Pasar kripto kembali mengalami tekanan signifikan setelah ketidakpastian politik di Amerika Serikat memicu gelombang aksi jual global. Pada Minggu malam waktu setempat, sekitar US$100 miliar nilai kapitalisasi pasar kripto dilaporkan hilang dalam waktu singkat. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat, yang berisiko mengganggu stabilitas ekonomi dan pasar keuangan global.
Ketegangan bermula dari perdebatan di Senat Amerika Serikat terkait rancangan pendanaan pemerintah. Sejumlah senator dari Partai Demokrat mengancam akan memblokir paket anggaran jika di dalamnya tetap terdapat alokasi dana untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS). Penolakan ini muncul setelah insiden penembakan oleh agen federal yang memicu sorotan tajam terhadap kebijakan dan pengawasan lembaga tersebut. Situasi politik yang memanas ini membuat pasar global, termasuk kripto, bergerak defensif.
Dampaknya terlihat jelas pada pergerakan harga aset digital utama. Dalam kurun waktu kurang dari tujuh jam, total kapitalisasi pasar kripto turun dari sekitar US$2,97 triliun menjadi US$2,87 triliun. Bitcoin mengalami koreksi sekitar 3% dalam 24 jam terakhir, sementara tekanan lebih besar dialami oleh altcoin. Ethereum, sebagai aset kripto terbesar kedua, mencatatkan penurunan lebih dari 5% dalam periode yang sama.
Selain penurunan harga, volatilitas tinggi juga memicu likuidasi besar-besaran di pasar derivatif kripto. Lebih dari US$360 juta posisi dengan leverage terpaksa ditutup dalam satu hari, dengan mayoritas berasal dari posisi long. Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar sebelumnya mengambil posisi optimistis, namun akhirnya harus keluar akibat pergerakan harga yang berlawanan.
Kekhawatiran investor semakin bertambah setelah peluang penutupan pemerintahan Amerika Serikat pada akhir Januari meningkat tajam. Pasar prediksi memperkirakan probabilitas penutupan mencapai sekitar 80%, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Di luar isu anggaran, sentimen pasar juga tertekan oleh pernyataan Presiden Donald Trump terkait potensi kenaikan tarif perdagangan serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pengalaman masa lalu turut memengaruhi sikap hati-hati investor. Pada penutupan pemerintahan AS sebelumnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, pasar kripto sempat mengalami penurunan tajam di tengah ketidakpastian kebijakan dan gejolak global. Sejak saat itu, aset tradisional seperti emas kerap menjadi pilihan utama investor saat risiko geopolitik meningkat.
Saat ini, indikator sentimen pasar kripto masih berada di zona pesimistis, mencerminkan dominasi sikap wait and see di kalangan investor. Kondisi ini menegaskan bahwa dinamika politik global masih menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan pasar kripto dalam jangka pendek.






