Tekanan terhadap saham teknologi kembali menguat, dan AppLovin Corporation (NASDAQ: APP) menjadi salah satu nama yang ikut terseret dalam pusaran sentimen tersebut. Namun, di balik penyesuaian valuasi dan kekhawatiran atas ekspansi kecerdasan buatan (AI) Google, sejumlah analis Wall Street justru menilai fondasi bisnis AppLovin masih cukup kokoh untuk bertahan bahkan berkembang.
Pada 5 Februari, analis Wedbush Michael Pachter memangkas target harga saham APP dari $800 menjadi $465. Penurunan ini terlihat signifikan dan sempat memicu perhatian pelaku pasar. Meski demikian, Wedbush tetap mempertahankan rating Outperform, menandakan keyakinan bahwa saham ini masih berpotensi mengungguli pasar dalam jangka menengah hingga panjang.
Penyesuaian target harga tersebut disebut mencerminkan sentimen industri yang lebih lunak, tekanan regulasi yang meningkat, serta data terbaru dari kompetitor di sektor e-commerce. Dengan kata lain, revisi ini lebih merupakan kalibrasi ulang ekspektasi pasar ketimbang perubahan drastis pada fundamental bisnis perusahaan.
Wedbush tetap menilai AppLovin memiliki posisi dominan dalam periklanan mobile gaming, segmen yang selama ini menjadi mesin utama pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan. Dalam industri iklan digital yang semakin kompetitif, skala jaringan dan kemampuan monetisasi berbasis perangkat lunak menjadi keunggulan strategis yang tidak mudah direplikasi.
Sementara itu, pandangan berbeda datang dari Needham. Pada 26 Januari, firma tersebut justru meningkatkan rekomendasi saham AppLovin dari Hold menjadi Buy dengan target harga $700. Needham menaikkan proyeksi pendapatan e-commerce AppLovin untuk tahun 2026 menjadi $1,45 miliar, dari sebelumnya $1,05 miliar. Kenaikan estimasi ini didorong oleh peluncuran platform self-service, peningkatan belanja pengiklan, serta keyakinan bahwa pertumbuhan tersebut dapat mengimbangi pola musiman kuartal pertama yang biasanya lebih lemah.
Needham bahkan melihat potensi jalur pertumbuhan yang agresif, dengan skenario bullish di mana pendapatan AppLovin dapat berkembang menyerupai model ekspansi TikTok cepat, berbasis algoritma, dan didorong oleh efektivitas distribusi iklan.
Di tengah dinamika tersebut, kekhawatiran terbesar investor saat ini adalah ekspansi AI Google dalam ekosistem periklanan digital. Integrasi AI dalam sistem bidding, optimasi kampanye, dan analitik dinilai dapat meningkatkan efisiensi secara signifikan dan memperkuat dominasi Google. Namun, sejumlah analis berpendapat bahwa ancaman tersebut tidak serta-merta menggerus posisi AppLovin.
AppLovin membangun platform berbasis perangkat lunak yang terintegrasi langsung dengan pengembang aplikasi dan publisher, khususnya di sektor mobile gaming. Kedekatan dengan ekosistem ini memberi perusahaan diferensiasi tersendiri. Selain itu, langkah ekspansi ke e-commerce dan Connected TV (CTV) dinilai sebagai strategi diversifikasi yang memperluas sumber pertumbuhan dan mengurangi ketergantungan pada satu segmen pasar.
Ekspansi ke CTV, khususnya, terjadi saat belanja iklan global mulai bergeser ke platform streaming dan televisi terhubung internet. Jika strategi ini dieksekusi dengan disiplin, AppLovin berpotensi memperoleh eksposur pada segmen iklan yang lebih premium dan bertumbuh.
Meski demikian, risiko tetap ada. Regulasi privasi data yang semakin ketat, perubahan kebijakan platform besar, serta volatilitas belanja iklan global akibat perlambatan ekonomi dapat memengaruhi kinerja jangka pendek. Investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini sebelum mengambil keputusan.
Namun, seperti yang kerap terjadi di pasar saham, volatilitas sering kali menciptakan peluang bagi investor yang mampu melihat melampaui sentimen sesaat. Dengan profitabilitas yang kuat, ekspansi strategis, serta dukungan analis yang masih konstruktif, AppLovin tetap menjadi salah satu saham teknologi yang menarik untuk dicermati.
Pada akhirnya, pertanyaannya bukan hanya apakah AI Google akan mengubah lanskap industri, tetapi juga siapa saja yang mampu beradaptasi paling cepat. Untuk saat ini, banyak analis percaya AppLovin masih berada dalam posisi untuk bersaing dan mungkin mengejutkan pasar sekali lagi.






