Bitwise Asset Management resmi meluncurkan produk exchange-traded product (ETP) berbasis spot untuk Avalanche (AVAX), yang memberikan akses langsung bagi investor ke aset kripto tersebut sekaligus peluang mendapatkan imbal hasil melalui mekanisme staking. Produk ini dirancang untuk menggabungkan eksposur harga AVAX dengan potensi pendapatan tambahan dari partisipasi dalam jaringan blockchain.
Dalam pengelolaannya, Bitwise berencana mengalokasikan sekitar 70% dari total kepemilikan AVAX untuk aktivitas staking menggunakan infrastruktur internal mereka. Sementara itu, sekitar 30% sisanya disimpan sebagai cadangan likuiditas guna memenuhi kebutuhan penarikan dana serta operasional harian. Strategi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara optimalisasi imbal hasil dan fleksibilitas likuiditas.
Produk ini mulai diperdagangkan di NYSE dengan kode saham BAVA dan mencatatkan kenaikan sekitar 1,5% pada hari pertama perdagangannya. Di saat yang sama, harga AVAX juga mengalami kenaikan tipis, mencerminkan respons positif pasar terhadap peluncuran produk tersebut.
Dari sisi biaya, ETP ini memiliki sponsor fee sebesar 0,34%. Namun, Bitwise memberikan promosi berupa pembebasan biaya menjadi 0% selama bulan pertama untuk aset kelolaan hingga US$500 juta. Selain itu, produk ini dirancang untuk mendistribusikan pendapatan bersih investasi, termasuk hasil staking, secara berkala kepada para pemegang saham.
Secara struktur, dana ini menyimpan AVAX secara langsung dan memanfaatkan unit internal bernama Bitwise Onchain Solutions untuk menjalankan proses validasi jaringan serta memperoleh reward staking dalam bentuk token tambahan. Per pertengahan April, imbal hasil staking Avalanche berada di kisaran 5,4% per tahun.
Avalanche sendiri merupakan blockchain layer-1 yang dikenal dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah. Teknologi ini telah digunakan dalam berbagai inisiatif, mulai dari tokenisasi aset hingga proyek berskala institusional yang melibatkan organisasi besar seperti FIFA, pemerintah negara bagian Wyoming, serta perusahaan global seperti Toyota dan BlackRock.
Peluncuran produk ini juga terjadi di tengah tren meningkatnya adopsi produk investasi kripto di pasar tradisional. Saat ini, ETF Bitcoin secara kolektif telah menguasai lebih dari 6% suplai Bitcoin yang beredar, sementara perusahaan publik memegang sekitar 6% lainnya. Artinya, sekitar 12% dari total suplai Bitcoin kini berada di tangan institusi.
Di sisi lain, institusi keuangan besar juga semakin aktif masuk ke pasar kripto. Morgan Stanley dan Goldman Sachs menjadi contoh bank yang mulai menawarkan produk berbasis Bitcoin, baik dalam bentuk ETF maupun instrumen yang dirancang untuk menghasilkan pendapatan dengan risiko volatilitas yang lebih terkontrol.
Tren ini menunjukkan bahwa integrasi antara pasar kripto dan keuangan tradisional semakin kuat. Dengan hadirnya produk seperti ETP Avalanche dari Bitwise, investor kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan eksposur ke aset kripto sekaligus memanfaatkan potensi imbal hasil dari teknologi blockchain yang terus berkembang.






