Trump Janjikan Regulasi Kripto Segera Rampung, Bitcoin Menguat
Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan penguatan moderat setelah Donald Trump menyampaikan komitmen terbarunya terhadap industri kripto dalam forum internasional di Davos, Swiss. Berdasarkan data pasar, Bitcoin sempat naik hingga sekitar 1,7% dalam satu hari, mencerminkan respons positif investor terhadap pernyataan tersebut.
Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mempertahankan posisinya sebagai pusat industri kripto global. Ia menyebut bahwa pemerintahannya tengah mendorong kebijakan yang mendukung inovasi teknologi, efisiensi pembiayaan, serta perluasan akses keuangan bagi masyarakat. Menurut Trump, regulasi yang jelas dan progresif menjadi kunci agar ekosistem kripto dapat berkembang secara berkelanjutan.
Trump juga mengungkapkan bahwa Kongres Amerika Serikat saat ini sedang menggarap rancangan undang-undang terkait struktur pasar aset kripto. Regulasi tersebut akan mencakup berbagai aset digital, termasuk Bitcoin. Ia berharap proses legislasi ini dapat segera rampung dan ditandatangani dalam waktu dekat, sehingga mampu membuka peluang baru bagi masyarakat Amerika untuk meningkatkan kemandirian finansial melalui teknologi digital.
Selain isu kripto, pernyataan Trump mengenai kebijakan geopolitik turut memengaruhi pasar keuangan. Ia menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer dalam isu Greenland, yang langsung disambut positif oleh pasar saham Amerika Serikat. Indeks saham utama bergerak menguat, mencerminkan meredanya kekhawatiran investor terhadap potensi konflik global.
Optimisme Trump juga tercermin dari pandangannya terhadap pasar saham. Ia menyebut bahwa indeks Dow Jones berpotensi mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa waktu ke depan. Pernyataan ini semakin memperkuat sentimen positif di pasar keuangan secara keseluruhan.
Di sisi lain, pasar global masih mencermati dinamika ekonomi Jepang. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun dilaporkan naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Kenaikan ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal Jepang, mengingat rasio utang pemerintah yang sangat tinggi serta meningkatnya beban pembayaran bunga di masa mendatang. Kondisi tersebut berpotensi memicu volatilitas di pasar obligasi global dan turut memengaruhi sentimen aset berisiko, termasuk kripto.
Sementara itu, pergerakan harga Bitcoin sepanjang Januari menunjukkan pola konsolidasi dengan kecenderungan kembali ke area harga awal tahun 2026. Beberapa analis menilai kondisi ini sebagai fase penyeimbangan pasar, di mana area dukungan dinilai cukup kuat untuk menahan tekanan jual. Meski volatilitas masih mungkin terjadi, struktur harga saat ini dinilai memberi ruang bagi potensi pemulihan yang lebih sehat ke depan.
Bagi investor, kombinasi faktor regulasi, kebijakan global, dan kondisi makroekonomi tetap menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi investasi aset kripto.






