Informasi Harga Saham Tesla dan Cara Membelinya

Informasi Harga Saham Tesla dan Cara Membelinya

Tesla adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang sedang berkembang pesat karena menginisiasi alternatif kendaraan ramah energi, mobil listrik. Pada kuartal pertama tahun 2021, Tesla berhasil menjual 185 ribu mobil listrik dan mencetak laba sebesar US$438 juta atau Rp6,35 triliun! 

Tak heran, banyak yang penasaran sama harga saham Tesla dan tertarik membelinya. Nggak hanya warga Amerika Serikat, kamu juga bisa lho beli saham Tesla lewat aplikasi Nanovest.

Nah, sebelum memutuskan untuk membeli saham perusahaan milik Elon Musk ini, kamu perlu mencari tahu dulu latar belakang perusahaan dan sejarah harganya. Yuk simak ulasan berikut ini!

Apa itu Tesla?

Tesla adalah perusahaan otomotif dan penyimpanan energi yang didirikan oleh Elon Musk, Marc Tarpenning, Martin Eberhard, JB Straubel, dan Ian Wright pada Juli 2003. Saat ini, kantornya berlokasi di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Untuk mengenal profil Tesla lebih jauh, berikut ulasannya.

Profil

Tesla, Inc. adalah perusahaan produsen mobil listrik yang didirikan pada tahun 2003. Sebelumnya, perusahaan ini bernama Tesla Motors dan berganti menjadi Tesla, Inc. pada tahun 2017. Tak hanya mobil listrik, Tesla juga memproduksi komponen mesin dan perangkat pengisi ulang baterai mobil. Beberapa produk yang sudah dipasarkan oleh Tesla adalah Tesla Roadster, Tesla Model S, Tesla Model X, dan Panel Surya.

Pada tahun 2014, Elon Musk sebagai CEO Tesla mengumumkan bahwa perusahaannya akan berbagi hak paten kepada industri. Artinya, teknologi Tesla bebas digunakan oleh perusahaan lain yang juga ingin memproduksi mobil listrik. Syaratnya, perusahaan tersebut tidak akan menyalin teknologinya secara langsung atau mengajukan tuntutan hukum kepada Tesla atas hak paten tersebut. 

Dengan melepaskan paten tersebut, Tesla ingin industri mobil listrik segera terbangun, sehingga implementasi kendaraan ramah lingkungan bisa lebih cepat terjadi. 

Elon Musk, Sang Pendiri

Lahir di Afrika Selatan, 28 Juni 1971, Elon Musk menjadi salah satu inovator yang populer di dunia. Ia memiliki visi untuk mengurangi pemanasan global lewat energi terbarukan. Hal tersebut lah yang melatarbelakangi Elon menciptakan Tesla. Ia juga berusaha membangun teknologi agar manusia tidak punah dan dapat hidup di planet Mars.

Selain Tesla Inc., Elon Musk juga mendirikan beberapa perusahaan teknologi besar lain, seperti SpaceX (produsen teknologi alat luncur roket), Hyperloop (project pembangunan transportasi cepat), OpenAI (perusahaan riset kecerdasan buatan), Neuralink (project integrasi otak manusia dan kecerdasan buatan), dan The Boring Company (pembangunan terowongan untuk kendaraan listrik). Pada awal kariernya, Elon sempet mendirikan ZipX, sebuah perusahaan perangkat lunak, X.com, dan PayPal yang akhirnya diakuisisi oleh eBay. 

Dilansir dari Forbes, per tahun 2021, kekayaan bersih Elon Musk mencapai US$271 miliar. Angka tersebut membuatnya menjadi orang paling kaya di dunia, mengalahkan Jeff Bezos dan Bill Gates.

Industri

Tesla masuk ke peringkat pertama sebagai perusahaan otomotif dengan nilai tertinggi di dunia. Peringkat Tesla diikuti dengan Toyota, Volkswagen, Honda, dan Daimler (perusahaan induk Mercedes Benz). Wajar saja, pada kuartal pertama tahun 2021, Tesla berhasil menjual 185 ribu mobil listrik dan mencetak laba sebesar US$438 juta atau Rp6,35 triliun. 

Inovasi mobil berbahan bakar listrik yang diinisiasi Tesla membuat perusahaan ini tumbuh secara pesat. Ide ini memulai era baru di industri otomotif sekaligus memecahkan masalah lingkungan yang selama ini dihadapi oleh industri kendaraan bermotor. Beberapa waktu kemudian, brand mobil lain mulai meluncurkan mobil listrik, sebut saja Toyota, Hyundai, Nissan, DFSK, Lexus, hingga Mitsubishi.

Sejarah dan perkembangan saham Tesla

Pada tanggal 29 Juni 2010, Tesla Motors melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial Public Officer atau IPO) di NASDAQ. Saat itu, perusahaan melepaskan 13,3 juta lembar saham dengan harga US$17 per lembarnya. Saham tersebut disambut baik oleh investor sehingga harganya naik 41 persen menjadi US$23,89 di waktu penutupan.

Tesla mendapatkan dana IPO sebesar US$226 dan menjadi produsen mobil asal Amerika Serikat kedua setelah Ford Motor Company yang berhasil IPO. Pada awal tahun 2013, Tesla memiliki setengah nilai pasar dari Ford. 

Sayangnya, pada tanggal 6 Juli 2010, harga saham Tesla anjlok hingga berada di bawah harga IPO (US$17) karena perusahaan mengalami kerugian. Setelah itu, saham ini juga beberapa kali mengalami penurunan drastis, yaitu pada tanggal 27 Desember 2010, 13 Januari 2012, 16 Juli 2013, 6 November 2013, dan 28 September 2018.

Kendati beberapa kali mengalami penurunan, secara jangka panjang saham ini bertumbuh dengan baik. Harga saham Tesla terbaru (8 Desember 2021) mencapai US$1,042.64, tumbuh lebih dari 61 kali lipat dalam waktu 11 tahun.

Fluktuasi harga dalam jangka pendek adalah hal yang wajar terjadi dalam investasi saham. Oleh sebab itu, sangat direkomendasikan untuk berinvestasi secara jangka panjang, karena perusahaan dengan fundamental kuat akan bertambah nilainya dalam jangka panjang.

Cara beli saham Tesla

Tertarik membeli saham perusahaan teknologi yang satu ini? Kamu bisa membeli saham Tesla dengan langkah yang mudah, yaitu:

  1. Instal aplikasi Nanovest di App Store atau Play Store.
  2. Lakukan registrasi sesuai dengan petunjuk. Jangan lupa verifikasi lewat email atau nomor HP.
  3. Lakukan topup saldo ke akun Nanovest. 
  4. Cari saham Tesla di aplikasi, kamu bisa langsung membelinya.

Sebelum berinvestasi di saham yang kamu inginkan, lakukan riset dan analisa terlebih dahulu. Caranya, bisa dengan mengecek profil perusahaan, kondisi industri, laporan keuangan perusahaan, dan menganalisis pergerakan harga saham sebelumnya. Analisis ini penting kamu lakukan agar bisa menyusun strategi investasi yang akurat dan meminimalisir kerugian.

Informasi Harga Saham Tesla dan Cara Membelinya
by Nona dari Nanovest

0 comments


Artikel lainnya