Persaingan stablecoin mulai bergerak jauh melampaui jumlah token yang beredar. Circle, perusahaan di balik USD Coin atau USDC, mengakuisisi portofolio paten blockchain yang dikembangkan IBM selama lebih dari satu dekade. Kesepakatan tersebut memberikan Circle lebih dari 680 keluarga paten dan hampir 1.000 paten yang telah diterbitkan di seluruh dunia.
Akuisisi ini langsung menempatkan Circle sebagai salah satu pemilik kekayaan intelektual blockchain terbesar di Amerika Serikat. Langkah tersebut juga memperlihatkan ambisi perusahaan untuk tidak hanya menerbitkan dolar digital, tetapi membangun lapisan teknologi yang menopang transaksi, pembayaran, dan layanan keuangan berbasis internet.
Bagi Circle, paten-paten tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperluas ekosistem USDC sekaligus memperkuat perlindungan perusahaan dari persaingan dan sengketa teknologi.
Dari Penerbit Stablecoin Menjadi Pemilik Teknologi
IBM telah membangun portofolio paten blockchain sejak teknologi tersebut mulai banyak diuji oleh perusahaan pada pertengahan 2010-an.
Pada akhir 2025, International Business Machines (IBM) tercatat memiliki sekitar 790 paten blockchain di Amerika Serikat. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan perusahaan AS lain, termasuk Bank of America yang berada di posisi berikutnya dengan sekitar 200 paten.
Sementara itu, Circle baru menerima paten pertamanya pada Desember 2023. Paten tersebut berkaitan dengan pemrosesan data blockchain secara paralel, yaitu metode untuk memverifikasi beberapa kelompok transaksi pada saat yang sama.
Dengan mengakuisisi portofolio IBM, posisi Circle berubah dalam waktu singkat. Perusahaan tidak lagi hanya bergantung pada teknologi yang dikembangkan secara internal, tetapi kini memegang hak atas berbagai metode dasar yang dapat digunakan dalam transaksi blockchain dan layanan keuangan digital.
Cakupannya meliputi teknologi blockchain fundamental, perbankan, layanan keuangan, asuransi, verifikasi rantai pasok, infrastruktur perusahaan, hingga pengoperasian cloud yang aman.
Portofolio seluas ini dapat memberi Circle ruang lebih besar untuk mengembangkan produk tanpa terlalu bergantung pada lisensi pihak lain. Pada saat yang sama, paten tersebut dapat menjadi alat pertahanan jika muncul sengketa teknologi dengan perusahaan lain.
USDC, Arc, dan Pembayaran Jadi Fokus Utama
Circle berencana menggunakan portofolio paten tersebut di seluruh infrastrukturnya. Salah satu fokus utamanya adalah USDC, stablecoin yang nilainya dipatok terhadap dolar AS dan digunakan untuk pembayaran, perdagangan aset digital, tabungan, serta pengiriman dana lintas negara.
Circle juga tengah mengembangkan Circle Payments Network, jaringan yang menghubungkan bank, penyedia pembayaran, perusahaan teknologi finansial, dan platform aset digital untuk memproses transaksi menggunakan stablecoin.
Portofolio IBM juga akan mendukung Arc, blockchain buatan Circle yang dirancang untuk pembayaran dan kebutuhan keuangan institusional. Melalui Arc, perusahaan ingin menyediakan infrastruktur yang lebih sesuai bagi bank dan lembaga keuangan yang membutuhkan kecepatan, keamanan, kepatuhan, dan kepastian transaksi.
Selain itu, Circle menyoroti pengembangan alat keuangan berbasis agen. Teknologi ini menggunakan program berbasis artificial intelligence yang dapat menjalankan transaksi secara otomatis berdasarkan instruksi atau aturan tertentu.
Dalam praktiknya, agen AI dapat mengatur pembayaran, memindahkan likuiditas, atau menyelesaikan transaksi tanpa memerlukan persetujuan manual pada setiap tahap. Jika adopsinya meningkat, paten di bidang keamanan, cloud, dan pemrosesan transaksi dapat menjadi aset strategis bagi Circle.
Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan melihat stablecoin sebagai bagian dari infrastruktur keuangan yang lebih luas, bukan sekadar token digital yang mengikuti harga dolar AS.
Paten Bisa Menjadi Benteng dan Senjata Persaingan
Kepemilikan paten memberi pemegangnya hak untuk menentukan siapa yang dapat menggunakan suatu teknologi dan dalam kondisi apa.
Sebelum akuisisi ini, Circle telah bergabung dengan LOT Network, sebuah jaringan perusahaan yang dibentuk untuk mengurangi risiko tuntutan dari pihak yang membeli paten hanya untuk menagih biaya lisensi atau penyelesaian hukum.
Dengan hampir 1.000 paten dalam portofolionya, posisi Circle kini menjadi jauh lebih kuat. Paten tersebut dapat digunakan secara defensif untuk melindungi produk, tetapi juga berpotensi digunakan secara ofensif melalui lisensi atau tuntutan pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Circle belum menyampaikan apakah perusahaan akan menggunakan portofolio tersebut untuk mengambil tindakan terhadap perusahaan lain. Namun, kepemilikan dalam jumlah besar dapat meningkatkan daya tawar ketika perusahaan bernegosiasi dengan bank, perusahaan pembayaran, pengembang blockchain, maupun pesaing stablecoin.
Akuisisi ini juga dapat menaikkan hambatan bagi pemain baru. Perusahaan yang ingin mengembangkan sistem pembayaran atau layanan keuangan berbasis blockchain mungkin perlu memastikan teknologinya tidak melanggar paten yang kini berada di bawah kendali Circle.
Persaingan Stablecoin Semakin Kompleks
Akuisisi tersebut terjadi ketika Circle menghadapi persaingan yang semakin luas. IBM sendiri merupakan salah satu mitra dalam Open Standard, konsorsium di balik Open USD. Stablecoin tersebut diluncurkan dengan dukungan lebih dari 140 perusahaan, termasuk Visa (V), Mastercard (MA), Google (GOOG), BlackRock (BLK), Stripe, dan Coinbase (COIN).
Model Open USD dirancang untuk membagikan pendapatan dari aset cadangan kepada mitra distribusinya. Pendekatan ini berbeda dengan model penerbit stablecoin tradisional yang mempertahankan sebagian besar pendapatan bunga dari cadangan.
Konsep tersebut berpotensi menekan sumber pendapatan yang selama ini menjadi salah satu fondasi bisnis Circle. Semakin besar adopsi stablecoin pesaing, semakin ketat pula persaingan untuk memperebutkan bank, penyedia pembayaran, bursa kripto, dan pengguna institusional.
Menariknya, IBM menjual aset kekayaan intelektual blockchain kepada Circle sambil tetap mendukung ekosistem stablecoin yang dapat menjadi pesaing USDC. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa industri stablecoin tidak lagi terbagi dalam hubungan sederhana antara mitra dan pesaing.
Satu perusahaan dapat memasok teknologi kepada pemain tertentu, sekaligus mendukung standar terbuka yang menantang model bisnisnya.
Bagi Circle, portofolio paten IBM dapat menjadi cara untuk menjaga posisi di tengah perubahan tersebut. Namun, keberhasilan akhirnya tetap bergantung pada kemampuan perusahaan mengubah kepemilikan teknologi menjadi penggunaan USDC, volume pembayaran, serta pertumbuhan pendapatan yang nyata.
Pantau perkembangan Circle, USDC, dan perusahaan teknologi global lainnya melalui aplikasi investasi Nanovest. Ikuti pula kabar terbaru pasar kripto dan saham lewat News serta Artikel Tips Nanovest, agar kamu tidak melewatkan perubahan besar di balik infrastruktur keuangan digital.
Referensi +
- Decrypt: Circle Buys IBM Blockchain Patent Estate—And Becomes America's Biggest Holder






