Spotify semakin agresif mengembangkan teknologi artificial intelligence (AI) sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mencapai 1 miliar pengguna aktif pada tahun 2030. Dalam acara Investor Day yang digelar di New York, manajemen Spotify memaparkan berbagai inovasi baru berbasis AI yang akan menjadi fokus utama pertumbuhan perusahaan beberapa tahun ke depan.
Salah satu fitur yang sedang dipersiapkan adalah kemampuan membuat podcast personal secara otomatis menggunakan AI. Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan konten audio yang disesuaikan dengan minat, aktivitas, hingga preferensi pribadi mereka. Selain itu, Spotify juga mengembangkan fitur remix lagu dan cover buatan pengguna dengan bantuan AI, sehingga pengalaman mendengarkan musik menjadi lebih interaktif dan personal.
Spotify menilai era konsumsi konten kini mulai bergeser dari sekadar memilih konten menjadi menciptakan pengalaman yang benar-benar disesuaikan untuk setiap pengguna. Perusahaan ingin menghadirkan platform hiburan yang mampu memadukan konten publik dan personal dalam satu ekosistem berbasis AI.
Sebelumnya, Spotify telah meluncurkan sejumlah fitur personalisasi seperti AI DJ dan Prompted Playlists yang membantu pengguna menemukan musik sesuai selera mereka. Kini perusahaan juga memperkenalkan aplikasi desktop baru yang dapat membuat ringkasan audio harian atau podcast berdasarkan email dan jadwal pengguna.
Strategi AI tersebut diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pengguna, memperbesar jumlah pelanggan berbayar, serta membuat pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di platform. Selain itu, AI juga dianggap mampu membantu Spotify menghadirkan konten lokal dengan lebih cepat di berbagai negara.
Hingga saat ini, Spotify tercatat memiliki sekitar 761 juta pengguna aktif bulanan secara global dengan sekitar 293 juta pelanggan berbayar. Pendapatan tahunan perusahaan pada 2025 mencapai sekitar US$18,5 miliar. Spotify juga melihat potensi pertumbuhan besar di sejumlah pasar berkembang seperti India, Brasil, dan Filipina.
Selain musik dan podcast, Spotify juga terus memperluas bisnis audiobook mereka. Perusahaan menyebut layanan Audiobooks+ diperkirakan mampu menghasilkan recurring revenue tahunan hingga US$100 juta. Saat ini pelanggan premium mendapatkan akses 15 jam audiobook gratis setiap bulan, sementara paket tambahan memberikan waktu mendengarkan lebih panjang.
Spotify juga mulai memperluas layanan ke sektor lain seperti fitness melalui kerja sama dengan Peloton. Ke depan, perusahaan membuka peluang menghadirkan lebih banyak layanan tambahan untuk meningkatkan monetisasi pengguna yang sudah ada.
Meski berencana menghadirkan lebih banyak fitur premium dan kenaikan harga layanan di masa depan, Spotify mengklaim tingkat churn pengguna sejauh ini masih relatif rendah. Perusahaan optimistis pemanfaatan AI akan membantu meningkatkan efisiensi operasional tanpa harus menambah jumlah karyawan secara besar-besaran.






