Aktivitas jaringan Ethereum kembali mencuri perhatian pasar kripto. Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah alamat aktif harian di jaringan utama (mainnet) Ethereum tercatat melampaui seluruh jaringan layer-2 yang selama ini dikenal sebagai solusi penskalaan. Kondisi ini terjadi di tengah turunnya biaya transaksi atau gas fee, yang membuat penggunaan Ethereum menjadi jauh lebih terjangkau dibandingkan periode sebelumnya.
Lonjakan aktivitas ini menandai pergeseran perilaku pengguna yang sebelumnya banyak beralih ke jaringan layer-2 demi biaya lebih murah. Kini, dengan biaya gas yang relatif rendah, mainnet Ethereum kembali menjadi pilihan utama untuk bertransaksi. Data menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif harian sempat mendekati satu juta, bahkan sempat menembus lebih dari satu juta alamat sebelum akhirnya stabil di kisaran ratusan ribu alamat per hari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan aktivitas di jaringan layer-2 populer seperti Arbitrum, Base, maupun OP Mainnet.
Peningkatan aktivitas jaringan ini tidak lepas dari pembaruan besar Ethereum yang dilakukan pada akhir tahun lalu. Upgrade tersebut berhasil menekan biaya transaksi secara signifikan, sehingga aktivitas di mainnet menjadi lebih efisien. Namun demikian, para analis menilai bahwa lonjakan ini tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan pengguna organik.
Sebagian peningkatan aktivitas diduga berasal dari praktik yang dikenal sebagai address poisoning atau dusting attack. Dalam skema ini, pelaku mengirimkan transaksi bernilai sangat kecil dari alamat dompet yang menyerupai alamat milik pengguna. Tujuannya adalah mengecoh korban agar salah menyalin alamat saat melakukan transaksi berikutnya. Biaya jaringan yang rendah membuat metode ini semakin mudah dan murah dilakukan dalam skala besar.
Meski terdapat aktivitas yang bersifat manipulatif, posisi Ethereum dalam ekosistem kripto global tetap sangat kuat. Ethereum masih menjadi blockchain utama untuk berbagai aset on-chain, mulai dari stablecoin hingga aset dunia nyata yang ditokenisasi. Nilai total aset yang berada di jaringan Ethereum kini telah melampaui ratusan miliar dolar AS, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap keamanan dan ekosistemnya.
Ke depan, tren tokenisasi diperkirakan akan terus berkembang pesat, seiring meningkatnya adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan global. Bagi investor, dinamika ini menunjukkan bahwa memahami kondisi jaringan, biaya transaksi, serta risiko keamanan menjadi semakin penting dalam mengambil keputusan.
Melalui Nanovest, investor dapat memantau perkembangan aset kripto dan pasar global dengan lebih mudah, transparan, dan terstruktur. Dengan pemahaman yang tepat, investor dapat menyusun strategi yang lebih bijak di tengah cepatnya perubahan ekosistem kripto.






