Pergerakan harga Bitcoin (BTC) sepanjang awal 2026 masih menunjukkan tekanan yang cukup kuat. Sejumlah analis dan trader menilai bahwa kenaikan harga yang sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir belum mencerminkan perubahan tren, melainkan hanya jeda sementara dalam struktur pasar yang masih bearish. Kondisi ini membuat pasar belum sepenuhnya yakin bahwa Bitcoin telah memasuki fase pemulihan jangka panjang.
Dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sentimen negatif masih mendominasi. Banyak pelaku pasar menilai belum ada katalis yang cukup kuat untuk mengubah arah tren. Bahkan, beberapa proyeksi menyebutkan bahwa Bitcoin masih berpotensi kembali menguji level terendah yang tercapai pada April tahun lalu, yaitu di kisaran US$75.000 hingga US$76.000. Level ini dianggap sebagai target realistis apabila tekanan jual kembali meningkat.
Setelah hampir menyentuh area US$95.000, harga Bitcoin kembali turun mendekati level pembukaan tahunan. Pergerakan ini menimbulkan kekhawatiran baru, terutama karena BTC kini kembali berada di sekitar zona psikologis US$90.000. Pada kerangka waktu intraday, risiko pelemahan lanjutan masih terbuka, terutama jika tekanan jual terus berlanjut tanpa dukungan volume beli yang kuat.
Beberapa analis teknikal menyoroti kegagalan Bitcoin dalam menembus resistance sebagai sinyal penolakan pasar. Fokus kini tertuju pada area support di kisaran US$87.500 hingga US$89.000. Zona ini dipandang krusial karena dapat menjadi penentu apakah harga mampu bertahan atau justru melanjutkan koreksi lebih dalam. Selain itu, potensi terbentuknya pola death cross pada grafik mingguan semakin memperkuat pandangan hati-hati terhadap arah pasar.
Dalam kondisi seperti ini, setiap kenaikan harga justru dianggap sebagai peluang untuk mengambil keuntungan jangka pendek, bukan sebagai awal dari tren naik yang berkelanjutan. Banyak trader memilih strategi defensif sambil menunggu konfirmasi yang lebih jelas terkait perubahan struktur pasar.
Di sisi lain, sebagian pelaku pasar menilai bahwa penurunan lebih dalam justru dapat menjadi fondasi yang lebih sehat bagi pergerakan jangka panjang. Secara historis, Bitcoin kerap membentuk dasar harga yang kuat setelah melalui fase volatilitas dan pembersihan tekanan jual. Menembus level terendah Januari, yang berada sedikit di bawah US$87.500, dinilai dapat membantu pasar menemukan titik keseimbangan baru.
Bagi investor, situasi ini menegaskan pentingnya manajemen risiko dan perspektif jangka panjang. Volatilitas tetap menjadi karakter utama Bitcoin, dan pergerakan harga jangka pendek tidak selalu mencerminkan nilai fundamental aset kripto. Dengan strategi yang terukur dan pemahaman pasar yang matang, fase ketidakpastian seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari perjalanan investasi yang lebih berkelanjutan.






