Des 6, 2022

Mengenal Apa Itu Strategi Buy on Weakness Saham?

energy-crisis

Dalam berinvestasi, kamu pastinya harus menggunakan strategi agar bisa memperkecil risiko dan meningkatkan keuntungan yang bisa didapatkan. Terutama untuk kamu yang memilih investasi trading, dengan strategi yang tepat, maka kamu bisa memaksimalkan capital gain dalam setiap transaksi. Salah satu strategi yang bisa kamu terapkan adalah buy on weakness (BoW).

Mengenal Strategi Buy on Weakness (BoW)

Sesuai dengan namanya, buy on weakness atau BoW adalah strategi membeli saham ketika harganya mengalami penurunan dengan harapan meraih keuntungan ketika terjadi reversal. Strategi ini umum dilakukan trader ketika sedang terjadi koreksi saham. Bahkan tidak jarang seorang trader membeli saham langsung dalam jumlah besar demi meraih keuntungan maksimal.

Pembelian saham akan dilakukan ketika harganya berada di area support dan belum mengalami kenaikan kembali. Transaksi berlangsung dalam periode waktu yang singkat, bahkan terkadang dalam hari yang sama. Meskipun strategi ini bisa sangat menguntungkan, tetapi tidak semua trader berani dan mampu menerapkannya. Sebab, penentuan saham perusahaan yang akan dibeli harus sangat hati-hati. Jika tidak, maka harga saham tidak kembali naik dan justru terus turun hingga breakdown.

Buy on Weakness Sesuai Trendline

Sebelum memulai strategi ini, terlebih dahulu kamu harus menganalisa data untuk mengetahui titik support dan resistance. Kamu bisa menggunakan berbagai metode dalam menentukannya, salah satunya yaitu moving average. Dari sini, kamu juga bisa mengetahui trendline yang berlaku sehingga bisa menerapkan strategi buy on weakness sesuai dengan kondisi pasar saham saat ini.

  • Uptrend

Uptrend atau yang dikenal juga dengan bullish trend adalah kondisi ketika harga saham sedang menguat atau terjadi kenaikan harga. Tren ini ditandai dengan titik support yang lebih tinggi dibandingkan dengan titik support sebelumnya.

Pada kondisi ini, kamu tidak perlu bingung dalam menerapkan BoW karena harga saham sedang berada pada kondisi yang bagus. Jadi ketika kamu melewatkan satu momen untuk menjual saham, kamu masih bisa menjualnya pada momen selanjutnya.

  • Sideways

Pada sideways, tren cenderung datar dan tidak menunjukkan kenaikan (uptrend) maupun penurunan (downtrend). Kondisi ini umumnya disebabkan oleh seimbangnya jumlah permintaan dan penawaran saham sehingga garis tren cenderung lurus. 

Melakukan BoW dalam kondisi pasar yang seperti ini cukup berisiko, karena sulit untuk memprediksi bagaimana kondisi pasar selanjutnya, apakah akan mengalami kenaikan atau malah penurunan? Terutama jika sideways terjadi setelah uptrend, maka risikonya akan semakin besar karena potensi terjadinya breakdown lebih tinggi.

  • Downtrend

Downtrend atau yang dikenal juga bearish trend di mana harga saham sedang melemah dan mengalami penurunan. Melakukan buy on weakness dalam kondisi pasar seperti ini harus dilakukan secara sangat hati-hati karena tren harga yang sedang menurun.

Trader harus terus memantau pergerakan harga saham dan segera melakukan penjualan ketika harganya berada di area resistance. Selain harus memantau terus pergerakan harga, trader juga harus memilih saham yang tepat dan memiliki potensi kenaikan harga dalam jangka pendek. 

Umumnya trader yang berani melakukan strategi ini pada kondisi downtrend adalah trader yang telah menguasai kemampuan analisa pasar yang cukup dalam. Sebab risiko terjadinya harga breakdown pada tren ini sangatlah besar yang akhirnya bisa menyebabkan kerugian pada trader.

Tips Menerapkan Strategi Buy on Weakness

Untuk kamu yang masih pemula dan ingin mencoba menggunakan strategi ini, maka sebaiknya hanya menerapkannya saat sedang uptrend karena risikonya yang lebih kecil. Selain itu, kamu juga harus menentukan batas stop loss untuk meminimalisir risiko kerugian saat support tidak mampu menahan penurunan harga hingga terjadi harga breakdown.

Selain itu, kamu juga harus memerhatikan tingkat permintaan dan penawaran atas suatu saham yang akan kamu beli. Jika di saat terjadi penurunan harga, saham tersebut mengalami kondisi overbought, maka kemungkinan terjadinya rebound cukup besar. Sementara jika yang terjadi adalah tingkat permintaan tetap, maka kemungkinan rebound cukup kecil.

Strategi ini juga sangat tepat diterapkan untuk membeli saham blue chip dalam situasi koreksi saham akibat october effect maupun akibat faktor lainnya, karena harga saham sedang “diskon” dan lebih terjangkau. Hal ini terbukti dengan banyaknya trader dengan modal besar yang memanfaatkan situasi “diskon” saham ini untuk memborong saham perusahaan incarannya dan mendulang keuntungan besar saat dijual kembali ketika harga kembali naik.

Namun, jika seandainya saham yang kamu beli justru terus mengalami penurunan tanpa adanya tanda rebound, maka ada hal yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  1. Segera menjual kembali saham ketika berada pada titik stop loss
  2. Menahan saham dengan harapan akan terjadi kenaikan harga di masa depan

Tertarik untuk mencoba berinvestasi saham dengan strategi buy on weakness ini? Kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Nanovest yang bisa diunduh melalui  Play Store dan AppStore. Caranya tidak sulit kok, setelah melakukan registrasi maka kamu sudah siap untuk memulai investasimu. Selain investasi saham, kamu juga bisa loh melakukan investasi crypto yang sedang trend saat ini. Jadi tunggu apa lagi, yuk segera unduh dan mulai investasimu sekarang!

Referensi:

Mengenal Apa Itu Strategi Buy on Weakness Saham?
by Nona dari Nanovest

0 comments


Artikel lainnya