Awal minggu ini, harga emas dan perak tiba-tiba naik cukup kencang.
- Emas naik sekitar 1,67% ke US$ 4.670 per troy ons
- Perak naik sekitar 1,66% ke US$ 93 per troy ons
Sebelumnya emas dan perak sempat turun karena banyak orang melakukan ambil untung (taking profit). Selain itu, situasi dunia sempat terasa lebih tenang. Ketika konflik global mereda, orang biasanya tidak terlalu “panik” mencari aset aman.
Banyak analis melihat penurunan kemarin bukan tanda “cerita emas sudah selesai”. Mereka menganggap itu koreksi yang wajar.
Kenapa Orange Masih Melirik Emas?
Salah satu alasan besar: suku bunga The Fed.
The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat. Suku bunga itu seperti “harga sewa uang”. Kalau suku bunga tinggi, menaruh uang di instrumen berbunga jadi lebih menarik, dan emas kadang jadi kurang menarik. Kalau suku bunga cenderung stabil atau turun, emas bisa lebih dilirik.
Ada pandangan bahwa The Fed cenderung menahan suku bunga untuk sementara, jadi emas masih dianggap relevan.
Selain itu, masih ada kekhawatiran jangka panjang seperti:
- Defisit global (banyak negara “lebih besar pengeluaran daripada pemasukan”)
- Dolar AS melemah (kalau nilai dolar turun, harga emas dalam dolar sering terlihat naik)
- Inflasi (harga-harga naik; emas sering dipakai sebagai “pelindung” daya beli)
Harganya Sudah Tinggi. Apa Risikonya?
Karena harganya sudah tinggi, emas/perak tetap bisa turun tajam sewaktu-waktu. Jadi penting pakai “budget” seperti saat belanja: jangan taruh terlalu banyak uang di satu aset, dan jangan beli karena FOMO (takut ketinggalan).
Bagaimana dengan Perak?
Perak biasanya lebih “liar” daripada emas: bisa naik cepat, tapi juga bisa jatuh cepat. Soalnya perak dipengaruhi bukan cuma investor, tapi juga kebutuhan industri. Jadi cocok untuk yang siap dengan naik-turun lebih besar. Kalau belum nyaman, porsinya kecil saja.
Key Takeaway:
Kenaikan emas dan perak minggu ini memberi sinyal bahwa turunnya harga minggu lalu kemungkinan cuma “turun sebentar karena banyak yang ambil untung”, bukan berarti tren naiknya selesai. Tapi karena harganya sudah tinggi, strategi paling rasional bagi investor ritel saat ini bukan buru-buru mengejar harga. Lebih aman menunggu penurunan kecil dan masuk pelan-pelan, sambil tetap menjaga risiko.
Source: https://www.cnbcindonesia.com/research/20260119001210-128-703181/emas-mengamuk-di-awal-pekan-ini-ramalan-harga-terbarunya/1






