Setelah sempat menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah, SpaceX (SPCX) kini menghadapi ujian baru dari pasar. Saham perusahaan kembali melemah pada perdagangan Kamis (16/7) setelah uji penerbangan roket Starship V3 dibatalkan hanya beberapa saat sebelum peluncuran.
Kabar tersebut memperpanjang tren negatif saham SpaceX yang telah mencatat penurunan selama lima sesi perdagangan berturut-turut. Dalam perdagangan setelah penutupan bursa, saham perusahaan turun lebih dari 3% dan semakin menjauh dari harga IPO US$135 yang ditetapkan saat debutnya di Nasdaq bulan lalu.
Peluncuran Dibatalkan Akibat Masalah Mesin
Starship V3 dijadwalkan lepas landas dari fasilitas Starbase di Texas Selatan dalam misi uji terbang ke-13 SpaceX. Namun, sistem peluncuran otomatis menghentikan proses beberapa saat sebelum roket mengudara setelah mendeteksi adanya masalah pada mesin.
Menurut pembaruan dari CEO Elon Musk, beberapa mesin Raptor tidak berhasil menyala sesuai prosedur sehingga sistem secara otomatis membatalkan peluncuran demi alasan keselamatan. SpaceX berencana mengganti dua mesin yang bermasalah dan menargetkan upaya peluncuran berikutnya pada awal pekan depan.
Peluncuran ini seharusnya menjadi penerbangan perdana Starship V3, versi terbaru yang telah mendapatkan sejumlah peningkatan setelah uji coba sebelumnya pada Mei lalu berakhir dengan kegagalan pendaratan akibat masalah pada sistem propulsi.
Starship Jadi Kunci Masa Depan SpaceX
Di balik kegagalan peluncuran kali ini, Starship tetap menjadi proyek paling strategis bagi SpaceX. Roket tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung berbagai misi perusahaan, mulai dari memperluas jaringan internet satelit Starlink hingga mendukung program Artemis milik NASA yang menargetkan pendaratan manusia di Bulan.
Dalam misi yang dibatalkan tersebut, Starship juga direncanakan membawa 20 satelit Starlink generasi terbaru untuk menguji kemampuan penyebaran muatan selama penerbangan.
Sebelumnya, Federal Aviation Administration (FAA) telah memberikan izin bagi Starship untuk kembali terbang setelah SpaceX menyelesaikan investigasi atas insiden pada uji coba sebelumnya. Perusahaan juga telah melakukan sejumlah pembaruan perangkat keras dan perangkat lunak guna mengurangi risiko terulangnya masalah serupa.
Investor Tetap Optimistis untuk Jangka Panjang
Meski reaksi pasar cenderung negatif, sebagian analis menilai tekanan terhadap saham SpaceX lebih dipengaruhi oleh tingginya ekspektasi setelah IPO yang memecahkan rekor dibanding perubahan fundamental bisnis perusahaan.
Sebelum pembatalan peluncuran, investor sebenarnya berharap uji terbang Starship dapat menjadi katalis baru bagi saham SpaceX. Namun, kegagalan tersebut justru memperkuat aksi jual yang telah berlangsung sejak saham perusahaan turun di bawah harga IPO untuk pertama kalinya pekan ini.
Di sisi lain, sejumlah analis masih mempertahankan pandangan positif terhadap prospek jangka panjang SpaceX. Mereka menilai pengembangan Starship membutuhkan proses pengujian yang panjang dan setiap uji coba, termasuk yang gagal, tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi roket generasi berikutnya.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada jadwal peluncuran ulang Starship dan laporan keuangan perdana SpaceX sebagai perusahaan publik yang diperkirakan akan dirilis pada Agustus. Kedua agenda tersebut berpotensi menjadi penentu arah pergerakan saham dalam jangka pendek.
Ingin mengikuti perkembangan saham perusahaan teknologi global seperti SpaceX, Nvidia, hingga Tesla? Download aplikasi investasi Nanovest sekarang dan dapatkan update pasar terbaru melalui News serta Artikel Tips Nanovest, agar kamu selalu selangkah lebih cepat dalam mengambil keputusan investasi.
Referensi +
- Yahoo Finance:SpaceX stock loses more altitude with Starship set for test flight: What Wall Street is saying
- CNBC: SpaceX aborts Starship test flight, sending stock lower






