Mei 15, 2024

Meminimalkan Risiko Investasi dengan Strategi Hedging

Pernahkah kamu mendengar istilah strategi hedging dalam investasi? Dalam dunia investasi yang dinamis dan fluktuatif, memiliki strategi yang tepat adalah kunci untuk melindungi aset karena risiko kerugian dapat terjadi kapan saja. 

Untuk mengatasi ketidakpastian dan perubahan yang cepat dalam investasi, teknik hedging perlu kamu pahami untuk meminimalkan risiko kerugian yang mungkin terjadi. Lantas bagaimana strategi yang dapat kamu lakukan? Simak penjelasannya di bawah ini.

Definisi Strategi Hedging

Strategi Hedging merupakan langkah melindungi nilai aset kamu dengan meminimalkan risiko dari fluktuasi pasar di masa depan dan memaksimalkan potensi keuntungan.

Dengan menerapkan strategi hedging kamu dapat menghindari kerugian yang lebih besar karena perubahan harga aset yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya, stabilitas nilai aset dan portofolio kamu dapat terjaga.

Jenis-jenis Teknik Hedging

Strategi hedging dapat diterapkan melalui berbagai teknik tergantung pada tujuan investasi kamu. Berikut dua jenis utama teknik hedging yang dapat kamu terapkan:

1. Buying Hedge

Strategi yang dapat digunakan untuk melindungi aset investasi kamu dari potensi penurunan nilai dengan membeli instrumen lain. Kamu dapat melakukan pembelian kontrak derivatif atau opsi yang dapat memberikan keuntungan jika nilai aset pokoknya turun. 

Misalnya, melakukan diversifikasi portofolio sehingga apabila terdapat aset yang mengalami kerugian dapat ditutup dengan perolehan dari aset investasi lain.

2. Selling Hedge

Strategi yang melibatkan penjualan instrumen investasi untuk melindungi nilai aset atau investasi dari kerugian yang lebih besar.

Dalam hal ini, kamu dapat menjual instrumen keuangan tersebut dengan harapan bahwa jika nilai aset pokoknya turun, keuntungan dari penjualan dapat mengimbangi kerugian pada nilai investasi aset lainnya.

Cara Kerja Hedging

Prinsip utama dari hedging adalah untuk dapat mengurangi risiko kerugian yang dapat timbul akibat perubahan harga pasar dari nilai aset investasi. 

Dengan adanya hedging, kamu memiliki hak dan pemahaman lebih untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan sehingga dapat membatasi potensi kerugian yang mungkin timbul akibat perubahan nilai aset.

Selain itu, penggunaan kontrak atau derivatif juga menjadi strategi umum dalam melakukan hedging. Misalnya, kamu membeli saham di perusahaan dengan harapan mendapat keuntungan besar. Namun harga saham perusahaan tersebut terus menurun, sehingga merugikan kamu.

Jika kamu menerapkan strategi hedging dalam bentuk kontrak sebelum membeli saham, kamu memiliki kesempatan untuk membeli atau menjual saham dengan harga yang telah ditetapkan sebelumnya dalam perjanjian kontrak sehingga risiko kerugian dapat dihindari.

Strategi Melakukan Teknik Hedging

Dalam mengimplementasikan teknik hedging, terdapat beberapa strategi untuk mengelola risiko investasi. Berikut adalah beberapa penjelasan singkatnya.

1. Diversifikasi

Diversifikasi dilakukan dengan melakukan investasi pada aset yang beragam dan berbagai instrumen keuangan. 

Dengan cara ini, potensi kerugian dari perubahan nilai aset tertentu dapat kamu minimalisir dengan adanya kinerja positif aset lainnya, sehingga menciptakan portofolio yang lebih seimbang.

2. Average down

Strategi ini mirip dengan istilah buying hedge, di mana kamu menambahkan investasi saat harga aset tersebut mengalami penurunan untuk menjaga nilai asetnya.

Strategi ini melibatkan pembelian lebih banyak aset ketika harga turun. Meskipun berisiko, pendekatan ini dapat menghasilkan keuntungan ketika harga aset kembali naik.

