Harga emas hari ini mencatat kenaikan 0,5% ke $2.644,91 per ounce. Pasar menantikan data inflasi AS yang akan menjadi petunjuk kebijakan The Fed bulan ini.
Penulis: Kiki A. Ramadhan
Harga emas rebound 0,3% menjadi $2.638,90 per ounce setelah melemah minggu lalu. Melemahnya dolar AS mendukung kenaikan, tetapi data inflasi stagnan dan ketegangan Timur Tengah dapat memicu volatilitas pasar.
Harga emas bertahan di level $2.620 per ounce setelah data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan. Simak analisis pasar dan potensi dampak kebijakan The Fed terhadap harga emas global
Uniswap (UNI) mengalami kenaikan harga 25% dalam seminggu terakhir setelah peluncuran Unichain. Lonjakan harga memicu likuidasi short senilai $1,2 juta, sementara volume perdagangan UNI meningkat pesat hingga 418%.
Data inflasi September AS diperkirakan turun, didorong oleh penurunan harga energi. Namun, sektor jasa dan kenaikan harga minyak bisa memicu risiko baru bagi Federal Reserve menjelang pertemuan November.
Inflasi AS meningkat 0,2% di September, dengan laju tahunan 2,4%. Klaim pengangguran juga melonjak, namun pasar masih memprediksi Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan November.
Core PCE September 2023 naik 2,7% tahunan, memicu pertanyaan arah kebijakan suku bunga The Fed. Perumahan dan kesehatan menjadi pendorong utama inflasi.
Saham INTC tertekan setelah Intel laporkan kerugian $16,6 miliar pada Q3 2023. Apa dampak restrukturisasi dan persaingan di pasar AI bagi masa depan perusahaan? Baca analisis lengkapnya.
BTC melonjak ke rekor baru $75,000, didorong ekspektasi kemenangan Trump di pemilu AS. Analis memperingatkan volatilitas tinggi dan potensi koreksi harga di tengah tren bullish ini.


