Pasar altcoin mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan setelah berbulan-bulan tertinggal di belakang Bitcoin (BTC). Sejumlah data on-chain terbaru menunjukkan pasokan beberapa altcoin di bursa terus berkurang, sementara aktivitas penarikan aset ke dompet pribadi meningkat.
Perkembangan ini memunculkan kembali diskusi mengenai kemungkinan rotasi modal ke altcoin. Meski Bitcoin masih menjadi penggerak utama pasar kripto, sejumlah indikator menunjukkan tekanan jual di pasar altcoin mulai mereda dan fase akumulasi perlahan terbentuk.
Arus Keluar Bursa Mengindikasikan Akumulasi
Data CryptoQuant menunjukkan beberapa altcoin mengalami arus keluar yang lebih besar dibandingkan arus masuk di berbagai bursa kripto dalam beberapa bulan terakhir. Pola ini sering dikaitkan dengan investor yang memindahkan aset ke penyimpanan pribadi untuk tujuan jangka panjang, bukan untuk diperdagangkan dalam waktu dekat.
Beberapa aset yang mencatat arus keluar relatif kuat antara lain VGX, AMP, ZRX, SAND, QNT, YFI, CHZ, GHST, MANA, JASMY, dan COMP.
Ketika pasokan yang tersedia di bursa mulai berkurang, potensi tekanan jual juga cenderung menurun. Kondisi tersebut sering dianggap sebagai salah satu fondasi awal bagi terbentuknya tren kenaikan harga apabila permintaan kembali meningkat.
Di sisi lain, sejumlah aset besar seperti Ethereum (ETH), Chainlink (LINK), Uniswap (UNI), dan 1INCH justru mencatat arus masuk yang lebih tinggi ke bursa. Hal ini menunjukkan bahwa rotasi modal saat ini masih berlangsung secara selektif dan belum terjadi secara merata di seluruh pasar altcoin.
Indikator Siklus Altcoin Mencapai Level Tertinggi Sejak 2022
Selain data arus dana, indikator siklus pasar altcoin juga menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan.
Menurut data Glassnode, indikator Altcoin Season Signal telah mencapai level 86, tertinggi sejak akhir 2022. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sebagian besar periode sepanjang 2024 hingga awal 2025, ketika indikator sering berada di bawah level 50 dan menunjukkan dominasi kuat Bitcoin.
Peningkatan indikator ini mengisyaratkan bahwa semakin banyak altcoin yang mulai menunjukkan performa lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Secara historis, level yang mendekati 100 sering muncul ketika sebagian besar tekanan jual telah terserap pasar dan investor mulai meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko lebih tinggi.
Meski demikian, kondisi saat ini masih berbeda dibandingkan siklus altseason sebelumnya. Bitcoin tetap memegang peran dominan dalam menentukan arah pasar secara keseluruhan, sehingga pergerakan altcoin masih sangat bergantung pada stabilitas harga BTC.
Bitcoin Masih Menjadi Kunci
Walaupun sinyal akumulasi mulai terlihat, banyak analis menilai bahwa peluang altseason yang lebih luas masih membutuhkan satu faktor penting: stabilitas Bitcoin.
Selama Bitcoin mampu mempertahankan tren yang relatif stabil tanpa koreksi besar, likuiditas berpotensi mulai mengalir ke aset-aset dengan kapitalisasi lebih kecil. Sebaliknya, apabila Bitcoin kembali mengalami tekanan, investor kemungkinan akan tetap berhati-hati terhadap altcoin yang umumnya memiliki volatilitas lebih tinggi.
Untuk saat ini, pasar menunjukkan tanda-tanda awal yang konstruktif. Pasokan altcoin di bursa mulai menurun, indikator siklus membaik, dan aktivitas akumulasi meningkat pada sejumlah aset pilihan. Meski belum cukup untuk mengonfirmasi dimulainya altseason secara penuh, data terbaru menunjukkan bahwa minat investor terhadap segmen altcoin mulai kembali tumbuh.
Ingin memanfaatkan peluang di pasar kripto? Pantau pergerakan Bitcoin dan berbagai altcoin pilihan langsung di aplikasi Nanovest. Jangan lupa ikuti News dan Artikel Tips Nanovest untuk mendapatkan insight pasar terbaru setiap hari.
Referensi +
- AMB Crypto: Altcoin supply Is tightening – Traders, is the altseason narrative back?
- CryptoNews: 12 Altcoins Flash Accumulation Signals as 6 Others See Exchange Inflows






