Hyundai Motor Group resmi mengumumkan komitmen investasi besar senilai sekitar 9 triliun won atau setara US$6,26 miliar untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI), fasilitas produksi robot, serta proyek energi bersih di wilayah pesisir barat Korea Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Hyundai dalam memperkuat transformasi teknologi dan industri masa depan.
Porsi terbesar dari investasi tersebut, sekitar 5,8 triliun won, akan digunakan untuk membangun pusat data AI berskala besar. Fasilitas ini dirancang untuk mengoperasikan sekitar 50.000 unit graphics processing unit (GPU), yang merupakan komponen utama dalam pemrosesan komputasi intensif seperti pelatihan model AI, analisis data besar, hingga pengembangan sistem otonom. Dengan kapasitas tersebut, pusat data ini berpotensi menjadi salah satu infrastruktur AI terbesar di Korea Selatan dan mempercepat ambisi negara tersebut dalam ekosistem teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Selain fokus pada AI, Hyundai juga mengalokasikan sekitar 400 miliar won untuk mendirikan pabrik manufaktur robot. Fasilitas ini akan memproduksi berbagai jenis robot, termasuk robot wearable yang dapat membantu pekerja dalam aktivitas industri maupun logistik. Pengembangan robotik ini dinilai selaras dengan tren otomatisasi global yang semakin meningkat, khususnya di sektor manufaktur dan mobilitas.
Di sisi energi, Hyundai turut menginvestasikan 1 triliun won untuk pengembangan fasilitas produksi hidrogen serta 1,3 triliun won untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya. Kombinasi investasi di AI, robotika, dan energi terbarukan menunjukkan pendekatan terintegrasi Hyundai dalam membangun ekosistem industri masa depan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Seluruh proyek ini akan berlokasi di Saemangeum, kawasan reklamasi nasional yang telah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun. Awalnya dirancang untuk perluasan lahan pertanian, Saemangeum kini diarahkan menjadi pusat klaster industri strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang sebelumnya tertinggal.
Langkah agresif Hyundai ini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemain otomotif global, tetapi juga menandai pergeseran menuju perusahaan teknologi terintegrasi. Bagi investor, ekspansi ke sektor AI, robotika, dan energi bersih dapat menjadi sinyal bahwa Hyundai tengah membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang di tengah kompetisi global yang semakin berbasis teknologi.





