Palantir (PLTR) membuka musim laporan keuangan pekan ini dengan pesan yang cukup jelas: permintaan artificial intelligence belum kehilangan tenaga, tetapi pelanggan kini menginginkan hasil yang lebih konkret.
Perusahaan perangkat lunak analitik tersebut melampaui ekspektasi Wall Street pada kuartal kedua, menaikkan proyeksi pendapatan setahun penuh, dan mencatat pertumbuhan sangat tinggi di bisnis komersial Amerika Serikat. Saham Palantir pun melonjak dua digit dalam perdagangan setelah jam bursa.
Kinerja ini muncul ketika investor semakin kritis terhadap belanja AI. Pasar tidak lagi hanya menghargai jumlah token, ukuran model, atau besarnya investasi pusat data. Perusahaan teknologi kini dituntut menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan pendapatan, efisiensi, dan arus kas.
Palantir berhasil memberikan bukti tersebut melalui pertumbuhan kontrak, bisnis pemerintah yang solid, dan arus kas bebas yang melampaui perkiraan.
Bisnis Komersial AS Tumbuh 149%
Palantir membukukan pendapatan kuartal kedua sebesar US$1,94 miliar, melampaui estimasi Wall Street sekitar US$1,8 miliar.
Laba per saham yang disesuaikan mencapai US$0,41, lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar US$0,35. Secara keseluruhan, pendapatan perusahaan tumbuh sekitar 93% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendorong utamanya datang dari bisnis komersial Amerika Serikat, yang melonjak 149% secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan bahwa platform Palantir semakin banyak digunakan di luar kontrak pertahanan dan pemerintahan yang selama ini menjadi fondasi bisnis perusahaan.
Palantir juga menyelesaikan 220 transaksi bernilai minimal US$1 juta selama kuartal tersebut. Dari jumlah itu, 98 transaksi bernilai setidaknya US$5 juta, sedangkan 73 transaksi mencapai US$10 juta atau lebih.
Besarnya jumlah kontrak menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mendapatkan pelanggan baru, tetapi juga mulai memperluas penggunaan produknya di dalam organisasi yang sudah ada.
Adopsi tersebut didorong oleh kebutuhan perusahaan untuk menghubungkan model AI dengan data, proses bisnis, dan keputusan operasional. Palantir menawarkan lapisan orkestrasi yang memungkinkan pelanggan menggunakan berbagai model tanpa harus menyerahkan seluruh kontrol atas infrastruktur dan kekayaan intelektual mereka.
Bisnis Pemerintah Tetap Menjadi Fondasi
Pertumbuhan Palantir tidak hanya datang dari pelanggan korporasi. Pendapatan pemerintah Amerika Serikat meningkat 90% secara tahunan dan 18% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa permintaan terhadap teknologi AI untuk pertahanan, intelijen, dan operasi publik tetap kuat.
Posisi Palantir di sektor ini semakin kokoh setelah Maven Smart System menjadi program resmi Pentagon. Sistem tersebut memperluas peran Palantir dalam proyek AI militer AS dan berpotensi menghasilkan kontrak jangka panjang.
Kombinasi bisnis pemerintah dan komersial menjadi salah satu keunggulan utama perusahaan. Kontrak pemerintah memberikan stabilitas serta visibilitas pendapatan, sementara ekspansi komersial membuka ruang pertumbuhan yang jauh lebih besar.
Palantir juga berada dalam posisi unik karena platformnya tidak bergantung pada satu model AI tertentu. Perusahaan dapat mengintegrasikan model berbobot terbuka maupun model tertutup, lalu menghubungkannya dengan sistem internal pelanggan.
Kemampuan berpindah antar-model dengan gangguan minimal menjadi semakin penting ketika biaya, performa, dan kebijakan penggunaan data terus berubah.
Kontrol Data Menjadi Strategi Utama Palantir
Di balik laporan keuangannya, Palantir semakin agresif membedakan diri dari laboratorium AI seperti OpenAI dan Anthropic.
