Raksasa teknologi global kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Asia. OpenAI dikabarkan akan segera memulai pembangunan pusat data (data center) di Korea Selatan bersama dua perusahaan semikonduktor terbesar di negara tersebut, yakni Samsung Electronics dan SK Hynix. Proyek strategis ini dijadwalkan mulai memasuki tahap konstruksi pada bulan Maret mendatang.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sains Korea Selatan, Bae Kyung-hoon, dalam sidang dengar pendapat parlemen di Seoul. Pemerintah menilai kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk memperkuat daya saing teknologi nasional, khususnya dalam menghadapi lonjakan kebutuhan komputasi akibat pesatnya perkembangan AI generatif.
Rencana pembangunan ini sebenarnya telah diumumkan sejak Oktober tahun lalu. Saat itu, pemerintah Korea Selatan mengungkapkan bahwa OpenAI berencana membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan Samsung Electronics dan SK Hynix. Kemitraan ini difokuskan pada pembangunan dua fasilitas pusat data berskala besar yang akan beroperasi di dalam negeri.
Pada fase awal, kedua data center tersebut dirancang memiliki kapasitas gabungan sekitar 20 megawatt. Kapasitas ini tergolong signifikan untuk tahap awal proyek, mengingat pusat data AI membutuhkan daya komputasi dan konsumsi energi yang jauh lebih besar dibandingkan fasilitas data konvensional. Infrastruktur ini nantinya akan digunakan untuk mendukung pelatihan model AI, pemrosesan data skala besar, hingga pengembangan layanan berbasis kecerdasan buatan.
Kolaborasi antara OpenAI dan dua raksasa chip Korea Selatan juga mencerminkan sinergi strategis antara pengembang teknologi AI dan produsen semikonduktor. Samsung Electronics dan SK Hynix dikenal sebagai pemain kunci dalam industri memori global, yang menjadi komponen vital dalam operasional pusat data berperforma tinggi. Dengan menggandeng mitra lokal, OpenAI berpotensi memperoleh efisiensi rantai pasok sekaligus akses teknologi chip mutakhir.
Dari perspektif industri, pembangunan pusat data ini menegaskan meningkatnya investasi global pada infrastruktur AI. Negara-negara berlomba menarik proyek serupa karena pusat data tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat ekosistem digital nasional.
Bagi Korea Selatan, proyek ini berpotensi memperkokoh posisinya sebagai salah satu hub teknologi terdepan di dunia. Sementara itu, bagi OpenAI, ekspansi infrastruktur di Asia menjadi langkah strategis untuk mendekatkan kapasitas komputasi ke pasar dengan pertumbuhan adopsi AI yang sangat cepat.
Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi global, pembangunan pusat data berskala besar diperkirakan akan terus menjadi fokus investasi industri teknologi dalam beberapa tahun ke depan.






