Hanya beberapa hari sebelum musim laporan keuangan kuartal II dimulai, perhatian investor mulai tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah belanja AI yang masif selama setahun terakhir benar-benar mulai menghasilkan pertumbuhan laba yang sepadan? Di saat yang sama, risalah rapat Federal Reserve yang dirilis semalam memperlihatkan bahwa para pembuat kebijakan masih terbelah mengenai arah inflasi dan peluang kenaikan suku bunga berikutnya. Kombinasi antara ketidakpastian kebijakan moneter dan tingginya ekspektasi terhadap kinerja emiten membuat pasar bergerak semakin selektif.
Di tengah kondisi tersebut, investor mulai kembali berfokus pada perusahaan yang memiliki katalis bisnis yang jelas. Saham-saham semikonduktor kembali menarik perhatian setelah muncul sejumlah kesepakatan baru terkait AI dan chip khusus (custom silicon), sementara sektor energi memperoleh dukungan dari kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pola ini menunjukkan bahwa pasar saat ini lebih mengutamakan perusahaan yang memiliki visibilitas pendapatan kuat dibanding sekadar mengikuti momentum indeks secara keseluruhan.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 9 Juli 2026
1. Broadcom Inc. (AVGO) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp6.875.335
- Target Price 1: Rp7.240.400
- Target Price 2: Rp7.510.125
- Stop Loss: Rp6.405.330
Mengapa Menarik?
Broadcom kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan kerja sama strategis multi-tahun senilai sekitar US$30 miliar dengan Apple. Kesepakatan tersebut memperkuat visibilitas pendapatan jangka panjang sekaligus menegaskan posisi Broadcom sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan chip khusus yang semakin dibutuhkan di era AI dan komputasi berperforma tinggi.
Momentum ini hadir bersamaan dengan membaiknya sentimen di sektor semikonduktor. Investor mulai kembali mengakumulasi saham-saham chip yang dinilai memiliki kontrak jangka panjang dan eksposur langsung terhadap pembangunan infrastruktur AI.
Di sisi fundamental, Broadcom tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid dengan bisnis semikonduktor dan perangkat lunak infrastruktur yang saling melengkapi. Penurunan rasio valuasi dibanding beberapa waktu lalu juga membuat profil risk-reward saham menjadi lebih menarik.
Dengan kombinasi kontrak strategis, permintaan AI yang terus meningkat, dan fundamental yang kuat, Broadcom masih memiliki peluang pertumbuhan yang menjanjikan dalam jangka panjang.
2. NVIDIA Corporation (NVDA) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp3.620.298
- Target Price 1: Rp3.762.720
- Target Price 2: Rp3.915.570
- Stop Loss: Rp3.432.736
Mengapa Menarik?
NVIDIA tetap menjadi tolok ukur utama dalam perkembangan industri AI global. Permintaan terhadap GPU berperforma tinggi masih terus meningkat seiring ekspansi pusat data AI oleh hyperscaler dan perusahaan teknologi di berbagai negara.
Menariknya, valuasi NVIDIA kini berada pada level yang lebih rasional dibanding beberapa tahun terakhir. Penurunan rasio P/E terjadi bersamaan dengan pertumbuhan laba yang sangat kuat, sehingga memberikan peluang masuk yang lebih menarik bagi investor jangka panjang.
Persaingan dari AMD maupun Intel memang semakin meningkat, tetapi kondisi tersebut justru mencerminkan besarnya pasar AI yang sedang berkembang. Hingga saat ini, NVIDIA masih mempertahankan keunggulan pada ekosistem perangkat keras, perangkat lunak CUDA, dan solusi AI end-to-end yang sulit disaingi.
Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan yang masih tinggi, kepemimpinan teknologi, dan prospek permintaan AI yang tetap kuat, NVIDIA masih berada di posisi strategis untuk memimpin gelombang transformasi AI berikutnya.
3. Chevron Corporation (CVX) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp3.134.378
- Target Price 1: Rp3.235.327
- Target Price 2: Rp3.295.195
- Stop Loss: Rp2.958.305
Mengapa Menarik?
Chevron mendapat dukungan positif dari kenaikan harga minyak yang kembali menguat akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan pada kuartal kedua, terutama dari bisnis hulu (upstream).
Selain diuntungkan oleh siklus harga komoditas, Chevron juga terus meningkatkan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi baru, termasuk lisensi teknologi surfaktan untuk mengoptimalkan produksi di sejumlah reservoir minyak. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga profitabilitas dalam jangka panjang.
Komitmen Chevron terhadap pemegang saham juga tetap menjadi salah satu daya tarik utama. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan telah mengembalikan sekitar US$115 miliar kepada investor melalui dividen dan program pembelian kembali saham.
Dengan kombinasi harga minyak yang mendukung, inovasi operasional, dan disiplin alokasi modal, Chevron tetap menawarkan prospek yang menarik sebagai salah satu saham energi global.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| AVGO | Spec. Buy | Rp6.875.335 | Rp7.240.400 | Rp7.510.125 | Rp6.405.330 |
| NVDA | Spec. Buy | Rp3.620.298 | Rp3.762.720 | Rp3.915.570 | Rp3.432.736 |
| CVX | Spec. Buy | Rp3.134.378 | Rp3.235.327 | Rp3.295.195 | Rp2.958.305 |
Kesimpulan
Menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartal II, investor semakin memprioritaskan perusahaan yang memiliki katalis bisnis yang jelas dan prospek pertumbuhan yang berkelanjutan. Broadcom memperkuat visibilitas pendapatan melalui kontrak strategis dengan Apple, NVIDIA tetap menjadi pemimpin dalam ekosistem AI global, sementara Chevron memperoleh dukungan dari kenaikan harga minyak dan strategi operasional yang disiplin.
Ingin memantau pergerakan AVGO, NVDA, dan CVX secara real-time? Kamu bisa menemukan saham-saham AS tersebut langsung di aplikasi Nanovest dan mengikuti update pasar terbaru melalui News & Artikel Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






