Persaingan kecerdasan buatan kini semakin bergeser dari sekadar model AI ke perebutan infrastruktur komputasi skala besar. Anthropic dilaporkan telah berkomitmen menginvestasikan sekitar $200 miliar ke Google Cloud selama lima tahun ke depan. Ini menjadi salah satu kesepakatan cloud AI terbesar yang pernah muncul di industri teknologi.
Laporan ini langsung menarik perhatian pasar karena menunjukkan seberapa besar kebutuhan perusahaan AI terhadap kapasitas komputasi dan chip dalam era perlombaan AI generatif.
Komitmen Besar untuk Cloud dan Chip AI
Menurut laporan The Information, komitmen Anthropic ke Google Cloud akan berlangsung selama lima tahun dan mencakup penggunaan layanan cloud serta kapasitas chip AI dalam jumlah besar.
Kesepakatan ini disebut mewakili lebih dari 40% backlog pendapatan cloud yang sebelumnya diungkapkan Google kepada investor. Artinya, sebagian besar kontrak pendapatan masa depan Google Cloud kini ditopang oleh permintaan dari perusahaan AI.
Pasar langsung merespons positif. Saham Alphabet (GOOG), induk Google, sempat naik sekitar 2% setelah laporan tersebut muncul.
Selain Google, Anthropic juga diketahui memiliki kesepakatan terpisah dengan Broadcom terkait kapasitas TPU (Tensor Processing Unit) generasi baru mulai 2027.
AI Mendorong Ledakan Permintaan Infrastruktur
Kebutuhan komputasi Anthropic meningkat pesat seiring pertumbuhan bisnis AI generatif. Pendapatan tahunan perusahaan disebut melonjak dari sekitar $9 miliar pada akhir 2025 menjadi lebih dari $30 miliar pada 2026.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, Anthropic menjalankan strategi multi-cloud dengan memanfaatkan berbagai infrastruktur sekaligus.
Meski Google mendapat kontrak jumbo, Amazon (AMZN) masih menjadi mitra cloud utama Anthropic. Perusahaan juga menggunakan kombinasi TPU Google, chip Trainium Amazon, dan GPU Nvidia untuk menjalankan berbagai beban kerja AI.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa perusahaan AI kini tidak lagi bergantung pada satu penyedia infrastruktur saja, melainkan membangun jaringan komputasi lintas platform untuk menjaga skalabilitas dan efisiensi.
Big Tech Semakin Agresif di Infrastruktur AI
Kesepakatan Anthropic datang di tengah perlombaan besar perusahaan cloud global untuk mengamankan dominasi AI.
Microsoft (MSFT), Amazon (AMZN), Google (GOOG), dan Oracle (ORCL) diperkirakan menghabiskan lebih dari $320 miliar untuk belanja modal AI dan pusat data pada tahun fiskal 2025.
Microsoft sendiri sebelumnya mengungkap kewajiban pendapatan masa depan (remaining performance obligation/RPO) sebesar $627 miliar, sementara backlog Google diperkirakan mencapai sekitar $462 miliar.
Besarnya angka ini menunjukkan bahwa bisnis AI kini semakin terkunci dalam kontrak jangka panjang bernilai raksasa.
Di sisi lain, hambatan masuk industri juga semakin tinggi. Hanya perusahaan dengan modal dan infrastruktur besar yang mampu mendukung kebutuhan komputasi AI generatif dalam skala global.
Bagi Google, kesepakatan dengan Anthropic memperkuat posisinya dalam persaingan cloud AI melawan Microsoft Azure dan Amazon Web Services. Sementara bagi Anthropic, akses terhadap kapasitas komputasi besar menjadi faktor penting untuk bersaing dengan OpenAI dan pemain AI lainnya.Â
Buat kamu yang ingin mengikuti pergerakan saham perusahaan teknologi dunia seperti Google, Microsoft, atau Amazon, kamu bisa mulai eksplorasi investasi langsung di Nanovest.
Pantau juga berbagai update pasar, teknologi, saham global, dan kripto terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk bantu kamu mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.






