusional terhadap ETH. Menurutnya, staking menjadi salah satu alasan utama perusahaan membeli Ether, sehingga penurunan imbal hasil dapat mengurangi minat tersebut.
Kekhawatiran lain datang dari para operator validator independen. Mereka menilai validator individu memiliki biaya operasional lebih tinggi dibanding penyedia staking berskala besar. Ketika reward dipangkas, kelompok inilah yang diperkirakan paling terdampak.
CEO Ether.Fi Mike Silagadze bahkan memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi mempercepat konsolidasi validator pada perusahaan-perusahaan besar yang memiliki biaya modal jauh lebih rendah.
Selain substansi proposal, sebagian pengembang juga mempertanyakan proses pembahasannya. Draft EIP-8363 dipublikasikan hanya beberapa hari sebelum tenggat pengajuan proposal untuk upgrade Hegotá, sehingga dinilai belum memberi waktu yang cukup bagi komunitas untuk mengevaluasi dampaknya secara menyeluruh.
Meski demikian, proposal ini masih berada pada tahap awal. EIP-8363 belum disetujui maupun dijadwalkan menjadi bagian dari upgrade Hegotá. Proses pembahasan masih dapat berlangsung hingga November 2026, sementara implementasi upgrade tersebut diperkirakan baru mencapai mainnet pada kuartal II 2027.
Bagi investor, perdebatan ini menunjukkan bahwa fokus Ethereum kini tidak hanya pada peningkatan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara keamanan jaringan, insentif validator, dan nilai ekonomi ETH dalam jangka panjang.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Ethereum di halaman ini.
Pantau Perkembangan Ethereum dan Aset Kripto Lainnya
Ikuti pergerakan Ethereum, Bitcoin, Solana, dan aset kripto lainnya melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga update terbaru mengenai staking, blockchain, serta sentimen pasar lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- CoinTelegraph: Ethereum researchers want to rein in staking; critics say it could backfire






