Elon Musk makin kokoh menduduki posisi orang terkaya nomor 1 di dunia dengan estimasi kekayaan bersih bergerak di kisaran $770–870 miliar. Angka ini bahkan sempat menyentuh rekor bersejarah $1 triliun saat SpaceX resmi melantai di bursa saham (IPO) pada Juni 2026 lalu. Kekayaannya bersumber utama dari kombinasi saham publik di Tesla dan SpaceX, serta entitas privat seperti xAI.
Sementara itu, Mark Zuckerberg stabil berada di peringkat #5 dunia dengan kekayaan bersih sekitar $221–233 miliar. Kekayaan Zuckerberg hampir seluruhnya bertumpu pada kepemilikan saham di Meta Platforms yang terus mencatatkan pertumbuhan arus kas kuat.
Perbedaan skala kekayaan keduanya semakin melebar pasca-pencatatan saham publik SpaceX. Meski demikian, baik Musk maupun Zuckerberg sama-sama berhasil membuktikan dominasi imperium bisnis bernilai triliunan dolar melalui pendekatan eksekusi yang bertolak belakang.
Bisnis dan Portofolio Elon Musk
Elon Musk berfokus pada inovasi hardware, rekayasa fisik, eksplorasi antariksa, energi hijau, serta penggabungan AI dengan dunia nyata:
- Tesla (TSLA): Pionir kendaraan listrik (EV), energi terbarukan, integrasi jaringan robotaxi, hingga komersialisasi robot humanoid Optimus. Musk memegang sekitar 12–20% saham Tesla.
- SpaceX: Setelah secara resmi menggelar IPO terbesarnya pada Juni 2026, SpaceX kini telah bertransformasi menjadi perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar raksasa. Fokus utamanya tetap pada roket reusable, ekosistem internet satelit Starlink, dan infrastruktur perjalanan ke Mars.
- xAI & X Corp: Perusahaan kecerdasan buatan miliknya yang kini menyokong kluster komputasi super (Colossus) dan terintegrasi dengan platform X serta model AI Grok.
- Aset Kripto: Di luar saham pasar modal, komentar dan aktivitas Musk pada aset seperti Dogecoin dan Bitcoin masih menjadi salah satu pemicu dinamika sentimen pasar kripto global.
Bisnis dan Portofolio Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg berfokus pada pengembangan software, ekonomi iklan digital, skala jaringan pengguna (network effect), dan infrastruktur kecerdasan buatan (open-source AI).
- Meta Platforms (META): Induk raksasa media sosial yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, Threads, dan divisi hardware/VR Reality Labs. Saham META menjadi mesin pencetak kekayaan utama Zuckerberg.
- Agresivitas Investasi AI: Sepanjang tahun 2026, Meta mengalokasikan belanja modal (CapEx) masif mencapai $115–135 miliar khusus untuk pembangunan data center, superkomputer AI, dan pengembangan model open-source generasi terbaru.
- Chan Zuckerberg Initiative (CZI): Wadah investasi pribadi dan filantropi yang berfokus pada sains kesehatan, pendidikan, dan riset teknologi penyembuhan penyakit.
Tabel Perbandingan Elon Musk vs Mark Zuckerberg (Data Juli 2026)
| Aspek | Elon Musk | Mark Zuckerberg |
| Estimasi Kekayaan (2026) | $770 – 870 Miliar | $221 – 233 Miliar |
| Peringkat Dunia | #1 | #5 |
| Perusahaan Utama | Tesla, SpaceX, xAI, Neuralink, X | Meta Platforms (FB, IG, WA, Threads) |
| Fokus Bisnis | Hardware, Space, EV, AI, Energi | Media Sosial, Iklan Digital, AI, Metaverse |
| Model Kekayaan | Saham perusahaan publik (TSLA, SpaceX) & privat | Dominasi saham publik Meta (META) |
| Status SpaceX / IPO | Resmi IPO (Juni 2026) | N/A (Meta sudah lama publik) |
| Strategi Utama | High-risk, inovasi rekayasa jangka panjang | Skalabilitas platform digital & cash flow iklan |
Sentimen Publik terhadap Elon Musk dan Mark Zuckerberg
Meski sama-sama dikenal sebagai tokoh besar di industri teknologi, Elon Musk dan Mark Zuckerberg memiliki citra publik yang berbeda di mata masyarakat Amerika Serikat. Menurut survei terbaru dari Pew Research Center, mayoritas warga AS justru memiliki pandangan negatif terhadap keduanya, meskipun alasannya tidak selalu sama.

Mark Zuckerberg Lebih Banyak Mendapat Penilaian Negatif
Berdasarkan survei Pew Research Center yang dirilis pada 2025, sekitar 67% warga Amerika Serikat memiliki pandangan negatif terhadap Mark Zuckerberg. Bahkan, 26% responden mengaku memiliki pandangan yang sangat tidak positif terhadap CEO Meta tersebut.
