Harga aset kripto masih berada dalam tekanan, tetapi sejumlah indikator industri justru menunjukkan arah yang berbeda. Di tengah koreksi pasar selama tiga kuartal berturut-turut, penggunaan stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata, pasar prediksi, dan aplikasi keuangan berbasis blockchain terus berkembang.
Volume transaksi stablecoin bahkan mencapai rekor US$1,79 triliun pada Juni 2026, meskipun jumlah stablecoin yang beredar mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa lebih sedikit token digunakan untuk memproses nilai transaksi yang semakin besar.
Laporan Bitwise menilai perbedaan antara harga dan aktivitas fundamental tersebut sebagai tanda bahwa pasar mungkin terlalu berfokus pada pelemahan aset, sementara perkembangan infrastrukturnya belum berhenti. Pertanyaan bagi investor kini bukan hanya kapan harga akan pulih, tetapi apakah pertumbuhan penggunaan tersebut cukup kuat untuk menjadi fondasi siklus berikutnya.
Harga Turun Tiga Kuartal, Industri Lebih Besar dari 2022
Kuartal kedua 2026 menjadi periode kerugian ketiga berturut-turut bagi pasar kripto, rangkaian penurunan terpanjang sejak pasar bearish 2022. Indeks Bitwise 10 Large Cap Crypto turun 15,4%, dengan delapan dari 10 aset di dalamnya berada di zona merah.
Tekanan juga terlihat dari ETF Bitcoin (BTC) spot yang mencatat arus keluar kuartalan terburuk sejak diluncurkan. Aktivitas perdagangan spot dan sejumlah indikator on-chain ikut melemah karena investor ritel lebih berhati-hati mengambil risiko.
Namun, skala industri saat ini berbeda jauh dibandingkan pasar bearish sebelumnya. Menurut Bitwise, ekosistem kripto telah berkembang menjadi sekitar dua kali lebih besar dibandingkan titik terendah pada 2022.
Aktivitas transaksi Ethereum (ETH) tercatat meningkat sekitar 13 kali lipat dari level saat itu. Total nilai aset yang terkunci dalam protokol decentralized finance atau DeFi tumbuh lebih dari 60%, sementara nilai stablecoin yang beredar hampir dua kali lipat.
Likuiditas pasar juga menjadi lebih dalam dan partisipasi institusional semakin luas. Artinya, meskipun harga aset masih menggambarkan suasana pasar bearish, jaringan dan infrastruktur yang menopangnya telah berkembang secara signifikan.
Stablecoin Cetak Rekor di Tengah Penyusutan Pasokan
Salah satu perbedaan paling mencolok terlihat pada pasar stablecoin. Data Visa Onchain Analytics menunjukkan volume transfer stablecoin mencapai US$1,79 triliun pada Juni, tertinggi sepanjang sejarah.
Dalam setahun terakhir, nilai transaksi stablecoin diperkirakan mencapai sekitar 2,3 kali volume pembayaran yang diproses Visa. Angka tersebut memperkuat posisi stablecoin sebagai salah satu penggunaan blockchain yang paling nyata, khususnya untuk pembayaran lintas negara, penyelesaian transaksi, dan pengelolaan likuiditas.
Menariknya, rekor tersebut terjadi ketika total pasokan stablecoin menurun. Pada siklus sebelumnya, penyusutan pasokan sering dianggap sebagai sinyal keluarnya modal dan melemahnya permintaan. Namun kali ini, volume transaksi justru meningkat, menunjukkan aset yang tersedia digunakan dengan lebih aktif.
USDC mengambil porsi sekitar dua pertiga dari volume transaksi pada Juni. Dominasi ini menunjukkan stablecoin yang berorientasi pada kepatuhan regulasi semakin banyak digunakan seiring meningkatnya keterlibatan institusi.
Aktivitas perdagangan juga memperlihatkan pola serupa. Volume spot di sejumlah bursa utama turun sekitar 5% dibandingkan Mei, tetapi volume derivatif meningkat sekitar 4%. Investor kasual mungkin mengurangi aktivitas, tetapi trader aktif masih mempertahankan eksposurnya.
Tokenisasi dan Pasar Prediksi Tumbuh di Tengah Koreksi
Pertumbuhan industri kripto juga semakin meluas ke sektor di luar perdagangan Bitcoin dan altcoin. Nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi atau real-world assets meningkat 50,3% sepanjang 2026 menjadi US$32,89 miliar.
Tokenisasi memungkinkan aset seperti obligasi pemerintah, instrumen kredit, dana pasar uang, dan komoditas direpresentasikan serta diperdagangkan melalui jaringan blockchain. Perkembangannya menunjukkan bahwa institusi mulai memanfaatkan teknologi tersebut sebagai infrastruktur keuangan, bukan sekadar sarana spekulasi.
Pasar prediksi juga mencatat volume transaksi US$43,2 miliar selama kuartal kedua, hampir 18 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya penggunaan platform berbasis blockchain untuk memperdagangkan kontrak atas hasil politik, ekonomi, olahraga, dan berbagai peristiwa lainnya.
Di tingkat aplikasi, Hyperliquid (HYPE), PancakeSwap (CAKE), dan Aave (AAVE) masing-masing menghasilkan pendapatan mendekati US$900 juta selama 12 bulan terakhir. Indeks Bitwise Crypto Innovators 30, yang melacak perusahaan terkait industri kripto, juga naik 30,6%, berlawanan dengan pelemahan harga sebagian besar aset digital.
Kondisi tersebut menunjukkan nilai ekonomi mulai terbentuk di berbagai lapisan ekosistem, mulai dari stablecoin, bursa terdesentralisasi, pinjaman on-chain, tokenisasi, hingga pasar prediksi.
Apakah Fundamental Bisa Mengangkat Harga?
Meski data penggunaan terlihat kuat, pemulihan harga belum otomatis terjamin. Pasar masih menghadapi arus keluar ETF, pelemahan permintaan spot, serta ketidakpastian makroekonomi yang dapat menekan minat terhadap aset berisiko.
Namun, struktur kepemilikan Bitcoin mulai menunjukkan perubahan. Data River mencatat institusi dan dana investasi membeli sekitar 829.000 BTC sepanjang 2025, sementara kepemilikan dompet ritel berkurang sekitar 696.000 BTC. Meski individu masih menguasai sekitar dua pertiga pasokan Bitcoin, perpindahan tersebut menunjukkan eksposur institusional terus meningkat.
Perbedaan antara harga yang melemah dan penggunaan yang terus tumbuh dapat menjadi salah satu tema penting dalam beberapa kuartal mendatang. Apabila adopsi stablecoin, tokenisasi, dan aplikasi on-chain terus meningkat, nilai pasar aset kripto berpotensi mengejar perkembangan fundamentalnya.
Sebaliknya, koreksi yang berkepanjangan juga dapat mengurangi pendanaan, aktivitas pengembang, dan minat pengguna. Karena itu, investor perlu melihat lebih dari sekadar pergerakan harga harian dengan memantau arus dana, pendapatan protokol, aktivitas jaringan, dan pertumbuhan penggunaan nyata.
Harga boleh tertinggal, tetapi perkembangan industrinya belum berhenti. Pantau terus perubahan tren kripto dan peluang dari berbagai aset melalui News & Artikel Tips Nanovest. Mulai investasi kripto, saham Amerika, dan emas digital dengan lebih mudah dalam satu aplikasi bersama Nanovest.
Referensi +
- BeInCrypto: Crypto Bear Market? These Reports Say the Industry Has Never Been Stronger






