Blockchain layer-1 Sui kembali mengalami gangguan operasional yang menyebabkan aktivitas jaringan sempat terhenti sementara. Insiden ini terjadi hanya sehari setelah gangguan serupa terjadi sebelumnya, menimbulkan perhatian dari komunitas dan pelaku industri kripto terkait stabilitas jaringan tersebut.
Berdasarkan informasi dari tim pengembang Sui, gangguan terbaru menyebabkan proses produksi blok di jaringan utama (mainnet) berhenti untuk sementara waktu. Akibatnya, aktivitas transaksi dan pemrosesan data di blockchain tidak dapat berjalan normal selama beberapa jam sebelum akhirnya kembali pulih.
Tim Sui menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan ini berkaitan dengan pembaruan perangkat lunak versi 1.72 yang memperkenalkan mekanisme baru terkait saldo alamat dan perhitungan biaya transaksi (gas fee). Perubahan tersebut ternyata memunculkan interaksi sistem yang tidak terduga dan menyebabkan jaringan mengalami penghentian sementara.
Sebelumnya, tim pengembang telah menerapkan solusi sementara untuk mengembalikan fungsi jaringan setelah gangguan yang terjadi sehari sebelumnya. Namun, solusi tersebut masih memiliki kemungkinan kecil untuk memicu masalah serupa. Untuk mengatasi akar permasalahan, mayoritas validator Sui kini telah mengimplementasikan perbaikan permanen yang diharapkan dapat meningkatkan stabilitas jaringan ke depannya.
Gangguan terbaru ini menambah daftar tantangan teknis yang dihadapi ekosistem Sui sepanjang tahun 2026. Pada hari sebelumnya, jaringan juga sempat mengalami outage selama hampir enam jam akibat bug pada logika perhitungan biaya transaksi. Selain itu, pada Januari lalu, Sui juga mengalami penghentian produksi blok selama lebih dari enam jam akibat masalah pada mekanisme konsensus jaringan.
Dalam laporan evaluasi yang dirilis sebelumnya, tim Sui menjelaskan bahwa gangguan Januari terjadi ketika validator mengirimkan transaksi yang saling bertentangan sehingga jaringan gagal mencapai konsensus yang dibutuhkan untuk memvalidasi blok baru. Meski demikian, tim memastikan bahwa dana pengguna tetap aman dan tidak ada transaksi yang telah tervalidasi yang dibatalkan.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi blockchain terus berkembang, jaringan berperforma tinggi tetap menghadapi berbagai tantangan teknis yang kompleks. Infrastruktur blockchain modern terdiri dari banyak lapisan, mulai dari eksekusi transaksi, penyimpanan data, hingga mekanisme konsensus, yang masing-masing berpotensi menjadi titik kegagalan apabila tidak dikelola dengan baik.
Bagi investor dan pengguna aset kripto, gangguan seperti ini menjadi pengingat penting untuk selalu memahami risiko teknologi yang melekat pada setiap jaringan blockchain. Stabilitas infrastruktur menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan selain potensi pertumbuhan ekosistem dan adopsi pengguna dalam jangka panjang.






