Saham Tesla (TSLA) mengalami kenaikan sebesar 4% dalam extended trading pada hari Rabu setelah perusahaan mengungkapkan janjinya untuk kembali mencatatkan pertumbuhan pada tahun 2025.
Browsing: Tesla
Trump berjanji akan membeli Tesla sebagai bentuk dukungan, sementara Musk mengumumkan bahwa Tesla akan melipatgandakan produksi kendaraan listrik di AS dua tahun ke depan.
Tesla mengalami penurunan harga saham akibat dua faktor utama: penyelidikan pemerintah terhadap fitur Smart Summon yang berpotensi berbahaya, dan penurunan peringkat saham oleh Bank of America.
Tesla berhasil mencetak rekor pengiriman kendaraan pada kuartal keempat 2024, namun jumlahnya meleset dari perkiraan analis. Perusahaan juga memproyeksikan pertumbuhan pengiriman yang lebih lambat di tahun 2025.
Penurunan ini disebabkan oleh persaingan yang ketat di market EV China, terutama dalam hal perang harga. Tesla juga menghadapi tekanan dari produsen mobil lokal seperti BYD, yang mengalami peningkatan penjualan.
Analis UBS menurunkan target harga saham Tesla dan mempertahankan peringkat “Jual,” mengutip perkiraan pengiriman yang lebih rendah.
Kenaikan saham didorong oleh peningkatan rating dari Mizuho. Mizho kini merekomendasikan investor untuk membeli saham Tesla, dan menaikkan target harga menjadi $515.
Tesla akan melaporkan pendapatan Q3, setelah adanya perubahan dari hype terbaru robotaxi Tesla yang akan segera memasuki market. Wall Street ingin melihat perusahaan tersebut dalam bisnis otomotifnya.
Tesla melaporkan pendapatan Q3 2024, dengan laba $2,18 miliar. Saham turun 8% usai peluncuran Robotaxi, sementara perusahaan tetap memegang 11.509 BTC tanpa penjualan kripto.


