Bitcoin kembali menembus level $80.000 pada hari Senin, menandai pertama kalinya sejak akhir Januari 2026. Kenaikan ini terjadi seiring dengan indeks saham Asia, MSCI AC Asia Index, yang juga mencapai rekor tertinggi baru, mencerminkan sentimen positif investor terhadap perkembangan global selama akhir pekan.
Harga Bitcoin naik sekitar 2,7% dalam waktu tiga jam saat pasar saham Asia mulai dibuka. Pergerakan ini dimulai sekitar pukul 01.25 UTC, ketika harga berada di $78.415, lalu menembus $80.000 sekitar 75 menit kemudian. Bitcoin kemudian melanjutkan kenaikan hingga mencapai $80.515 pada pukul 04.20 UTC.
Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan penguatan MSCI AC Asia Index sebesar 2,3% menjadi 245,2, melampaui rekor sebelumnya di level 243,6 yang tercapai pada 22 Februari. Secara umum, kenaikan indeks ini di awal pekan mencerminkan meningkatnya selera risiko global, meskipun tidak selalu menjadi indikator pasti bahwa pasar saham Amerika Serikat akan bergerak searah.
Selain Bitcoin, beberapa aset kripto utama lainnya juga mengalami penguatan. Ether (ETH) naik 3,9%, XRP meningkat 2,4%, dan BNB menguat 3,3% dalam 24 jam terakhir.
Momentum positif di pasar kripto juga didorong oleh perkembangan regulasi di Amerika Serikat. Pelaku industri perbankan dan kripto dilaporkan telah mencapai kesepakatan terkait ketentuan imbal hasil stablecoin dalam RUU CLARITY Act, yang diperkirakan akan dibahas lebih lanjut di Senat dalam waktu dekat.
Di sisi lain, permintaan institusional terhadap Bitcoin masih menunjukkan kekuatan. ETF spot Bitcoin di AS mencatat arus masuk bersih dalam 11 dari 14 hari perdagangan terakhir. Bahkan, pada hari Jumat sebelumnya, arus masuk mencapai $629,8 juta, menjadi yang terbesar dalam dua minggu terakhir.
Secara keseluruhan, kenaikan Bitcoin ke level $80.000 ini mencerminkan pemulihan hampir 30% dari titik terendahnya di tahun 2026, yaitu sekitar $62.000 pada 5 Februari. Sejumlah pelaku industri meyakini bahwa Bitcoin masih memiliki peluang untuk kembali menuju level $100.000.
Salah satu pandangan datang dari pendiri MN Trading Capital, Michael van de Poppe, yang menyatakan bahwa Bitcoin tidak memerlukan narasi baru untuk melanjutkan kenaikan harga. Menurutnya, seiring harga naik, narasi pasar akan terbentuk dengan sendirinya.
Selain itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rencana cadangan Bitcoin Amerika Serikat. Penasihat kripto Gedung Putih mengungkapkan bahwa pengumuman besar terkait kebijakan tersebut diperkirakan akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan.






