Saham Snowflake (SNOW) melonjak tajam setelah perusahaan data cloud tersebut melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi Wall Street sekaligus mengumumkan komitmen besar terhadap Amazon Web Services (AWS).
Dalam perdagangan after-hours, saham Snowflake sempat naik hingga 36% setelah perusahaan mengumumkan rencana pengeluaran sebesar US$6 miliar ke AWS selama lima tahun ke depan. Kesepakatan tersebut mencakup penggunaan infrastruktur cloud, chip Graviton berbasis Arm milik Amazon (AMZN), hingga GPU untuk kebutuhan pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Bagi Amazon, kesepakatan ini menjadi sinyal bahwa AWS masih menjadi pemain dominan dalam perebutan belanja AI global.
Snowflake Perbesar Taruhan di Infrastruktur AI Amazon
Dalam pengumuman resminya, AWS menyebut Snowflake akan meningkatkan penggunaan chip Graviton dan layanan AI berbasis cloud milik Amazon secara agresif dalam beberapa tahun ke depan.
Kesepakatan baru senilai US$6 miliar ini jauh lebih besar dibandingkan kontrak lama Snowflake dengan AWS.
Saat IPO tahun 2020, Snowflake diketahui memiliki komitmen belanja cloud sekitar US$1,2 miliar dalam lima tahun. Nilai tersebut kemudian meningkat menjadi US$2,5 miliar pada 2023.
Kini, rata-rata pengeluaran tahunan Snowflake ke AWS diperkirakan mencapai sekitar US$1,2 miliar per tahun.
Langkah ini menunjukkan perubahan besar arah industri AI. Jika sebelumnya GPU Nvidia menjadi pusat perhatian utama untuk melatih model AI, kini banyak perusahaan mulai fokus pada kebutuhan komputasi umum untuk AI berbasis agen (agentic AI), yang membutuhkan kombinasi GPU dan CPU dalam skala besar.
Dalam konteks ini, chip Graviton berbasis Arm milik Amazon mulai mendapat momentum baru karena dinilai lebih efisien untuk menangani orkestrasi data dan workflow AI berskala besar.
AWS Makin Dominan dalam Perlombaan AI Global
Kesepakatan Snowflake menjadi tambahan kemenangan penting bagi AWS dalam perebuatan infrastruktur AI.
Sebelumnya, Anthropic juga mengumumkan rencana belanja lebih dari US$100 miliar di AWS dalam jangka panjang. Amazon sendiri juga telah menjalin kerja sama strategis dengan OpenAI dan berbagai perusahaan AI besar lainnya.
Berbeda dengan kesepakatan AWS dengan Anthropic atau OpenAI yang melibatkan investasi ekuitas, kerja sama dengan Snowflake murni berbasis penggunaan layanan cloud dan infrastruktur.
Meski begitu, nilai kontraknya tetap dianggap sangat besar dan menunjukkan bahwa AWS semakin diuntungkan oleh ledakan kebutuhan komputasi AI global.
Di saat yang sama, Snowflake juga memperkuat posisinya di ekosistem AI lewat hubungan erat dengan Nvidia. Sejak 2023, Snowflake telah mengembangkan integrasi yang mempermudah pelanggan menjalankan workload AI menggunakan GPU Nvidia langsung di platform mereka.
Perusahaan juga mengumumkan akuisisi startup AI Natoma sebagai bagian dari strategi memperluas kemampuan AI enterprise mereka.
Kinerja Snowflake Lampaui Ekspektasi Wall Street
Selain kesepakatan AI, pasar juga merespons positif laporan keuangan Snowflake yang dinilai jauh lebih kuat dari perkiraan analis.
Untuk kuartal pertama fiskal yang berakhir 30 April, Snowflake membukukan pendapatan sebesar US$1,39 miliar, naik sekitar 33% dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan pendapatan sekitar US$1,32 miliar.
Laba per saham yang disesuaikan juga berada di atas proyeksi analis. Tidak hanya itu, proyeksi kuartal berikutnya juga lebih optimistis dibanding ekspektasi Wall Street, terutama dari sisi margin operasional dan pertumbuhan pendapatan produk.
Kombinasi hasil keuangan yang kuat dan ekspansi agresif di AI membuat pasar kembali melihat Snowflake sebagai salah satu pemain penting dalam gelombang AI enterprise berikutnya.
AI Kini Jadi Pertarungan Infrastruktur Besar
Perkembangan terbaru ini memperlihatkan bagaimana perlombaan AI mulai bergeser dari aplikasi chatbot menuju pertarungan infrastruktur cloud, chip, dan pusat data.
Amazon, Microsoft, Google, Nvidia, hingga Meta kini sama-sama berlomba memperbesar kapasitas AI mereka melalui investasi raksasa di cloud computing dan semikonduktor.
Snowflake sendiri tampaknya ingin memposisikan diri bukan hanya sebagai perusahaan data cloud biasa, tetapi juga sebagai platform utama untuk workflow AI enterprise di masa depan.
Pasar kini mulai memperhatikan apakah lonjakan belanja AI seperti ini akan terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang, terutama karena perusahaan-perusahaan teknologi besar semakin agresif membangun ekosistem AI mereka masing-masing.
Buat kamu yang ingin mengikuti perkembangan saham AI dan teknologi global seperti Amazon, Nvidia, Microsoft, hingga Snowflake, kamu bisa mulai investasi saham Amerika langsung di Nanovest. Pantau juga update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk mengikuti dinamika pasar global setiap harinya.






