Harga XRP kembali mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Dalam lima hari terakhir, aset kripto ini tercatat turun sekitar 12% dan mulai menunjukkan sinyal teknikal bearish yang berpotensi membuka peluang penurunan lebih lanjut. Sejumlah analis menilai pergerakan harga XRP saat ini masih berada dalam fase koreksi meskipun minat investor institusi terhadap produk ETF XRP terus meningkat.
Secara teknikal, pasangan XRP/USD diketahui membentuk pola bear pennant sejak awal Februari pada grafik tiga harian. Pola ini umumnya dianggap sebagai sinyal kelanjutan tren penurunan dalam analisis teknikal. Konfirmasi bearish muncul setelah harga menembus garis support utama di area US$1,40.
Berdasarkan pengukuran pola tersebut, target penurunan XRP diperkirakan dapat mencapai area sekitar US$0,65. Jika skenario ini terjadi, maka harga XRP berpotensi turun lebih dari 50% dari posisi saat ini. Beberapa analis juga menyoroti indikator Stochastic RSI pada grafik mingguan yang kembali membentuk death cross, sinyal yang sebelumnya pernah muncul menjelang koreksi besar XRP pada tahun lalu.
Analis teknikal menilai bahwa kegagalan XRP bertahan di area resistance mingguan dapat memicu gelombang penurunan berikutnya. Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) harian juga mengalami pelemahan signifikan dalam sepekan terakhir, menandakan momentum bearish mulai mendominasi pasar.
Level support penting yang kini menjadi perhatian pelaku pasar berada di sekitar US$1,27. Jika area tersebut gagal dipertahankan, XRP berpotensi turun menuju US$1,11 hingga menyentuh level psikologis US$1.
Menariknya, tekanan harga XRP justru terjadi di tengah arus dana positif pada produk ETF XRP spot di Amerika Serikat. Data terbaru menunjukkan ETF XRP masih mencatat inflow selama sembilan hari berturut-turut dengan total dana masuk mencapai sekitar US$95,5 juta. Total aset kelolaan produk ETF XRP kini bahkan telah menembus sekitar US$1,14 miliar.
Tidak hanya di Amerika Serikat, produk investasi XRP secara global juga mencatat performa cukup kuat. Dalam pekan terakhir, produk investasi berbasis XRP mencatat inflow sekitar US$67,6 juta. Angka tersebut bahkan mengungguli Bitcoin dan Ethereum yang justru mengalami outflow pada periode yang sama.
Kondisi ini menunjukkan bahwa minat investor institusi terhadap XRP masih cukup tinggi, terutama melalui produk investasi yang telah teregulasi. Sejumlah analis menilai faktor seperti perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat, validasi teknikal yang lebih kuat, serta pemulihan aktivitas jaringan XRP dapat menjadi pendorong potensi rebound harga di masa mendatang.