Penilaian negatif ini relatif merata di kalangan pendukung Partai Demokrat maupun Partai Republik. Beberapa faktor yang dianggap memengaruhi persepsi publik antara lain skandal privasi data, seperti kasus Cambridge Analytica, serta kritik terhadap kebijakan moderasi konten di platform Meta.
Elon Musk Dinilai Lebih Polarisatif
Dalam survei yang sama, 54% responden menyatakan memiliki pandangan negatif terhadap Elon Musk. Namun, berbeda dengan Zuckerberg, penilaian terhadap Musk sangat dipengaruhi oleh preferensi politik.
Menurut Pew Research Center, sekitar 85% pendukung Partai Demokrat memiliki pandangan negatif terhadap Musk, terutama setelah ia menunjukkan kedekatan dengan Presiden Donald Trump dan semakin aktif menyuarakan pandangan politiknya. Sebaliknya, sekitar 73% pendukung Partai Republik justru memberikan penilaian positif dan menganggap Musk sebagai pendukung kebebasan berpendapat (free speech).
Perbedaan persepsi ini menunjukkan bahwa citra Elon Musk di Amerika Serikat jauh lebih terpolarisasi dibandingkan Mark Zuckerberg.
Baca juga: 5 Saham Amerika yang Cocok Dibeli Saat Inflasi Tinggi (Update)
Meta Mengadopsi Pendekatan Community Notes ala X
Persaingan antara Meta dan X (sebelumnya Twitter) tidak hanya terjadi dalam jumlah pengguna, tetapi juga pada cara kedua platform menangani informasi yang beredar.
Pada awal 2025, Meta mengumumkan akan mengakhiri program fact-checking yang melibatkan organisasi pemeriksa fakta independen di Facebook, Instagram, dan Threads di Amerika Serikat. Sebagai gantinya, Meta mulai mengadopsi sistem Community Notes, yaitu fitur yang memungkinkan pengguna memberikan konteks tambahan pada unggahan yang dianggap berpotensi menyesatkan.
Sistem ini sebelumnya telah diterapkan oleh X di bawah kepemimpinan Elon Musk. Menurut Meta, pendekatan berbasis komunitas dinilai dapat menghadirkan konteks secara lebih cepat dan mengurangi potensi bias dibandingkan sistem pemeriksaan fakta yang dilakukan oleh pihak ketiga.
Keputusan tersebut juga dinilai sebagai bagian dari perubahan strategi Meta dalam menghadapi meningkatnya perdebatan mengenai kebebasan berpendapat, moderasi konten, serta dinamika politik di Amerika Serikat.
Beberapa alasan yang banyak dikutip media mengenai perubahan kebijakan Meta meliputi:
- Mengurangi tuduhan sensor, dengan memberikan kesempatan kepada komunitas untuk menambahkan konteks pada suatu konten.
- Menyesuaikan pendekatan moderasi dengan perubahan dinamika politik dan regulasi di Amerika Serikat.
- Meningkatkan efisiensi, karena Community Notes memungkinkan pengguna berkontribusi secara langsung dalam memberikan informasi tambahan pada konten yang viral.
Baca juga: 7 Saham Amerika yang Paling Banyak Dimiliki Hedge Fund (Update)
Pelajaran bagi Investor
Dua tokoh ini merepresentasikan dua kutub sukses di era teknologi: Musk membuktikan bahwa lompatan teknologi fisik yang terkesan mustahil (high risk, high reward) bisa menghasilkan nilai kapitalisasi luar biasa. Di sisi lain, Zuckerberg menunjukkan betapa dahsyatnya daya tahan bisnis berbasis jaringan digital dengan margin arus kas yang tebal.
Mulai Investasi di Saham Perusahaan Teknologi Global
Sebagian besar kekayaan Elon Musk dan Mark Zuckerberg berasal dari kepemilikan saham perusahaan yang mereka bangun, seperti Tesla (TSLA) dan Meta Platforms (META). Kini, kamu juga dapat memiliki saham perusahaan Amerika Serikat secara praktis melalui Nanovest.
- Investasi saham Amerika Serikat mulai dari Rp5.000.
- Akses ke ratusan saham global, termasuk Tesla, Meta, Apple, NVIDIA, Microsoft, Amazon, dan lainnya.
- Pantau harga saham secara real-time langsung dari aplikasi.
- Kepemilikan saham tercatat atas nama investor (Fully Disclosed).
Referensi +
- Pew Research Center, "Americans' Views of Elon Musk and Mark Zuckerberg", 2025.
- Meta Newsroom (Januari 2025), Reuters, dan The New York Times.
- Pew Research Center, 2025.






