Masuknya perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat ke Venezuela untuk mengelola cadangan minyak mentah negara tersebut berpotensi membawa dampak tidak langsung bagi industri kripto, khususnya bagi para penambang Bitcoin. Menurut analisis dari Bitfinex, peningkatan pasokan energi global akibat eksploitasi minyak Venezuela dapat menekan harga listrik dan memperbaiki margin keuntungan penambang Bitcoin di berbagai wilayah.
Energi yang lebih murah dan tersedia dalam jumlah besar dinilai mampu menciptakan fase baru ekspansi penambangan kripto. Hal ini terutama berlaku bagi wilayah yang dapat mengamankan kontrak listrik jangka panjang dengan biaya kompetitif. Dalam beberapa tahun terakhir, biaya energi menjadi salah satu tantangan utama bagi industri mining, seiring meningkatnya kesulitan penambangan dan volatilitas harga Bitcoin.
Langkah Amerika Serikat ini muncul setelah penyitaan sejumlah kapal tanker minyak Venezuela sejak akhir tahun lalu. Dengan cadangan minyak yang diperkirakan mencapai lebih dari 300 miliar barel, Venezuela menjadi salah satu negara dengan potensi energi terbesar di dunia. Saat ini, Chevron masih menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang beroperasi di negara tersebut, namun pemerintah AS mendorong masuknya lebih banyak pemain besar untuk mempercepat produksi.
Bitfinex menilai intervensi ini dapat memberikan efek berantai di pasar energi global dan berdampak pada ekosistem kripto. Bahkan, pemanfaatan sebagian kecil cadangan minyak Venezuela saja sudah cukup untuk memengaruhi harga energi secara global. Kondisi ini berpotensi menjadi angin segar bagi penambang Bitcoin yang sebelumnya tertekan oleh penurunan harga BTC dari level tertingginya, lonjakan biaya listrik, serta meningkatnya persaingan jaringan.
Meski demikian, peningkatan produksi minyak Venezuela tidak akan terjadi secara instan. Para analis memperkirakan dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan kapasitas produksi secara signifikan. Proses ini sangat bergantung pada stabilitas politik, kebijakan transisi pemerintahan, serta pencabutan atau pelonggaran sanksi internasional.
Dalam jangka panjang, potensi Venezuela memang sangat besar. Namun, untuk mengembalikan negara tersebut ke posisi sebagai raksasa produksi minyak global, dibutuhkan investasi infrastruktur dalam jumlah besar dan waktu yang panjang. Saat ini, produksi minyak Venezuela masih jauh di bawah puncaknya pada dekade 1970-an, ketika negara tersebut menyumbang porsi signifikan terhadap pasokan minyak dunia.
Sementara harga minyak global sempat mengalami penurunan tipis akibat perkembangan ini, dampaknya terhadap pasar kripto secara keseluruhan diperkirakan tetap terbatas. Analis menilai pergerakan aset kripto ke depan akan lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, sentimen risiko global, dan dinamika pasar keuangan, dibandingkan oleh perubahan harga energi semata.






