Strategy (MSTR) mengubah cara investor melihat cadangan Bitcoin (BTC) miliknya.
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy itu memperkenalkan serangkaian metrik baru yang tidak lagi hanya menghitung jumlah Bitcoin secara bruto. Fokusnya kini bergeser pada berapa banyak nilai Bitcoin yang benar-benar tersisa bagi pemegang saham biasa setelah kewajiban perusahaan diperhitungkan.
Metrik utama yang diperkenalkan adalah Bitcoin bersih per saham atau net Bitcoin per share. Ukuran ini mengurangi utang dan klaim saham preferen dari total cadangan Bitcoin dan kas Strategy, kemudian membagi nilai sisanya dengan jumlah saham yang terdilusi penuh.
Perubahan tersebut memberi gambaran yang lebih realistis mengenai eksposur Bitcoin di balik setiap saham MSTR, terutama setelah struktur pendanaan Strategy berkembang semakin kompleks.
Dari US$60 Miliar Aset Menjadi US$35 Miliar Cadangan Bersih
Strategy saat ini memiliki 843.775 Bitcoin dengan nilai sekitar US$57 miliar, ditambah kas sekitar US$3,2 miliar. Namun, seluruh nilai tersebut tidak secara otomatis menjadi milik pemegang saham biasa. Perusahaan memiliki sekitar US$22,2 miliar klaim senior, yang terdiri dari sekitar US$15,5 miliar saham preferen dan hampir US$6,8 miliar utang konvertibel.
Setelah kewajiban tersebut dikurangi, Strategy memperkirakan nilai cadangan bersihnya berada di sekitar US$35 miliar.
Nilai tersebut kemudian dibagi dengan jumlah saham yang telah memperhitungkan potensi dilusi. Hasilnya, Bitcoin bersih per saham Strategy diperkirakan mencapai sekitar US$95, setara dengan 143.000 satoshi per saham.
Angka itu meningkat tajam dari sekitar US$13 atau 44.000 satoshi pada akhir 2020. Strategy menyebut pertumbuhannya setara dengan tingkat tahunan gabungan sekitar 43%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan harga Bitcoin sekitar 16% dalam periode yang sama.
Namun, angka tersebut bukan berarti setiap pemegang saham secara langsung memiliki Bitcoin tersebut. Metrik ini tetap merupakan pendekatan valuasi yang memperhitungkan aset, kewajiban, serta struktur saham perusahaan.
MSTR Kini Terlihat Mendekati Nilai Bersih Bitcoin
Strategy juga mengubah cara menghitung modified net asset value atau mNAV. Sebelumnya, mNAV membandingkan harga saham MSTR dengan nilai Bitcoin bruto per saham. Dengan metode tersebut, saham Strategy dapat terlihat diperdagangkan dengan harga diskon dibandingkan cadangan Bitcoin yang dimilikinya.
Kini, perusahaan membandingkan harga saham dengan Bitcoin bersih per saham setelah utang dan saham preferen dikurangi.
Berdasarkan rumus baru, mNAV Strategy berada di sekitar 1,02 kali ketika saham MSTR diperdagangkan sekitar US$93. Artinya, harga saham berada sangat dekat dengan nilai bersih Bitcoin yang dihitung perusahaan.
Perubahan ini cukup penting. Saham yang sebelumnya terlihat murah berdasarkan total cadangan Bitcoin kini terlihat lebih mendekati nilai wajarnya setelah kewajiban kepada kreditur dan pemegang saham preferen diperhitungkan.
Strategy juga mengubah istilah “amplifikasi” menjadi pengali ekuitas, yang dihitung dengan membagi total cadangan Bitcoin terhadap cadangan bersih. Angkanya berada di sekitar 1,5 kali.
Rasio tersebut menunjukkan bahwa eksposur pemegang saham biasa terhadap pergerakan Bitcoin diperbesar oleh penggunaan utang dan saham preferen. Potensi kenaikannya dapat lebih besar ketika harga Bitcoin meningkat, tetapi risikonya juga bertambah ketika harga Bitcoin melemah.
Metrik Kredit Soroti Ketahanan Model Pendanaan
Selain ukuran valuasi, Strategy memperkenalkan beberapa indikator untuk mengukur keberlanjutan struktur modalnya.
Perusahaan memperkirakan biaya kredit efektifnya berada di sekitar 10,8%. Tingkat titik impasnya diperkirakan mendekati 3,2%, sedangkan indikator yang disebut run rate berada di sekitar negatif 11%.
Secara sederhana, indikator terakhir tersebut mencoba memperkirakan seberapa jauh harga Bitcoin masih dapat menurun sebelum nilai cadangan tidak lagi cukup untuk menutup utang dan pembayaran dividen preferen.
Berdasarkan perhitungan Strategy, struktur tersebut masih dapat bertahan selama Bitcoin tidak turun lebih dari sekitar 11% per tahun hingga awal dekade 2030-an.
Namun, angka ini tetap bergantung pada sejumlah asumsi, termasuk harga Bitcoin, biaya pendanaan, kebutuhan dividen, jumlah saham baru yang diterbitkan, dan kemampuan perusahaan memperoleh modal tambahan. Risiko tersebut menjadi semakin relevan karena saham MSTR masih berada jauh di bawah puncaknya pada 2024. Saham preferen utama Strategy, STRC, juga masih diperdagangkan di bawah nilai nominal US$100.
Metrik baru tersebut dapat membantu investor memahami bahwa model Strategy tidak hanya bergantung pada harga Bitcoin, tetapi juga pada seberapa mahal perusahaan membiayai kepemilikannya.
Strategy Pertahankan Bitcoin, Tapi Buka Opsi Penjualan
Perubahan metrik ini datang setelah Strategy merombak kebijakan pengelolaan modalnya pada akhir Juni. Untuk pertama kalinya, perusahaan membuka kemungkinan menjual hingga US$1,25 miliar Bitcoin guna memperkuat cadangan kas, membayar dividen saham preferen, atau membiayai pembelian kembali saham.
Langkah tersebut menjadi perubahan penting dari pendekatan lama Michael Saylor yang identik dengan strategi tidak menjual Bitcoin.
Meski demikian, Strategy sejauh ini belum menggunakan opsi tersebut. Perusahaan memilih menambah kas melalui penjualan saham MSTR, sehingga jumlah Bitcoin tetap bertahan di 843.775 BTC. Konsekuensinya, penerbitan saham baru berpotensi menambah dilusi bagi pemegang saham biasa.
Karena itu, Bitcoin bersih per saham dapat menjadi ukuran yang semakin penting. Metrik tersebut membantu investor menilai apakah penerbitan saham, utang, atau instrumen preferen benar-benar meningkatkan jumlah Bitcoin bersih untuk setiap saham atau justru melemahkannya. Perubahan ini membuat MSTR perlu dianalisis lebih dari sekadar sebagai pengganti Bitcoin. Harga BTC tetap menjadi penggerak utama, tetapi struktur utang, biaya kredit, dilusi, dan kewajiban dividen kini sama pentingnya untuk diperhatikan.
Baca berita lainnya terkait aset Bitcoin di halaman ini.
Pantau pergerakan Bitcoin dan saham Strategy (MSTR) melalui aplikasi investasi Nanovest. Dapatkan pula informasi terbaru mengenai pasar kripto dan saham global lewat News serta Artikel Tips Nanovest untuk keputusan investasi yang lebih matang.
Referensi +
- Decrypt: Strategy Overhauls Bitcoin Metrics, Debuting 'Net Bitcoin Per Share'
- Cryptoprowl: Strategy Debuts Net Bitcoin Per Share for Common Investors






