Setelah menikmati reli yang cukup kuat sepanjang semester pertama, investor kini memasuki pekan yang berpotensi menjadi penentu arah pasar berikutnya. Bukan karena ada keputusan suku bunga baru, melainkan karena dua agenda penting akan segera dimulai: risalah rapat Federal Reserve (FOMC Minutes) dan musim laporan keuangan kuartal II. Kombinasi keduanya diperkirakan akan menjadi tolok ukur baru untuk menilai apakah valuasi saham saat ini masih didukung oleh pertumbuhan laba perusahaan.
Di tengah jeda data ekonomi yang relatif sepi, perhatian pasar perlahan beralih ke kualitas fundamental emiten. Investor mulai meninggalkan pendekatan yang hanya berfokus pada tema besar seperti AI, dan kini lebih memperhatikan perusahaan yang mampu menunjukkan pertumbuhan pendapatan, ekspansi margin, serta strategi bisnis yang dapat diterjemahkan menjadi kinerja keuangan yang konsisten. Kondisi ini membuat saham-saham dengan model bisnis yang kuat dan katalis jangka panjang kembali menjadi perhatian menjelang dimulainya earnings season.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 6 Juli 2026
1. Microsoft Corp. (MSFT) —BUY
- Range Buy: Rp6.975.226
- Target Price 1: Rp7.242.820
- Target Price 2: Rp7.536.380
- Stop Loss: Rp6.290.097
Mengapa Menarik?
Microsoft terus memperkuat dominasinya sebagai salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari gelombang adopsi AI global. Strategi perusahaan tidak hanya berfokus pada pengembangan Copilot, tetapi juga memperluas kapasitas Azure sebagai tulang punggung berbagai layanan AI enterprise.
Komitmen tersebut tercermin dari belanja modal AI yang mencapai sekitar US$31 miliar. Investasi besar ini digunakan untuk memperluas pusat data, meningkatkan kapasitas komputasi, serta mendukung pertumbuhan layanan cloud yang terus meningkat.
Di sisi fundamental, Microsoft membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar 18% secara tahunan, didukung oleh performa Azure dan meningkatnya kontribusi layanan AI berbasis langganan. Arus kas yang kuat juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus berinvestasi sekaligus mengembalikan nilai kepada pemegang saham.
Walaupun ekspansi AI membutuhkan investasi infrastruktur dan energi yang besar, kondisi tersebut justru mencerminkan skala peluang yang sedang dibangun Microsoft. Dengan kombinasi kepemimpinan teknologi, eksekusi yang konsisten, dan fundamental yang tetap solid, Microsoft masih menjadi salah satu saham AI berkualitas tinggi untuk jangka panjang.
2. Costco Wholesale Corporation (COST) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp16.980.625
- Target Price 1: Rp17.385.727
- Target Price 2: Rp17.793.256
- Stop Loss: Rp16.343.466
Mengapa Menarik?
Costco kembali menunjukkan bahwa model bisnis berbasis keanggotaan masih menjadi salah satu keunggulan kompetitif terbesarnya. Pertumbuhan anggota Executive Membership sebesar sekitar 9,6% turut mendorong pendapatan dari biaya keanggotaan naik 10,7% menjadi sekitar US$1,37 miliar.
Selain itu, perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman belanja digital dan efektivitas platform e-commerce. Strategi tersebut menghasilkan lonjakan trafik online yang signifikan dan membantu memperkuat posisi Costco di tengah perubahan perilaku konsumen.
Walaupun margin kotor mengalami sedikit tekanan, efisiensi operasional justru terus membaik. Margin operasi dan margin bersih meningkat, menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga profitabilitas di tengah investasi pada kanal digital.
Dengan loyalitas pelanggan yang tinggi, model bisnis yang defensif, dan transformasi digital yang terus berkembang, Costco tetap menjadi salah satu pilihan menarik bagi investor jangka panjang.
3. BlackRock Inc (BLK) —BUY
- Range Buy: Rp17.860.630
- Target Price 1: Rp18.278.890
- Target Price 2: Rp18.680.516
- Stop Loss: Rp16.955.895
Mengapa Menarik?
BlackRock terus memperkuat posisinya sebagai manajer aset terbesar di dunia melalui strategi investasi yang semakin terdiversifikasi. Perusahaan tidak hanya meningkatkan eksposur pada sektor komoditas, tetapi juga tetap mempertahankan kepemilikan signifikan di berbagai perusahaan yang berada di pusat pertumbuhan AI global.
Kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan momentum yang kuat. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan meningkat sekitar 27% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$6,7 miliar, sementara laba operasional naik 31%. EPS juga tumbuh menjadi sekitar US$12,53, didukung arus masuk dana bersih sebesar US$130 miliar.
Peningkatan margin operasi menjadi sekitar 44,5% mencerminkan efisiensi bisnis yang terus membaik. Di sisi lain, program buyback yang berkelanjutan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Dengan kombinasi pertumbuhan aset kelolaan, diversifikasi investasi, dan eksposur pada tema AI maupun aset riil, BlackRock menawarkan peluang menarik bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap tren investasi global dalam satu perusahaan.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| MSFT | Buy | Rp6.975.226 | Rp7.242.820 | Rp7.536.380 | Rp6.290.097 |
| COST | Spec. Buy | Rp16.980.625 | Rp17.385.727 | Rp17.793.256 | Rp16.343.466 |
| BLK | Buy | Rp17.860.630 | Rp18.278.890 | Rp18.680.516 | Rp16.955.895 |
Kesimpulan
Dengan dimulainya musim laporan keuangan kuartal II dalam waktu dekat, perhatian investor kini beralih pada perusahaan yang mampu membuktikan kualitas fundamentalnya melalui pertumbuhan laba dan eksekusi strategi yang konsisten. Microsoft tetap menjadi pemimpin dalam ekosistem AI dan cloud, Costco menunjukkan ketahanan bisnis melalui model keanggotaan dan transformasi digital, sementara BlackRock menawarkan eksposur yang luas terhadap berbagai tema investasi global, mulai dari AI hingga aset riil.
Ingin memantau pergerakan MSFT, COST, dan BLK secara real-time? Kamu bisa menemukan saham-saham AS tersebut langsung di aplikasi Nanovest dan mengikuti update pasar terbaru melalui News & Artikel Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






