Solana Foundation mengambil langkah serius dalam memperkuat keamanan ekosistem DeFi di jaringan mereka. Pada awal pekan ini, organisasi yang berbasis di Swiss tersebut memperkenalkan sebuah kerangka kerja audit keamanan baru, sekaligus jaringan respons insiden yang dirancang untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Langkah ini diambil karena para pelaku kejahatan siber dinilai terus berkembang dan berinovasi dalam melakukan serangan.
Bersama perusahaan keamanan Web3, Asymmetric Research, Solana Foundation meluncurkan program bernama STRIDE (Solana Trust, Resilience and Infrastructure for DeFi Enterprises). Program ini merupakan sistem terstruktur untuk mengevaluasi, memantau, serta meningkatkan standar keamanan berbagai proyek DeFi yang dibangun di atas jaringan Solana.
Dalam implementasinya, STRIDE menilai keamanan protokol berdasarkan delapan aspek utama, yaitu keamanan program, tata kelola dan kontrol akses, risiko oracle dan dependensi, keamanan infrastruktur, keamanan rantai pasok, keamanan operasional, sistem monitoring serta respons insiden, hingga manajemen log dan forensik. Setiap protokol akan dievaluasi secara independen berdasarkan standar tersebut, dan hasilnya akan dipublikasikan secara terbuka. Hal ini diharapkan dapat memberikan transparansi yang lebih tinggi bagi pengguna maupun investor dalam menilai tingkat keamanan sebuah proyek.
Peluncuran STRIDE terjadi tidak lama setelah salah satu insiden peretasan terbesar tahun ini, di mana sebuah protokol DeFi mengalami kerugian hingga sekitar US$280 juta akibat serangan rekayasa sosial yang dikaitkan dengan aktor berbahaya. Insiden ini menjadi pengingat bahwa risiko keamanan di sektor DeFi masih sangat tinggi.
Selain STRIDE, Solana Foundation juga memperkenalkan Solana Incident Response Network (SIRN), yaitu jaringan kolaboratif yang terdiri dari berbagai firma keamanan. Jaringan ini memungkinkan respons insiden secara real-time di seluruh ekosistem Solana. Anggota jaringan akan saling berbagi informasi ancaman, berkoordinasi dalam menangani serangan yang sedang berlangsung, serta berkontribusi dalam pengembangan berkelanjutan kerangka STRIDE.
Ancaman terhadap DeFi juga semakin berkembang dengan munculnya teknologi baru seperti kecerdasan buatan. Dalam beberapa kasus, teknologi ini bahkan dapat mempercepat dampak serangan dengan mengeksekusi transaksi secara otomatis dalam jumlah besar.
Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang kuartal pertama 2026, total kerugian akibat peretasan di sektor DeFi mencapai lebih dari US$168 juta yang berasal dari puluhan protokol. Meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, risiko tetap menjadi perhatian utama bagi pelaku industri.
Dengan adanya inisiatif seperti STRIDE dan SIRN, Solana berupaya membangun ekosistem DeFi yang lebih aman, transparan, dan terpercaya di tengah meningkatnya ancaman keamanan digital.






