XRP kembali menjadi perhatian pasar kripto setelah aktivitas investor besar atau whale meningkat di tengah fase konsolidasi harga yang berlangsung cukup panjang.
Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 122 juta XRP atau senilai sekitar US$170 juta dilaporkan keluar dari Binance, memicu spekulasi bahwa investor besar mulai kembali melakukan akumulasi di area harga tertentu yang dianggap menarik.
Pergerakan ini terjadi saat XRP masih bergerak di kisaran US$1,20 hingga US$1,50 – area yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi medan tarik-menarik antara buyer dan seller.
Meski harga belum menunjukkan breakout besar, kombinasi penurunan likuiditas di bursa, arus masuk ETF XRP spot, dan aktivitas whale mulai membuat sebagian analis melihat adanya potensi pergerakan yang lebih besar dalam beberapa waktu ke depan.
Whale XRP Mulai Tarik Dana dari Bursa
Data CryptoQuant menunjukkan bahwa pada 22 Mei terjadi penarikan lebih dari 122 juta XRP dari Binance. Jumlah tersebut menjadi penarikan harian terbesar sejak Februari lalu, ketika sekitar 278 juta XRP keluar dari bursa saat harga berada di area yang hampir sama.
Menariknya, kedua lonjakan penarikan tersebut terjadi ketika XRP diperdagangkan di kisaran US$1,35 hingga US$1,43.
Hal ini membuat banyak analis mulai melihat area tersebut sebagai “zona nilai” atau area akumulasi utama bagi investor besar.
Dalam pasar kripto, arus keluar besar dari bursa umumnya dipandang sebagai sinyal bahwa investor memilih menyimpan aset mereka di cold wallet atau meningkatkan eksposur jangka panjang, sehingga mengurangi tekanan jual jangka pendek di pasar spot.
Data perubahan posisi bersih XRP di bursa juga menunjukkan penurunan tajam ke area negatif, yang menandakan lebih banyak XRP keluar dibanding masuk ke exchange.
Pola serupa sebelumnya sempat terjadi pada April lalu sebelum XRP mencatat kenaikan sekitar 17% dalam beberapa hari berikutnya.
Likuiditas Binance Menurun, Pasar Mulai Waspada
Selain aktivitas whale, pasar juga mulai memperhatikan kondisi likuiditas XRP di Binance yang terus menurun.
Laporan terbaru menunjukkan indeks likuiditas 30 hari XRP di Binance kini mendekati level nol, yang berarti jumlah order jual yang tersedia di pasar mulai menipis.
Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga biasanya menjadi lebih sensitif terhadap masuknya permintaan baru. Jika buyer kembali agresif masuk, harga bisa bergerak lebih cepat karena pasokan di order book semakin terbatas.
Analis pasar menilai situasi ini berpotensi menciptakan kondisi bullish, terutama jika sentimen pasar kripto secara umum mulai membaik. Fenomena “liquidity squeeze” seperti ini sebelumnya juga beberapa kali mendahului lonjakan harga XRP dalam siklus sebelumnya.
Di saat yang sama, permintaan terhadap ETF XRP spot berbasis AS juga terus meningkat.
Produk ETF XRP tercatat mengalami arus masuk positif selama 16 hari berturut-turut dengan total mendekati US$117 juta. Konsistensi aliran dana ini dianggap menunjukkan bahwa minat investor institusional terhadap XRP masih tetap terjaga meski pasar kripto sedang bergerak tidak stabil.
Area $1,30-$1,50 Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Secara teknikal, XRP masih bergerak dalam fase konsolidasi yang cukup panjang sejak Februari.
Level US$1,30 kini dipandang sebagai support paling penting yang harus dipertahankan buyer untuk menjaga peluang kenaikan lebih lanjut. Jika area tersebut ditembus, pasar mulai membuka kemungkinan penurunan lebih dalam menuju area US$1 atau bahkan US$0,70.
Namun di sisi lain, jika XRP berhasil breakout dari resistensi US$1,50 dengan volume yang kuat, beberapa analis melihat peluang kenaikan menuju area US$2,30 mulai terbuka.
Indikator Bollinger Bands juga menunjukkan volatilitas XRP saat ini berada di level paling ketat sejak pertengahan 2024 – kondisi yang dalam histori sebelumnya sering mendahului pergerakan harga besar.
Sebagian analis bahkan mulai membandingkan struktur konsolidasi XRP saat ini dengan fase akumulasi sebelum reli besar akhir 2024 lalu, ketika XRP sempat melonjak lebih dari 400%.
Untuk saat ini, XRP masih berada dalam fase menunggu arah baru.
Aktivitas whale, menurunnya likuiditas di bursa, dan arus masuk ETF memang mulai memberikan sinyal bahwa tekanan jual perlahan melemah. Namun pasar tetap membutuhkan breakout yang jelas untuk mengonfirmasi dimulainya momentum bullish berikutnya.
Selama XRP mampu bertahan di atas area support utama dan minat investor tetap terjaga, peluang pemulihan masih terbuka lebar.
Buat kamu yang ingin mengikuti perkembangan XRP, Bitcoin, dan aset kripto lainnya, kamu bisa mulai investasi aset digital langsung di Nanovest. Pantau juga update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk mengikuti dinamika pasar kripto setiap harinya.






