OpenAI dikabarkan tengah mempersiapkan langkah besar untuk melantai di bursa saham Amerika Serikat melalui initial public offering (IPO). Berdasarkan laporan terbaru, perusahaan pengembang ChatGPT tersebut berencana mengajukan dokumen IPO secara rahasia kepada regulator dalam beberapa minggu ke depan. Langkah ini diperkirakan akan menjadi salah satu penawaran saham terbesar di industri teknologi dalam beberapa tahun terakhir.
Rencana IPO OpenAI muncul hanya beberapa hari setelah perusahaan tersebut memenangkan gugatan hukum dari Elon Musk yang sempat menjadi ancaman serius bagi masa depan bisnis mereka. Kemenangan tersebut dinilai memberikan ruang lebih besar bagi OpenAI untuk mempercepat proses menuju pasar publik. Sejumlah analis menyebut penyelesaian kasus hukum itu berhasil menghilangkan hambatan besar yang sebelumnya dapat mengganggu proses IPO perusahaan.
OpenAI disebut menargetkan untuk mulai melantai di bursa secepatnya pada September mendatang. Dalam proses persiapannya, perusahaan diketahui bekerja sama dengan bank investasi besar seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley untuk menyusun prospektus IPO sebelum diajukan ke regulator Amerika Serikat.
Perusahaan yang dipimpin Sam Altman tersebut sebelumnya dikabarkan memiliki valuasi mencapai sekitar US$852 miliar. Namun, sejumlah laporan lain menyebut valuasi OpenAI saat IPO nantinya berpotensi mendekati US$1 triliun. Jika target tersebut tercapai, maka OpenAI akan menjadi salah satu perusahaan teknologi dengan valuasi terbesar saat debut di pasar saham.
Popularitas teknologi artificial intelligence (AI) yang terus meningkat menjadi faktor utama yang mendorong tingginya minat investor terhadap OpenAI. Sejak kemunculan ChatGPT, perusahaan ini berhasil menjadi salah satu pionir dalam memperkenalkan penggunaan AI generatif kepada masyarakat luas. Tren tersebut memicu antusiasme besar dari investor global yang percaya AI akan menjadi salah satu sektor teknologi paling penting di masa depan.
Pada awal tahun ini, OpenAI juga berhasil mengumpulkan pendanaan jumbo senilai sekitar US$122 miliar. Nilai tersebut bahkan disebut-sebut menjadi salah satu pendanaan terbesar dalam sejarah Silicon Valley. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat pengembangan model AI, ekspansi infrastruktur, serta meningkatkan kemampuan produk mereka di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Meski demikian, persaingan di sektor AI saat ini terus meningkat. OpenAI harus menghadapi tekanan dari sejumlah rival besar seperti Google hingga Anthropic yang mulai memperkuat posisi mereka di pasar enterprise AI. Dalam beberapa bulan terakhir, OpenAI bahkan dilaporkan telah beberapa kali merevisi roadmap produk mereka untuk menyesuaikan perkembangan pasar dan teknologi.
Hingga saat ini, ChatGPT disebut telah memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan di seluruh dunia. Selain itu, jumlah pelanggan berbayar untuk layanan konsumennya juga dikabarkan telah melampaui 50 juta pengguna. Angka tersebut menunjukkan bahwa adopsi teknologi AI generatif masih terus berkembang pesat dan berpotensi menjadi salah satu sektor paling dominan di industri teknologi global dalam beberapa tahun ke depan.






