Memiliki dana Rp100 juta sering menjadi titik awal bagi banyak orang untuk mulai mempertimbangkan deposito. Nilainya sudah cukup besar untuk memperoleh bunga yang lebih menarik dibanding tabungan biasa, tetapi masih relatif terjangkau bagi banyak investor yang ingin menyimpan dana secara lebih terencana.
Lalu muncul pertanyaan yang paling sering dicari di Google: “Kalau deposito Rp100 juta, dapat bunga berapa per bulan?“
Banyak orang mengira deposito dengan bunga 5% per tahun berarti akan menghasilkan 5% setiap bulan. Padahal, bunga deposito umumnya dinyatakan dalam satuan per tahun (per annum atau p.a.), sehingga hasil yang diterima harus disesuaikan lagi dengan jangka waktu penyimpanan, metode perhitungan bank, dan ketentuan pajak yang berlaku.
Artinya, dua deposito dengan nominal yang sama belum tentu menghasilkan bunga yang sama apabila memiliki suku bunga atau tenor yang berbeda. Karena itu, sebelum memilih deposito, penting memahami bagaimana bunga sebenarnya dihitung agar Anda memiliki gambaran yang lebih realistis mengenai potensi hasil yang akan diterima.
Daftar Isi
ToggleBenarkah Deposito Rp100 Juta Selalu Memberikan Bunga yang Sama?
Tidak. Besarnya bunga deposito ditentukan oleh beberapa faktor sekaligus, bukan hanya nominal simpanan.
Beberapa faktor yang paling berpengaruh antara lain:
- Suku bunga deposito yang ditawarkan bank.
- Tenor atau jangka waktu penempatan dana, misalnya 1, 3, 6, atau 12 bulan.
- Metode perhitungan bunga yang digunakan masing-masing bank.
- Pajak atas bunga deposito, sehingga hasil bersih yang diterima dapat berbeda dari perhitungan awal.
Saat membandingkan deposito, jangan hanya melihat persentase bunga yang tertera pada brosur atau promosi. Yang lebih penting adalah memperkirakan hasil bersih yang benar-benar akan diterima saat deposito jatuh tempo.
Baca juga: Berapa Bunga Deposito Tertinggi 2026? Ini Cara Membandingkannya
Bagaimana Cara Menghitung Bunga Deposito Rp100 Juta?
Pada dasarnya, bunga deposito dihitung menggunakan tiga komponen utama:
- Nominal deposito
- Suku bunga tahunan (p.a.)
- Tenor penyimpanan
Secara sederhana, ilustrasinya dapat digambarkan sebagai berikut.
Nominal Deposito × Suku Bunga Tahunan (p.a.) × Lama Tenor = Estimasi Bunga Kotor

Setelah memperoleh estimasi bunga kotor, hasil akhirnya masih dapat dipengaruhi oleh pajak sesuai ketentuan yang berlaku serta metode perhitungan yang digunakan masing-masing bank. Setiap bank dapat memiliki kebijakan yang berbeda, melakukan simulasi terlebih dahulu biasanya menjadi cara yang lebih praktis dibanding menghitung secara manual.
Deposito Rp100 Juta Dapat Bunga Berapa?
Tidak ada satu jawaban pasti mengenai besarnya bunga deposito Rp100 juta. Hasil yang diperoleh bergantung pada beberapa faktor, seperti:
- suku bunga yang ditawarkan bank;
- tenor atau jangka waktu deposito;
- metode perhitungan bunga;
- pajak yang berlaku.
Daripada menghitung secara manual menggunakan berbagai rumus dan skenario, cara yang lebih praktis adalah menggunakan kalkulator simulasi sehingga Anda dapat langsung melihat estimasi bunga berdasarkan nominal, tenor, dan suku bunga yang diinginkan.
|
💰 Kalkulator Deposito Nanovest
Hitung Estimasi Bunga Deposito Rp100 JutaMasukkan nominal deposito, pilih tenor, lalu bandingkan berbagai skenario bunga menggunakan Kalkulator Deposito Nanovest. |
Hitung Sekarang → |
Mana yang Lebih Penting: Bunga Tinggi atau Hasil Bersih?
Saat memilih deposito, banyak orang langsung mencari angka bunga paling tinggi. Padahal, yang benar-benar akan diterima adalah hasil bersih, bukan sekadar persentase bunga yang tertera.
Sebelum memutuskan membuka deposito, ada baiknya melakukan simulasi terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda dapat membandingkan berbagai skenario berdasarkan nominal simpanan, tenor, dan suku bunga yang berbeda sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih terukur.
Setelah Menghitung Deposito, Apa yang Perlu Dipertimbangkan?
Mengetahui estimasi bunga deposito merupakan langkah awal yang baik sebelum menempatkan dana. Namun, angka tersebut sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan. Sebelum mengambil keputusan, ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan, seperti:
- tujuan penggunaan dana;
- kebutuhan likuiditas;
- jangka waktu penempatan dana;
- karakteristik masing-masing instrumen;
- potensi imbal hasil yang ditawarkan.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Anda dapat memilih instrumen yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Selain Deposito, Apa Ada Alternatif Lain?
Saat ini tersedia berbagai instrumen yang dapat digunakan untuk mengelola dana sesuai tujuan keuangan masing-masing.
Sebagai contoh:
- Deposito cocok bagi yang menginginkan simpanan berjangka dengan bunga tetap sesuai ketentuan bank.
- Reksa dana pasar uang maupun pendapatan tetap dapat menjadi pilihan bagi investor yang memiliki tujuan investasi berbeda.
- Program Earn berbasis aset digital juga mulai banyak digunakan sebagai alternatif untuk mengoptimalkan dana yang belum digunakan, dengan mekanisme yang berbeda dari deposito.
Karena setiap instrumen memiliki manfaat dan karakteristik yang berbeda, sebaiknya lakukan perbandingan terlebih dahulu sebelum memutuskan.
Mengenal IDDR Earn di Nanovest
Salah satu alternatif yang dapat dipelajari adalah IDDR Earn, yaitu Program Earn di aplikasi Nanovest yang menggunakan IDDR (Rupiah Digital) sebagai aset dasar. Melalui program ini, pengguna dapat melakukan placement IDDR untuk memperoleh potensi fixed return sesuai program dan tenor yang tersedia.
Berbeda dengan deposito yang merupakan produk simpanan perbankan, IDDR Earn adalah Program Earn berbasis aset digital. Oleh karena itu, mekanisme, manfaat, dan karakteristiknya juga berbeda. Sebelum mengikuti program, pengguna dapat melihat informasi secara transparan, antara lain:
- estimasi yield rate;
- pilihan tenor;
- periode lock;
- tanggal mulai dan berakhirnya program;
- instruksi saat jatuh tempo (maturity instruction).
Dengan begitu, pengguna dapat mempelajari detail program terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menggunakan produk tertentu. Deposito, reksa dana, maupun Program Earn memiliki mekanisme, karakteristik, manfaat, dan risiko yang berbeda. Sebelum mengambil keputusan, pastikan Anda telah memahami cara kerja setiap instrumen, membaca syarat dan ketentuan yang berlaku, serta melakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) agar keputusan yang diambil sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko Anda.