Perusahaan menilai banyak organisasi mengeluarkan biaya besar untuk menggunakan model AI tanpa memperoleh hasil yang sebanding. Risiko lainnya adalah ketergantungan terhadap penyedia model serta berkurangnya kendali atas data, proses kerja, dan kekayaan intelektual.
Palantir menawarkan pendekatan berbeda. Teknologinya ditempatkan sebagai lapisan aplikasi dan orkestrasi yang berada di atas model AI, sehingga perusahaan tetap dapat mengontrol data, komputasi, konteks, dan hasil yang dihasilkan sistem.
Strategi ini sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap kedaulatan AI. Pemerintah dan perusahaan mulai mempertimbangkan di mana data disimpan, siapa yang mengendalikan model, serta apakah penggunaan AI dapat menciptakan ketergantungan kepada segelintir penyedia teknologi.
Palantir juga mendukung penggunaan model open-weight, yang dapat diunduh, dimodifikasi, dan dijalankan di infrastruktur milik pelanggan sendiri. Fleksibilitas ini memberi perusahaan lebih banyak pilihan dalam menyeimbangkan biaya, keamanan, dan performa.
Perdebatan tersebut tidak berarti laboratorium AI kehilangan relevansi. Justru pertumbuhan model AI membantu memperluas pasar Palantir. Semakin banyak model tersedia, semakin besar kebutuhan perusahaan terhadap sistem yang mampu mengatur, mengamankan, dan menghubungkannya dengan operasi nyata.
Prospek Dinaikkan, Valuasi Tetap Perlu Dicermati
Palantir menaikkan proyeksi pendapatan setahun penuh menjadi US$8,16 miliar, dibandingkan panduan sebelumnya sebesar US$7,65 miliar hingga US$7,66 miliar.
Perusahaan juga mencatat arus kas bebas disesuaikan sebesar US$1,22 miliar, melampaui perkiraan sekitar US$1 miliar. Metrik ini menjadi penting karena investor semakin menuntut perusahaan AI membuktikan bahwa pertumbuhan mereka menghasilkan kas, bukan hanya peningkatan pengeluaran.
Respons positif pasar menunjukkan bahwa investor melihat Palantir sebagai salah satu perusahaan yang sudah mampu memonetisasi AI dalam skala besar.
Namun, saham Palantir masih turun lebih dari 30% sejak awal tahun sebelum laporan tersebut dirilis. Pelemahan itu terjadi ketika sektor perangkat lunak menghadapi kekhawatiran bahwa model AI dapat menggantikan sejumlah produk tradisional atau mengurangi daya tawar penyedia software.
Hasil kuartal kedua membantu meredakan sebagian kekhawatiran tersebut. Palantir justru menunjukkan bahwa pertumbuhan model AI dapat meningkatkan kebutuhan terhadap platform yang mengatur data, keamanan, dan implementasi.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati valuasi setelah lonjakan harga saham. Ekspektasi terhadap pertumbuhan Palantir kini semakin tinggi, sehingga perusahaan harus terus mempertahankan laju kontrak, arus kas, serta ekspansi pelanggan komersialnya.
Untuk saat ini, Palantir berhasil memberikan jawaban yang sedang dicari Wall Street. AI tidak hanya menghasilkan antusiasme, tetapi juga mulai diterjemahkan menjadi kontrak besar, pertumbuhan pendapatan, dan arus kas yang nyata.
Pantau Pertumbuhan Saham Palantir
Ikuti pergerakan Palantir (PLTR) dan saham teknologi Amerika lainnya melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga update terbaru mengenai earnings, perkembangan AI, dan sentimen Wall Street lewat News serta Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: Palantir stock jumps as US commercial business booms
- TechCrunch: After killer quarter, Palantir CEO Alex Karp calls AI industry ‘Marxist’
- CNBC: Palantir soars 12% on blowout quarter, with U.S. commercial revenue soaring nearly 150%






