Hyperliquid (HYPE) kembali menjadi perhatian pasar kripto setelah perusahaan investasi Multicoin Capital memproyeksikan harga token tersebut berpotensi mencapai sekitar US$319 pada 2028. Target tersebut menyiratkan potensi kenaikan lebih dari 400% dari kisaran harga saat ini, didukung oleh pertumbuhan bisnis Hyperliquid yang dinilai masih belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi pasar.
Optimisme tersebut muncul meski HYPE masih terkoreksi sekitar 17% dari rekor tertingginya dalam beberapa pekan terakhir, mengikuti pelemahan pasar kripto secara umum.
Pertumbuhan Hyperliquid Dinilai Masih Sangat Kuat
Dalam laporan terbarunya, Multicoin mengungkapkan telah mengakumulasi HYPE secara agresif sejak Februari dan kini menjadikannya salah satu posisi terbesar dalam portofolio hedge fund mereka. Menurut perusahaan tersebut, pasar masih cenderung menilai Hyperliquid sebagai bursa perpetual futures biasa, padahal platform tersebut dinilai sedang berkembang menjadi ekosistem keuangan on-chain yang jauh lebih luas.
Sepanjang 2025, jumlah pengguna Hyperliquid meningkat dari sekitar 300.000 menjadi lebih dari 923.000 akun. Pada periode yang sama, open interest melonjak tiga kali lipat menjadi sekitar US$6 miliar, sementara platform membukukan pendapatan sekitar US$873 juta dengan total volume perdagangan mencapai US$2,9 triliun.
Ekspansi juga terus berlanjut melalui berbagai pengembangan seperti HIP-3 untuk pasar perpetual berbasis aset baru, HyperEVM, serta sejumlah fitur lain yang dinilai dapat memperluas utilitas jaringan di masa depan.
Fundamental Tetap Solid Meski Harga Terkoreksi
Di sisi lain, data on-chain menunjukkan bahwa pelemahan harga belum diikuti penurunan aktivitas jaringan. Jumlah alamat aktif harian HyperCore meningkat sekitar 17% dalam sehari menjadi lebih dari 68.000 alamat, sementara jumlah pemegang HYPE terus bertambah sepanjang Juni.
Hyperliquid juga menjadi salah satu dari sedikit jaringan blockchain besar yang masih mencatat pertumbuhan Total Value Locked (TVL) sepanjang 2026 ketika sebagian besar sektor DeFi justru mengalami penurunan.
Pendapatan protokol pun terus meningkat selama tiga bulan berturut-turut. Dalam 90 hari terakhir, Hyperliquid juga tercatat melakukan buyback HYPE senilai sekitar US$135 juta, lebih besar dibandingkan pasokan token baru yang dibuka kepada tim. Kondisi tersebut membantu menyerap tekanan jual sekaligus menjaga keseimbangan pasokan di pasar.
Selain itu, aktivitas whale masih terlihat aktif dengan penarikan HYPE bernilai puluhan juta dolar dari sejumlah kustodian institusional, sementara produk investasi berbasis HYPE juga mencatat arus dana positif ketika ETF Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) justru mengalami arus keluar.
Persaingan Mulai Meningkat
Meski prospeknya dinilai menarik, Hyperliquid juga menghadapi tantangan baru. Sejumlah pemain besar mulai memasuki pasar perpetual futures, termasuk Kalshi yang telah meluncurkan kontrak perpetual di Amerika Serikat, serta Coinbase dan Robinhood yang juga dikabarkan bersiap memperluas layanan serupa.
Persaingan tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap Hyperliquid, terutama karena platform ini belum dapat beroperasi secara penuh di pasar AS tanpa persetujuan regulator.
Meski demikian, kombinasi pertumbuhan pengguna, peningkatan pendapatan, aktivitas buyback, serta optimisme investor institusional membuat Hyperliquid tetap menjadi salah satu proyek DeFi yang paling banyak dipantau sepanjang tahun ini.
Ikuti terus perkembangan aset kripto terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest, dan mulai investasi aset kripto favoritmu dengan mudah dan aman di aplikasi Nanovest.
Referensi +
- Multicoin Says $HYPE Could Hit $319 as Hyperliquid Moves Beyond Perps
- HYPE Drops 17% From Record High but Hyperliquid Fundamentals Remain Strong






