Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak variatif dalam perdagangan semalam, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah perkembangan geopolitik dan dinamika pasar yang masih bergejolak. Sentimen pasar tidak banyak berubah meskipun Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu antara Israel dan Lebanon. Langkah tersebut dinilai belum cukup kuat untuk memberikan dorongan signifikan terhadap arah pasar secara keseluruhan.
Secara pergerakan, kontrak berjangka S&P 500 naik tipis sekitar 0,1%, sementara Nasdaq 100 mencatat kenaikan lebih tinggi sebesar 0,6%. Di sisi lain, Dow Jones futures justru melemah sekitar 0,2%. Pergerakan yang tidak seragam ini mencerminkan ketidakpastian yang masih membayangi pasar, terutama terkait kondisi global dan ekspektasi terhadap kinerja perusahaan.
Sebelumnya, pasar sempat menguat dan mencetak level tertinggi intraday, namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Indeks S&P 500 akhirnya ditutup melemah, diikuti oleh Nasdaq Composite yang mencatat penurunan harian terbesar dalam hampir satu bulan terakhir. Dow Jones Industrial Average juga berakhir di zona merah, menandakan tekanan jual yang masih cukup kuat di pasar saham.
Dari sisi geopolitik, meskipun terdapat kemajuan dalam hubungan antara Israel dan Lebanon, investor tetap waspada terhadap perkembangan di kawasan tersebut. Ketegangan masih berpotensi meningkat, terlebih setelah pernyataan tegas Trump yang memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mengambil tindakan keras terhadap ancaman di Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan sensitif terhadap setiap berita yang muncul.
Di luar faktor geopolitik, pergerakan saham perusahaan juga menjadi perhatian utama. Dalam perdagangan setelah jam bursa, saham Intel melonjak sekitar 15% setelah melaporkan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi serta memberikan proyeksi yang optimistis untuk periode berikutnya. Kinerja positif ini menjadi angin segar di tengah tekanan yang dialami sektor teknologi dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti IBM, Tesla, dan ServiceNow sebelumnya mengalami penurunan harga saham setelah merilis laporan keuangan. Selain itu, Meta dan Microsoft juga mulai melakukan efisiensi dengan pemangkasan tenaga kerja guna menyeimbangkan besarnya investasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada laporan keuangan dari beberapa perusahaan besar seperti Procter & Gamble, HCA Healthcare, dan Norfolk Southern. Selain itu, rilis data sentimen konsumen dari University of Michigan untuk bulan April juga akan menjadi indikator penting dalam membaca kondisi ekonomi dan arah pasar selanjutnya.