3. Arbitrase

Arbitrase dilakukan melalui pembelian instrumen investasi misalnya saham kemudian segera menjualnya dengan harga lebih tinggi di tempat lain. Dengan strategi ini, kamu akan memperoleh keuntungan dari penjualan dengan nilai yang lebih tinggi dari pembelian.

Strategi ini memerlukan pemahaman mendalam tentang pasar karena melibatkan analisis perbedaan harga antara dua atau lebih pasar keuangan untuk mendapatkan keuntungan akibat adanya ketidakseimbangan pasar.

4. Derivatif

Strategi ini melibatkan penggunaan instrumen keuangan turunan disebut sebagai underlying assets. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, derivatif menggunakan sistem kontrak di mana kamu dapat menjual atau membeli aset dengan harga dan waktu tertentu yang disepakati.

Dengan begitu, kamu dapat melindungi nilai portofolio akibat perubahan harga aset sehingga tidak mengalami kerugian besar.

Kapan Strategi Hedging Dibutuhkan?

Strategi hedging dibutuhkan ketika terjadi beberapa situasi seperti:

Volatilitas Pasar Tinggi: Saat pasar mengalami fluktuasi yang signifikan, risiko kehilangan nilai investasi dapat meningkat. Strategi hedging membantu melindungi portofolio dari perubahan harga yang tiba-tiba.

Peristiwa besar: Misalnya krisis keuangan, konflik geopolitik, atau pandemi dapat menyebabkan ketidakpastian yang berdampak negatif pada pasar. Hedging dapat menjadi alat untuk mengelola risiko yang terkait dengan kondisi tersebut.

Proteksi terhadap Penurunan Nilai Aset: Jika investor memiliki keyakinan bahwa nilai aset tertentu dapat mengalami penurunan, strategi hedging dapat membantu meminimalkan potensi kerugian.

Fluktuasi Mata Uang Asing: Bagi investor yang terlibat dalam perdagangan internasional, fluktuasi nilai mata uang dapat mempengaruhi nilai investasi. Strategi hedging dapat membantu untuk menjaga agar kamu tidak perlu membayar lebih ketika nilai tukar mata uang asing menguat.

Perubahan Suku Bunga: Kenaikan suku bunga dapat berdampak negatif pada beberapa aset, terutama obligasi. Hedging dapat membantu melindungi portofolio dari perubahan suku bunga yang merugikan.

Contoh Penerapan Hedging dalam Portofolio

Misalnya, kamu memiliki saham di perusahaan pertambangan seperti emas. Kondisi pasar global, termasuk faktor seperti penawaran dan permintaan, serta ketidakpastian geopolitik, dapat mempengaruhi fluktuasi harga emas tersebut

Maka dari itu, untuk melindungi nilai portofolio dari volatilitas harga, kamu dapat menggunakan strategi hedging menggunakan derivatif atau kontrak untuk mengunci harga pembelian atau penjualan emas di masa depan. 

Dengan demikian, jika harga emas mengalami fluktuasi yang merugikan, kamu tetap dapat menjual atau membeli dengan harga yang telah ditetapkan sebelumnya dan menjaga stabilitas nilai portofolio kamu.

Oleh karena itu, penting bagi kamu menerapkan strategi hedging dalam berinvestasi. Dengan memahami dan menerapkan strategi ini, kamu dapat meminimalisir risiko kerugian akibat kondisi pasar yang tidak dapat diprediksi.

Apabila tertarik dengan investasi pada berbagai instrumen sebagai salah satu langkah strategi hedging, kamu dapat menggunakan Nanovest. Nanovest menyediakan berbagai aset investasi, seperti 2000 lebih saham Amerika Serikat, aset kripto, hingga emas digital. 

Jadi, ayo download Nanovest sekarang di App Store dan Play Store untuk mulai investasi kamu #AmansamaNano. Follow juga social media Nanovest untuk  mendapatkan insight dan analisis terbaru.

Meminimalkan Risiko Investasi dengan Strategi Hedging
by Mohammad Alparidzy

0 comments


Artikel lainnya