BTC tetap kuat meski koreksi, sinyal bullish menguat dengan streak Coinbase Premium dan pola teknikal yang targetkan breakout ke $118,000.
Penulis: Ajeng Sri
Angka ini lebih rendah dari prediksi para ekonom yang memperkirakan kenaikan 0.3% dan tingkat tahunan 2.9%. Penurunan inflasi memberikan kelegaan bagi konsumen dan bisnis yang khawatir akan dampak tarif terhadap inflasi.
Berdasarkan analisis pola harga historis seperti tahun 2018 dan 2022, serta indikator on-chain seperti NUPL yang memasuki zona “kapitulasi”, terdapat indikasi kuat bahwa harga Ethereum kemungkinan akan mencapai titik terendah.
Para trader tetap berhati-hati dan memperkirakan volatilitas akan berlanjut di minggu mendatang, karena likuiditas pasar lebih rendah di akhir pekan dan antisipasi berita terkait tarif serta laporan pendapatan perusahaan teknologi besar.
Menjelang pengumuman suku bunga The Fed, Bitcoin melemah ke $94K. Sementara itu, HYPE, AAVE, RNDR, dan FET menunjukkan sinyal bullish kuat.
Jelang keputusan The Fed, Bitcoin turun dari $96K dan terancam koreksi ke $86K. Ethereum dan Dogecoin juga melemah, crypto market beralih ke mode hati-hati.
Bitget dan Avalanche siapkan $10 juta untuk dorong adopsi Web3 di India lewat beasiswa, hackathon, dan inisiatif komunitas di Delhi dan Bangalore.
BlackRock tegaskan perubahan pandangan soal Bitcoin: dari spekulatif ke kebutuhan strategis. ETF IBIT pun jadi yang tercepat pertumbuhannya di Wall Street.
Data historis menunjukkan bahwa bulan April dan Oktober secara signifikan mempengaruhi kinerja tahunan Bitcoin. Setelah penurunan harga, ada potensi pemulihan yang kuat, yang dianggap sebagai karakteristik bull market.


