Pergerakan Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan pasar global. Aset kripto terbesar ini sempat menyentuh level tertinggi dalam 12 minggu terakhir sebelum terkoreksi tipis, mencerminkan tarik-menarik sentimen antara optimisme pasar dan risiko geopolitik yang belum mereda.
Di tengah perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menemukan titik terang, Bitcoin bergerak mendekati level psikologis penting yaitu $80.000.
Reli Bitcoin Tertahan di Area Kunci
Bitcoin sempat mencapai sekitar $79.400, level tertinggi sejak akhir Januari, sebelum kembali turun ke kisaran $77.000-$78.000. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi short covering dan meningkatnya permintaan dari investor institusional.
Sepanjang April, Bitcoin telah mencatat kenaikan dua digit, menandai momentum positif pertama sejak pertengahan 2025. Namun, area di sekitar $79.000-$80.000 kini menjadi resistance penting, di mana aksi ambil untung mulai muncul.
Pasar terlihat berhati-hati, terutama karena level tersebut menjadi titik impas bagi banyak investor yang masuk di fase sebelumnya.
Geopolitik Masih Jadi Penentu Arah
Sentimen pasar sempat membaik setelah muncul laporan bahwa Iran mengajukan proposal baru terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, optimisme tersebut tidak bertahan lama.
Kenaikan harga minyak akibat ketidakpastian di kawasan justru menekan selera risiko, termasuk di pasar kripto. Sejak konflik memanas, dinamika di Selat Hormuz terus menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset global.
Hasilnya, Bitcoin kini bergerak dalam pola yang lebih reaktif terhadap headline geopolitik dibandingkan faktor internal pasar kripto itu sendiri.
Arus Dana Institusional Kembali Menguat
Di balik volatilitas jangka pendek, dukungan dari investor institusional terlihat semakin solid. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk sekitar $2,5 miliar sepanjang April, menunjukkan kembalinya minat setelah periode outflow sebelumnya.
Selain itu, akumulasi besar juga datang dari pelaku korporasi. Strategy Inc., yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar, kembali menambah kepemilikan senilai ratusan juta dolar dalam beberapa hari terakhir.
Langkah ini memperkuat narasi bahwa pemain besar masih melihat potensi jangka panjang di Bitcoin, meskipun kondisi makro belum sepenuhnya stabil.
Pasar Menunggu Katalis Berikutnya
Selain geopolitik, perhatian investor kini juga tertuju pada keputusan suku bunga dari Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa. Kebijakan moneter ini berpotensi menjadi katalis penting berikutnya bagi pergerakan aset berisiko, termasuk kripto.
Dengan kombinasi faktor makro, teknikal, dan arus dana institusional, Bitcoin saat ini berada di titik krusial antara melanjutkan reli atau kembali terkonsolidasi.
Di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks seperti ini, memahami pergerakan aset global menjadi semakin penting bagi investor.
Kamu bisa mendapatkan update terbaru seputar kripto, saham AS, dan tren market lainnya melalui News & Artikel Tips di Nanovest. Kamu juga bisa mulai eksplor berbagai aset global langsung di aplikasi Nanovest dengan lebih mudah.






